Konten dari Pengguna

Apa Itu Reff dalam Jual Beli? Ini Arti dan Tahapan Prosesnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi transaksi jual beli. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi transaksi jual beli. Foto: Pexels

Di dunia bisnis, terdapat berbagai istilah untuk transaksi antara penjual dan pembeli. Salah satu yang ada, yaitu reff atau refund. Jenis-jenis refund juga beragam, misalnya, pengembalian dana untuk barang atau jasa yang dikeluarkan oleh penjual.

Setiap penjual atau toko juga memiliki kebijakan pengembalian dana yang berbeda-beda. Agar lebih memahami apa itu reff dalam jual beli, simak pengertian dan proses reff dilakukan di bawah ini.

Apa itu Reff dalam Jual Beli?

Ilustrasi transaksi jual beli. Foto: Pexels

Dalam kegiatan jual beli, reff merujuk pada pada refund. Mengutip dari laman Investopedia, refund merupakan pengembalian dana ke pembeli atau pelanggan setelah transaksi dilakukan.

Permintaan reff biasanya terjadi ketika ada ketidakpuasan dari pihak pembeli, baik karena barang yang diterima tak sesuai seperti deskripsi atau terdapat kerusakan.

Selain itu reff juga bisa terjadi jika pembeli menerima barang yang salah, baik dari segi jenis, warna, ukuran, maupun ketika pembeli tidak menerima barang yang dipesan.

Dalam kondisi tersebut, pembeli dapat mengajukan permohonan reff atau pengembalian dana ke penjual.

Baca Juga: 8 Tantangan Bisnis di Era Digital yang Dihadapi Pengusaha

Proses Reff dalam Jual Beli

Ilustrasi proses reff dalam jual beli. Foto: Pexels

Proses reff atau refund kerap dijumpai pada transaksi secara daring melalui platform niaga elektronik (e-commerce) dan sebagainya. Proses refund dalam jual beli umumnya melibatkan beberapa tahap.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut prosedur reff dilakukan.

1. Periksa Kebijakan Reff

Sebelum mengajukan pengembalian dana ke penjual, pembeli atau pelanggan perlu memahami syarat dan ketentuan yang ditetapkan penjual terlebih dahulu. Kebijakan refund yang perlu diperhatikan meliputi batas waktu pengajuan hingga bentuk pengembalian dana.

Tiap toko umumnya memiliki kebijakan mengenai proses refund. Ada toko yang bisa memberikan pengembalian dana sepenuhnya dan ada pula toko yang hanya memberikan pengembalian dana sebagian.

2. Persiapkan Bukti Pembelian

Supaya proses reff berjalan lancar, pembeli juga perlu menyiapkan bukti pembelian. Bukti ini dapat berupa struk pembayaran atau faktur, foto produk yang rusak, hingga nomor pesanan.

3. Hubungi Penjual

Setelah semua syarat dipenuhi, langkah selanjutnya ialah menghubungi penjual. Pembeli mengajukan permintaan refund melalui platform jual beli online atau langsung ke penjual.

Sampaikan pula alasan yang jelas tujuan menginginkan pengembalian dana, seperti produk rusak atau tidak sesuai.

4. Lengkapi Dokumen dan Informasi

Pelanggan juga perlu melengkapi dokumen atau informasi tambahan untuk mendukung klaim refund.

5. Verifikasi oleh Penjual

Setelah menerima permintaan pengembalian dana, penjual akan melakukan verifikasi. Pada proses ini penjual akan memeriksa kebenaran alasan dan memeriksa bukti pembelian, dan menilai apakah permintaan pelanggan sesuai dengan kebijakan pengembalian yang berlaku.

6. Persetujuan Reff

Jika penjual menyetujui permintaan reff atau refund, dana akan dikembalikan ke pembeli. Dana biasanya dikembalikan ke pembeli sesuai metode pembayaran yang digunakan saat pembelian produk.

Proses ini bisa memakan waktu beberapa hari tergantung pada kebijakan platform jual beli.

(SA)