Apa Itu Rekber? Ini Pengertian, Cara Kerja, Keunggulan, dan Risikonya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah rekber umumnya muncul sebagai solusi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bagi penjual maupun pelanggan ketika bertransaksi secara online. Apa itu rekber?
Secara istilah, rekber adalah singkatan dari rekening bersama, sebuah layanan pihak ketiga yang bertindak sebagai perantara dalam transaksi online antara pembeli dan penjual.
Dengan layanan rekber, dana dari pembeli akan ditahan sementara oleh penyedia layanan hingga barang atau jasa yang dibeli diterima sesuai kesepakatan. Setelah itu, dana akan diteruskan ke penjual.
Cara Kerja Rekber
Mengutip buku E-Commerce: Dasar Teori dalam Bisnis Digital karya Akbar dan Alam, rekber adalah medium yang menjembatani pembayaran transaksi jual beli antara penjual dan pembeli.
Rekber biasanya digunakan dalam transaksi online di platform yang tidak memiliki sistem pembayaran terintegrasi, seperti forum jual beli, media sosial, atau grup komunitas.
Layanan ini dirancang untuk mengurangi risiko penipuan, baik dari pihak pembeli maupun penjual. Adapun cara kerja rekber, di antarnya sebagai berikut:
Kesepakatan transaksi. Pembeli dan penjual sepakat untuk menggunakan layanan rekber dalam transaksi mereka.
Pembayaran ke tekber. Pembeli mengirimkan dana ke rekening pihak ketiga (rekber) yang telah disepakati.
Pengiriman barang. Setelah dana diterima oleh rekber, penjual mengirimkan barang atau menyediakan jasa sesuai kesepakatan.
Konfirmasi penerimaan. Pembeli memberikan konfirmasi bahwa barang telah diterima dalam kondisi yang sesuai.
Pencairan dana. Rekber akan meneruskan dana ke penjual setelah menerima konfirmasi dari pembeli.
Baca Juga: Apa Itu Deposit Pajak? Ini Pengertian, Fungsi, dan Cara Menggunakan Fiturnya
Keunggulan Menggunakan Rekber
Menurut buku Membangun Kerajaan Bisnis Bersama karya Chandra Hartanto, penggunaan rekber dalam transaksi online memiliki berbagai keunggulan, di antaranya:
Keamanan lebih terjamin. Dengan adanya pihak ketiga, risiko penipuan dapat diminimalkan karena dana ditahan sementara hingga transaksi selesai.
Kepercayaan lebih tinggi. Rekber membantu membangun kepercayaan antara pembeli dan penjual, terutama jika mereka belum pernah bertransaksi sebelumnya.
Proses yang transparan. Semua tahapan transaksi tercatat dengan jelas, sehingga memudahkan kedua belah pihak untuk memantau status transaksi.
Mencegah kerugian finansial. Jika barang tidak dikirim atau tidak sesuai kesepakatan, pembeli dapat meminta pengembalian dana dari rekber.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Meski menawarkan banyak keuntungan, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan saat menggunakan rekber, yakni sebagai berikut:
Rekber palsu. Pastikan pihak penjual dan pembeli menggunakan layanan rekber dari penyedia tepercaya untuk menghindari penipuan.
Biaya layanan. Rekber biasanya mengenakan biaya administrasi yang perlu diperhitungkan dalam transaksi.
Keterlambatan proses. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan transaksi bisa lebih lama dibanding transaksi langsung.
(NDA)
