Apa Tujuan atau Hasil yang Ingin Dicapai oleh Seorang Sociopreneur?

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada hakikatnya, tujuan atau hasil yang ingin dicapai oleh seorang sociopreneur adalah membantu mengatasi permasalahan sosial di masyarakat. Itu karena sociopreneur umumnya memiliki visi misi untuk memberikan dampak baik bagi masyarakat luas.
Sehingga, keberadaannya diharapkan mampu memperbaiki taraf hidup masyarakat menjadi lebih baik lagi. Hal ini juga yang membuat bisnis seorang sociopreneur biasanya hanya fokus ke satu bidang tertentu.
Misalnya, bisnis sosial di bidang crowdfunding. Maka, segala aktivitas bisnis harus berfokus memfasilitasi kegiatan penggalangan dana. Agar semakin paham, simak penjelasan lengkapnya dalam uraian artikel di bawah ini.
Sekilas tentang Sociopreneur
Secara etimologi, sociopreneur adalah gabungan dari kata “social” dan “entrepreneur”. Dengan kata lain, sociopreneur adalah orang yang membangun bisnis dengan tujuan menyelesaikan isu sosial di masyarakat.
Konsep bisnis dengan isu sosial ini disebut juga sociopreneurship. Di Indonesia sendiri ada banyak contoh sociopreneurship yang telah membantu masyarakat, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, UMKM, dan sebagainya.
Beberapa contoh sociopreneurship di Indonesia, di antaranya adalah Kitabisa.com, WeCare.id, Waste4Change, Jagatera, Du Anyam, dan lain sebagainya.
Baca juga: Definisi Kewirausahaan Kemanusiaan, Elemen, dan Tantangannya
Karakteristik Sociopreneur
Seseorang yang ingin menjadi sociopreneur harus memiliki beberapa karakteristik. Beberapa karakteristik tersebut, di antaranya seperti yang dikutip dari buku Kebangkitan Bisnis UMKM Pasca Covid-19 karya Zainal Arifin, dkk berikut ini:
1. Memiliki Rasa Sosial Tinggi
Dalam menjalankan bisnis sociopreneur, seseorang haruslah memiliki kepedulian sosial yang tinggi karena tujuannya untuk membantu kehidupan masyarakat.
Hal tersebut diperlukan lantaran sociopreneur adalah bisnis yang memerlukan kepekaan dalam mengidentifikasi suatu masalah yang terjadi di lingkungan sekitarnya, dan mampu untuk mencari jalan keluarnya.
2. Fokus pada Misi Sosial
Tujuan sociopreneur adalah untuk membantu permasalahan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Maka dari itu, sejak awal suatu bisnis sosial harus memiliki visi-misi terhadap permasalahan sosial yang akan dipilih.
Misalnya, bisnis sosial yang berfokus untuk membantu petani pedalaman agar hasil panennya dapat distribusi hingga ke berbagai daerah dan dapat membawa keuntungan bagi petani itu sendiri.
3. Memiliki Skala Dampak yang Besar
Setelah menentukan fokus sosial yang dipilih, selanjutnya sociopreneur juga harus memiliki skala dampak besar yang harus dicapainya.
Misalnya, alangkah lebih baik jika menjalankan sociopreneur atau bisnis sosial yang dapat membantu petani pedalaman diadakan di berbagai daerah, bukan hanya satu daerah saja.
4. Inovatif
Menjalankan sociopreneur haruslah inovatif. Itu berarti bahwa seseorang yang menjalankan bisnis sosial harus memiliki berbagai ide untuk mencari jalan keluar dalam membantu permasalahan sosial di masyarakat.
5. Menerima Feedback dengan Baik
Dalam menjalankan bisnis sosial juga harus bisa menerima feedback dari berbagai kalangan dengan baik. Karena, menjalankan bisnis sosial ini akan melibatkan dan memberi dampak ke banyak orang.
Sehingga, feedback sangatlah penting untuk diterima, agar bisnis sosial dapat berjalan lebih baik lagi berdasarkan feedback-feedback yang masuk.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud sociopreneur?

Apa yang dimaksud sociopreneur?
Secara etimologi, sociopreneur adalah gabungan dari kata “social” dan “entrepreneur”. Dengan kata lain, sociopreneur adalah orang yang membangun bisnis dengan tujuan menyelesaikan isu sosial di masyarakat.
Bidang apa saja yang bisa dikembangkan oleh sociopreneurship?

Bidang apa saja yang bisa dikembangkan oleh sociopreneurship?
Sociopreneurship dapat dikembangkan untuk membantu masyarakat di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, UMKM, dan sebagainya.
Apa saja contoh kewirausahaan sosial di Indonesia?

Apa saja contoh kewirausahaan sosial di Indonesia?
Beberapa contoh sociopreneurship di Indonesia, di antaranya adalah Kitabisa.com, WeCare.id, Waste4Change, Jagatera, Du Anyam, dan lain sebagainya.
