Konten dari Pengguna

Apa yang Dilakukan saat Nilai Investasi Turun 15% dalam Sebulan? Ini Tipsnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas apa yang dilakukan saat nilai investasi turun 15% dalam sebulan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas apa yang dilakukan saat nilai investasi turun 15% dalam sebulan. Foto: Pexels

Saat mulai berinvestasi, seseorang tidak boleh hanya berfokus pada potensi keuntungan, tetapi juga harus diikuti dengan pemahaman mengenai risiko kerugian. Hal ini menjadi agar bisa menghadapi situasi yang menimbulkan pertanyaan, seperti “Apa yang dilakukan saat nilai investasi turun 15% dalam sebulan?”.

Pasalnya, penurunan nilai aset secara mendadak merupakan hal biasa. Oleh karena itu, mengontrol emosi dan memeriksa kembali kondisi keuangan menjadi langkah tepat sebelum mengambil keputusan.

Jenis Profil Risiko Investor

Ilustrasi mengenal jenis profil risiko investor. Foto: Pexels

Sebelum menentukan strategi saat portofolio anjlok, hal pertama yang perlu dipahami adalah mengenali tipe profil risiko investasi. Sebab, tingkat toleransi setiap orang terhadap penurunan nilai aset tentu berbeda-beda.

Mengacu pada buku Pengelolaan Perencanaan Keuangan: Strategi Cerdas dan Efektif Mengubah Keuangan Anda karya Susanti Widhiastuti, terdapat tiga tipe profil risiko investor, meliputi:

1. Profil Risiko Konservatif (Rendah)

  • Tujuan investasi untuk mempertahankan modal, likuiditas, dan pendapatan tetap.

  • Portofolio didominasi instrumen berpendapatan tetap, seperti deposito berjangka, reksa dana pasar uang, dan obligasi pemerintah.

  • Alokasi aset sebesar 70-80 persen instrumen berpendapatan tetap dan 20-30 persen saham defensif.

  • Fokus pada keamanan, diversifikasi, dan stabilitas pendapatan.

2. Profil Risiko Moderat

  • Tujuan investasi untuk pertumbuhan modal dalam jangka menengah hingga panjang, dengan toleransi terhadap risiko yang terbatas.

  • Portofolio terdiversifikasi dengan perpaduan instrumen berpendapatan tetap dan saham.

  • Alokasi aset sebesar 50-60 persen saham serta 40-50 persen obligasi dan instrumen berpendapatan tetap.

  • Menyeimbangkan potensi pertumbuhan dengan manajemen risiko yang baik.

3. Profil Risiko Agresif (Tinggi)

  • Tujuan investasi untuk pertumbuhan modal jangka panjang yang maksimal, dengan tolerasi terhadap risiko yang tinggi.

  • Portofolio didominasi oleh saham, dengan alokasi lebih tinggi pada saham berisiko, seperti saham emiten teknologi dan perusahaan rintisan (startup).

  • Alokasi aset sebesar 70-80 persen saham dan 20-30 persen instrumen berpendapatan tetap.

  • Berkonsentrasi pada potensi pertumbuhan jangka panjang, dengan pengawasan dan penyesuaian portofolio secara aktif.

Apa yang Dilakukan saat Nilai Investasi Turun 15% dalam Sebulan?

Setelah memahami profil risiko investasi, individu dapat menentukan tindakan yang tepat ketika nilai aset terus merosot. Sebagai rekomendasi, berikut adalah beberapa saran yang dapat diterapkan untuk menyikapi penurunan tersebut:

1. Memeriksa Kembali Kondisi Perusahaan

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah melihat apakah penurunan terjadi karena kinerja internal perusahaan yang memburuk atau hanya kepanikan pasar sesaat.

Jika kondisi perusahaan masih sangat bagus dan mempunyai masa depan cerah, maka pilihan untuk tetap menyimpan aset tersebut adalah langkah yang bijak.

2. Menggunakan Strategi Mencicil Kembali

Bagi investor yang berani mengambil risiko tinggi dan masih memiliki uang dingin, penurunan harga ini justru menjadi kesempatan emas untuk membeli aset dengan harga murah.

Strategi membeli kembali secara bertahap saat harga turun akan menurunkan rata-rata modal pembelian dalam jangka panjang.

3. Mempertimbangkan untuk Membatasi Kerugian

Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kinerja perusahaan memburuk atau ada aturan baru yang merugikan, maka tindakan menjual rugi (cut loss) perlu dipikirkan.

Langkah ini diambil demi menyelamatkan sisa uang yang ada agar tidak habis, karena harga yang terus merosot.

4. Mengatur Ulang Isi Portofolio

Menata kembali penempatan modal dengan memindahkan sebagian uang ke tempat yang lebih aman, seperti reksa dana pasar uang atau surat utang negara, bisa menjadi pilihan.

Cara ini sangat berguna untuk menjaga agar keseluruhan nilai investasi tidak turun terlalu tajam.

Baca Juga: Investasi Saya Terus Naik Turun, Apa yang Harus Saya Lakukan?

(MDP)