Konten dari Pengguna

Apakah Harga Emas Akan Naik Lagi dalam Waktu Dekat? Cek Prediksinya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas apakah harga emas akan naik lagi dalam waktu dekat. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas apakah harga emas akan naik lagi dalam waktu dekat. Foto: Pexels

Apakah harga emas akan naik lagi dalam waktu dekat, menjadi pertanyaan yang banyak dicari oleh investor yang ingin mengoptimalkan keuntungan. Tren pergerakan harga emas memang selalu dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi global dan domestik.

Meskipun terpengaruh oleh faktor-faktor tersebut, emas tetap dianggap sebagai instrumen safe heaven untuk melindungi nilai kekayaan. Hal ini menjadikan logam mulia sebagai pilihan dalam menjaga kestabilan portofolio investasi di tengah ketidakpastian.

Apakah Harga Emas Akan Naik Lagi dalam Waktu Dekat?

Ilustrasi memahami apakah harga emas akan naik lagi dalam waktu dekat. Foto: Pexels

Berdasarkan laporan JP Morgan Global Research pada Selasa, 9 Juni 2026, tren pergerakan harga emas dalam jangka pendek hingga panjang diperkirakan masih menyimpan potensi kenaikan yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, kebijakan suku bunga, dan akumulasi cadangan devisa.

1. Proyeksi Harga Emas dan Kondisi Teknis Pasar

JP Morgan memproyeksikan harga emas rata-rata berada pada angka USD5.300 per ons pada kuartal ketiga 2026. Kemudian, harganya berpotensi meningkat hingga USD6.000 per ons pada kuartal akhir 2026.

Kepala Base & Precious Metals JP Morgan Greg Shearer menjelaskan, pergerakan harga emas saat ini cenderung stagnan. Penyebabnya karena berada di antara rata-rata pergerakan 200 hari sebesar USD4.340 per ons dan tertahan di bawah rata-rata pergerakan 50 hari sebesar USD4.730 per ons.

2. Pengaruh Geopolitik dan Kebijakan Suku Bunga AS

Konflik geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian fiskal Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini berpotensi mendorong Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga.

Pengaruh geopolitik dan suku bunga ini pun turut membuat ketertarikan investor terhadap emas sempat mengalami penundaan sementara waktu. Tidak sedikit investor yang masih menunggu kejelasan penyelesaian konflik Iran, Israel, dan AS.

“Di tengah pergerakan yang stagnan ini, dan dengan meningkatnya kekhawatiran bahwa The Fed mungkin harus menanggapi inflasi yang didorong oleh sektor energi dengan kenaikan suku bunga, emas menjadi prioritas kedua bagi sebagian besar investor saat ini,” kata Shearer.

3. Peran Pembelian Emas oleh Bank Sentral Dunia

Pembelian emas oleh bank sentral secara global terus menjadi penopang utama penguatan harga logam mulia untuk jangka panjang. Namun, pembelian emas bersih yang dilaporkan pada kuartal pertama 2026 hanya berjumlah 16 ton.

Meskipun menunjukkan adanya penurunan volume, berdasarkan estimasi World Gold Council dari data pasar over-the-counter (OTC), pembelian emas oleh bank sentral sebenarnya justru naik menjadi 244 ton.

4. Analisis Potensi Pemulihan Harga

Sementara itu, melansir CBS News, pergerakan harga emas pada Agustus 2026 disebut sangat bergantung pada perkembangan situasi di kawasan Iran dan keputusan The Fed.

Presiden dan Manajer Portofolio di Midas Funds, Thomas Winmill, menilai jika ketegangan mereda dan inflasi melambat, maka harga emas berpeluang melanjutkan tren penguatan hingga menembus lebih dari USD5.000 per ons.

5. Peluang Investasi pada Kuartal Akhir Tahun

Analis senior SD Bullion, James Anderson, memperkirakan harga emas pada Agustus 2026 berada di rentang USD3.900 hingga USD4.350 per ons.

Angka ini disebut akan memasuki fase pemulihan pada kuartal keempat, akibat kombinasi faktor teknis dan menjelang Hari Buruh AS.

Dengan harga emas yang ada saat ini, investor dapat memanfaatkannya untuk mengamankan aset sebelum harganya kembali melonjak pada akhir 2026.

Cara Investasi Emas

Mengacu pada Fortune, terdapat berbagai pilihan instrumen investasi emas yang dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan dan kemudahan pengelolaan portofolio. Berikut beberapa cara umum untuk berinvestasi dalam emas:

  • Emas batangan (bullion).

  • Koin emas.

  • Perhiasan.

  • Kontrak berjangka emas.

  • Dana emas (gold funds) berupa Exchange-Traded Fund (ETF) atau reksa dana emas.

Baca Juga: Prediksi Harga Emas Tahun 2027 Menurut Bank Dunia hingga Lembaga Keuangan

(MDP)