Prediksi Harga Emas Tahun 2027 Menurut Bank Dunia hingga Lembaga Keuangan

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bank Dunia dan sejumlah lembaga keuangan internasional memberikan gambaran terkait prediksi harga emas tahun 2027. Laporan proyeksi tersebut menyoroti pergerakan komoditas logam mulia di tengah situasi geopolitik dan arah kebijakan ekonomi global.
Berbagai analisis menunjukkan potensi fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, inflasi, hingga permintaan aset aman (safe haven) oleh bank sentral. Hasil estimasi dari tiap lembaga ini memberikan gambaran yang beragam terkait harga emas pada 2027.
Prediksi Harga Emas Tahun 2027
Bank Dunia bersama sejumlah lembaga keuangan terkemuka dunia merilis proyeksi pergerakan harga komoditas emas pada 2027. Proyeksi ini disusun berdasarkan dinamika geopolitik, ketidakpastian kebijakan moneter, hingga tren permintaan pasar global. Berikut rinciannya.
1. Bank Dunia Memperkirakan Penurunan Harga Logam Mulia
Melansir laman resminya, indeks harga logam mulia versi Bank Dunia diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 8 persen pada 2027. Penurunan ini terjadi setelah pergerakan harga yang melonjak signifikan hingga 42 persen pada 2026.
Ekspektasi ini masih berpotensi melampaui perkiraan jika ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar keuangan kembali meningkat. Sebaliknya, pelemahan aktivitas industri di berbagai negara maju dapat menekan permintaan, sehingga harga bergerak lebih rendah.
2. HSBC Memproyeksikan Penyesuaian Perkiraan Harga Emas
Mengacu pada Reuters, HSBC merevisi perkiraan harga rata-rata emas 2027, dari semula USD5.000 menjadi USD4.925 per ons.
Penyesuaian ini dipicu oleh pergeseran kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) yang cenderung lebih agresif. Selain itu, perubahan ini akibat adanya penguatan mata uang dolar AS.
HSBC juga memperkirakan harga emas hingga akhir tahun 2027 bisa mencapai USD5.025 per ons. Tekanan penurunan harga dinilai relatif terbatas, karena pasar telah menyesuaikan diri dengan kondisi suku bunga tinggi dan defisit fiskal global.
3. Standard Chartered Memprediksi Pertumbuhan Jangka Panjang
Berdasarkan informasi dari laman Canadian Mining Report, Standard Chartered menetapkan target harga emas sebesar USD5.100 per ons pada pertengahan 2027. Proyeksi ini mencerminkan potensi kenaikan sekitar 25 persen yang didorong oleh tingginya permintaan.
Pembelian oleh bank sentral negara-negara berkembang dan peran emas sebagai pelindung nilai geopolitik menjadi pendorong utama kenaikan ini. Selain itu, pemulihan bertahap pada arus masuk dana Exchange-Traded Fund (ETF) diperkirakan turut menopang tren kenaikan.
4. JP Morgan Memperkirakan Tren Kenaikan Bertahap
JP Morgan Research memproyeksikan harga emas bergerak naik menuju kisaran USD6.300 per ons pada akhir 2027. Faktor pendorong utamanya, mencakup kekhawatiran terhadap inflasi jangka panjang, beban anggaran fiskal AS, dan ketidakpastian kebijakan ekonomi global.
Meskipun minat investor sempat mereda akibat fluktuasi suku bunga dan isu komoditas energi, fungsi emas sebagai alat diversifikasi portofolio dinilai tetap kuat.
“Di tengah pergerakan yang stagnan ini, dan dengan meningkatnya kekhawatiran bahwa The Fed mungkin harus menanggapi inflasi yang didorong oleh sektor energi dengan kenaikan suku bunga, emas menjadi prioritas kedua bagi sebagian besar investor saat ini,” kata Kepala Base & Precious Metals di JP Morgan Greg Shearer dalam keterangannya, Selasa, 9 Juni 2026.
Adapun rincian proyeksi harga emas JP Morgan untuk setiap kuartal pada 2027 berdasarkan data laporan terbaru 9 Juni 2026 sebagai berikut:
Prediksi baru sebesar USD6.200 per ons (kuartal I), USD6.250 per ons (kuartal II), USD6.300 per ons (kuartal III), USD6.300 per ons (kuartal IV), dengan rata-rata pada 2027 sebesar USD6.263 per ons.
Prediksi lama Februari 2026 mencatat perkiraan harga sebesar USD6.440 per ons (kuartal I), USD6.560 per ons (kuartal II), USD6.600 per ons (kuartal III), USD6.600 per ons (kuartal IV), dengan rata-rata pada 2027 sebesar USD6.550 per ons.
Persentase perubahan antara laporan baru dan laporan lama menunjukkan penurunan sebesar minus 4% (kuartal I), minus 5% (kuartal II), minus 5% (kuartal III), minus 5% (kuartal IV), dan minus 4% secara keseluruhan untuk tahun 2027.
Baca Juga: Kenapa Harga Emas Turun Terus? Ini Faktor yang Memengaruhinya
(MDP)
