Apakah Manajer Koperasi Merah Putih jadi Pegawai BUMN? Ini Penjelasannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertanyaan mengenai apakah manajer Koperasi Merah Putih jadi pegawai BUMN (Badan Usaha Milik Negara), kini menggema. Hal ini sejalan dengan rencana peluncuran awal atau soft launching sejumlah gerai koperasi di berbagai daerah pada Oktober mendatang.
Adapun Kementerian Koperasi (Kemenkop) menargetkan sekitar 17.288 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai beroperasi pada akhir September atau awal Oktober 2026.
Apakah Manajer Koperasi Merah Putih jadi Pegawai BUMN?
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria menegaskan, para manajer Kopdes Merah Putih tidak berstatus sebagai karyawan BUMN.
Dia menjelaskan, para manajer selama masa penugasan bakal terlebih dahulu memperoleh pembinaan untuk pengembangan koperasi. Dia menyebut para manajer nantinya akan ditugaskan di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).
Sementara itu, seluruh biaya untuk pelaksanaan penugasan akan ditanggung oleh negara.
“Sebetulnya, (para manajer) kan bukan pegawai BUMN ya. Nanti akan disampaikan, karena ini penugasan selama dua tahun itu dibina dulu,” kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 September 2026, seperti dikutip dari kumparanBISNIS.
Adapun sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menuturkan, para manajer KDKMP pada tahap awal akan berstatus pegawai Agrinas.
Menurut dia, para manajer akan dikontrak dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.
“Nanti setelah dua tahun akan menjadi petugas koperasi,” kata Zulhas dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026, seperti dikutip dari Antara.
Mengenai gaji, dia menyebut pembayaran selama masa kontrak akan dilakukan oleh Agrinas. Hal ini mengingat para manajer masih bekerja di bawah BUMN tersebut.
Soft Launching Mulai Oktober 2026
Sementara itu, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan, peluncuran awal Koperasi Desa Merah Putih dijadwalkan mulai Oktober 2026. Akan tetapi, dia belum merinci jumlah gerai KDKMP akan yang diluncurkan tersebut.
Dia mengatakan bahwa ada sekitar 23 ribu koperasi yang rampung dibangun. Dari angka tersebut, sekitar 17 ribu di antaranya tengah memasuki tahap verifikasi dan validasi (verval) sebelum secara resmi diserahterimakan kepada pemerintah desa/kelurahan.
“Dan mungkin bulan Oktober ini juga sudah mulai soft launching untuk operasionalnya,” ujar Ferry dalam Konferensi Nasional Perkebunan Rakyat II di Kantor Kemenkop, Jakarta, Senin, 21 September 2026.
Dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Kamis, 17 September 2026, Ferry sebelumnya mengungkap ada 17.288 koperasi yang telah mempunyai bangunan fisik.
KDKMP ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir September atau awal Oktober 2026.
Dia berdasar pada data dari Agrinas Pangan Nusantara yang disampaikan kepada Kemenkop. Selanjutnya, gerai KDKMP tersebut akan menjalani serangkaian proses, mulai dari verval, reviu, hingga serah terima, lalu dilanjutkan dengan operasional.
Baca Juga: Berapa Gaji Manajer Kopdes Merah Putih? Ini Penjelasannya
(MDP)
