Konten dari Pengguna

Barang Inferior: Definisi, Ciri-ciri, dan Contohnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi barang inferior. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi barang inferior. Foto: Unsplash

Dalam ilmu ekonomi, barang inferior adalah jenis barang yang permintaannya akan menurun ketika pendapatan konsumen meningkat.

Jadi, barang inferior akan dipilih ketika tingkat pendapatan masyarakat rendah. Namun ketika tingkat pendapatan masyarakat meningkat, permintaan atas barang inferior akan turun.

Oleh karena itu, barang inferior sering kali dianggap sebagai barang yang kurang berkualitas, karena konsumen cenderung menggantinya dengan barang yang lebih berkualitas ketika memiliki banyak uang.

Ciri-ciri Barang Inferior

Ilustrasi barang inferior. Foto: Unsplash

Untuk lebih memahami definisi di atas, berikut beberapa ciri-ciri barang inferior yang bisa diperhatikan.

  • Harga terjangkau. Barang inferior biasanya memiliki harga yang lebih rendah dibanding barang substitusinya yang lebih berkualitas.

  • Dipilih konsumen dengan pendapatan rendah. Barang-barang ini cenderung dibeli konsumen dengan pendapatan terbatas atau dalam situasi ekonomi yang sulit.

  • Pengganti barang berkualitas tinggi. Ketika pendapatan meningkat, konsumen akan lebih memilih barang yang lebih baik atau mahal sebagai pengganti barang inferior.

Namun, penting untuk diingat bahwa kategori barang inferior dapat bervariasi tergantung pada konteks dan preferensi individu. Sebagai contoh, di negara berkembang, beras dengan kualitas rendah mungkin dianggap sebagai barang inferior.

Sementara di negara maju, makanan cepat saji bisa menjadi contoh barang inferior. Perbedaan ini mencerminkan bagaimana faktor sosial, budaya, dan ekonomi memengaruhi persepsi dan konsumsi barang.

Baca Juga: Biaya Variabel: Pengertian, Contoh, dan Rumusnya

Contoh Barang Inferior

Ilustrasi barang inferior. Foto: Unsplash

Dikutip dari buku Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro oleh Akbar Jaya dan Jana Siti Nor Khasanah, berikut contoh barang inferior yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

1. Mi Instan

Mi instan sering kali dianggap sebagai barang inferior. Ketika seseorang memiliki pendapatan yang terbatas, mereka mengandalkan mi instan sebagai makanan utama karena harganya murah dan mudah diakses.

Namun, ketika pendapatan meningkat, orang lebih cenderung membeli makanan yang lebih berkualitas seperti daging segar atau makanan yang lebih sehat.

2. Transportasi Umum

Transportasi umum seperti bus atau kereta api juga bisa dianggap sebagai barang inferior. Bagi seseorang dengan pendapatan terbatas, menggunakan transportasi umum adalah pilihan yang terjangkau.

Namun, ketika pendapatan naik, orang cenderung beralih ke kendaraan pribadi, seperti mobil atau motor, sebagai alternatif yang lebih nyaman.

3. Pakaian Murah

Pakaian dengan harga murah, misalnya, yang dijual di pasar atau toko dengan kualitas rendah menjadi pilihan konsumen berpendapatan rendah.

Namun, saat pendapatan mereka meningkat, konsumen biasanya akan memilih pakaian berkualitas lebih tinggi, merek terkenal, atau yang lebih fashionable.

4. Perumahan Sederhana

Tinggal di rumah kontrakan merupakan pilihan bagi orang dengan pendapatan terbatas. Ketika pendapatan meningkat, mereka biasanya akan beralih ke rumah yang lebih besar, membeli properti sendiri, atau tinggal di lingkungan yang eksklusif.

(NDA)