Konten dari Pengguna

Beban Operasional Apa Saja? Ini Contoh Biayanya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi beban operasional perusahaan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi beban operasional perusahaan. Foto: Pexels

Beban operasional adalah salah satu komponen penting dalam laporan keuangan yang wajib diperhatikan oleh setiap pemilik usaha. Beban ini mencerminkan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendanai kegiatan operasi demi mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Dengan memahami jenis-jenis beban operasional, perusahaan dapat mengoptimalkan pengeluaran dan menerapkan strategi pengelolaan yang tepat. Berikut pengertian dan contoh apa saja yang termasuk dalam beban operasional.

Pengertian Beban Operasional

Ilustrasi beban operasional perusahaan. Foto: Pexels.com

Beban operasional adalah pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaaan dalam rangka menjalankan aktivitas operasi utama. Beban ini berbeda dari biaya produksi, karena tidak langsung terkait dengan pembuatan produk atau jasa.

Ini mencakup berbagai biaya seperti gaji dan upah karyawan, biaya sewa atau hipotek untuk gedung kantor atau fasilitas lainnya, biaya utilitas seperti listrik dan air, biaya pemasaran dan penjualan, serta biaya administrasi umum.

Baca Juga: Value Chain: Pengertian, Komponen, Cara Analisis, dan Manfaatnya

Beban Operasional Apa Saja?

Ilustrasi beban operasional perusahaan. Foto: Unsplash

Penggolongan beban operasional tergantung pada tujuan penggunaannya. Mengutip buku Manajemen Pembiayaan Pendidikan: Filosofi, Konsep, dan Aplikasi karya Prof. Dr. H. A. Rusdiana, M.M., terdapat dua macam beban operasional, di antaranya sebagai berikut.

1. Beban Pemasaran

Beban pemasaran adalah pengeluaran yang berasal dari kegiatan pemasaran atau kegiatan untuk menjual barang dan jasa perusahaan ke pembeli sampai dengan pengumpulan piutang menjadi kas.

Hal ini mencakup biaya yang menimbulkan pesanan dan biaya untuk melayani pesanan hingga diterima pembeli. Sesuai fungsi pemasaran, biaya pemasaran digolongkan menjadi:

  • Biaya pemasangan iklan, seperti pembuatan papan iklan, brosur, dan iklan lewat media massa.

  • Biaya penjualan, meliputi gaji penjualan, komisi, bonus, biaya perjalanan dinas, gaji kantor penjualan, perlengkapan kantor penjualan, biaya telepon penjualan.

  • Biaya penggudangan dan penyimpanan produk jadi yang meliputi gaji bagian gudang, reparasi dan pemeliharaan, penyusutan gudang dan peralatannya, asuransi gudang.

  • Biaya pengepakan dan pengiriman yang meliputi gaji pengepakan dan pengiriman, biaya perlengkapan pengepakan, dan biaya angkut barang.

  • Biaya penagihan kredit dan penagihan piutang.

  • Biaya administrasi penjualan yang mencakup gaji bagian administrasi, perlengkapan kantor, dan lain-lain.

2. Beban Aministrasi Umum

Beban administrasi umum, yaitu semua biaya yang terjadi untuk mendukung seluruh keperluan kantor. Adapun biaya yang termasuk dalam beban administrasi umum antara lain sebagai berikut.

  • Gaji dan upah, meliputi gaji karyawan, insentif dan bonus, premi lembur, pajak pendapatan, upah honoran, dan sebagainya.

  • Kesejahteraan karyawan, mencakup pengobatan karyawan, rekreasi dan olahraga, pendidikan.

  • Biaya reparasi dan pemeliharaan, meliputi reparasi dan pemerliharaan untuk peralatan kantor, alat transportasi, gedung.

  • Biaya penyusutan aktiva tetap, meliputi biaya pencetakan, alat tulis dan perlengkapan kantor, biaya listrik dan air, biaya telepon, dan lain-lain.

(SA)