Biaya Overhead: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Menghitungnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biaya overhead adalah bagian penting dari pengeluaran bisnis yang tidak terkait langsung dengan produksi, tetapi berguna untuk menjalankan operasional sehari-hari.
Biaya overhead sering kali disebut sebagai biaya tidak langsung karena mencakup pengeluaran yang tidak terkait langsung dengan produk, tetapi tetap harus dibayar agar bisnis tetap berjalan.
Berbeda dengan biaya langsung yang mudah diidentifikasi, biaya overhead mencakup berbagai pengeluaran yang bersifat pendukung tetapi krusial dalam keberlangsungan perusahaan.
Jenis-jenis Biaya Overhead
Menurut buku Akuntansi Biaya karangan Ervina Waty, dkk., biaya overhead terbagi menjadi tiga kategori yang diklasifikaskan berdasarkan fungsinya, yaitu.
1. Biaya Overhead Tetap (Fixed Overhead Costs)
Biaya overhead tetap adalah pengeluaran yang jumlahnya tidak berubah meskipun terdapat fluktuasi dalam volume produksi. Contohnya, biaya sewa bangunan, gaji karyawan administrasi, dan asuransi. Meski produksi naik atau turun, biaya ini tetap harus dikeluarkan setiap bulan.
2. Biaya Overhead Variabel (Variable Overhead Costs)
Biaya overhead variabel adalah biaya yang berubah-ubah sesuai dengan tingkat produksi. Misalnya, biaya listrik, air, dan bahan habis pakai di kantor atau pabrik. Semakin tinggi volume produksi, semakin besar pula biaya overhead variabel yang dikeluarkan.
3. Biaya Overhead Semi-Variabel (Semi-Variable Overhead Costs)
Biaya overhead semi-variabel adalah kombinasi antara biaya tetap dan variabel. Contohnya, gaji lembur atau biaya perawatan mesin. Pada titik tertentu, biaya ini bersifat tetap, tetapi akan meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas produksi.
Baca Juga: Biaya Akomodasi: Pengertian dan Jenis-jenisnya
Fungsi Menghitung Biaya Overhead
Menurut Fauziah Husain dalam bukunya yang bertajuk Buku Ajar Akuntansi Biaya, menghitung biaya overhead sangat penting untuk menentukan total biaya produksi dan menentukan harga jual produk.
Tanpa perhitungan overhead yang tepat, perusahaan bisa keliru dalam menilai profitabilitas dan efisiensinya. Selain itu, memahami biaya overhead membantu perusahaan dalam:
Mengontrol pengeluaran;
Mengidentifikasi area yang perlu dihemat; dan
Membuat keputusan yang lebih baik mengenai anggaran dan alokasi sumber daya.
Cara Menghitung Biaya Overhead
Cara menghitung biaya overhead adalah dengan mengidentifikasi total pengeluaran overhead selama periode tertentu, kemudian membaginya dengan dasar alokasi yang relevan, seperti total jam kerja karyawan atau jumlah unit produksi.
Misalnya, total biaya overhead bulanan adalah Rp100 juta dan bisnis tersebut menghasilkan 10.000 unit produk dalam satu bulan, maka biaya overhead per unit produk adalah:
Biaya Overhead Per Unit = Jumlah Unit Produksi / Total Biaya Overhead
= 10.000 / Rp100 juta
=Rp10.000 per unit
Melalui penghitungan ini, perusahaan dapat menetapkan harga produk yang sesuai dengan biaya overhead yang dikeluarkan, sehingga dapat mempertahankan margin keuntungan yang diharapkan.
(NDA)
