Biaya Renovasi Rumah Tipe 36, Ini Estimasinya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Renovasi rumah sering kali dilakukan pemilik rumah bila menginginkan perbaikan maupun sekadar memperoleh suasana baru pada tempat tinggal pribadi. Untuk mendapatkan renovasi rumah yang diharapkan, pemilik perlu memiliki perencanaan biaya yang matang.
Umumnya hal yang menjadi pertimbangan saat membuat rincian biaya renovasi rumah, antara lain, biaya bahan material bangunan hingga biaya tenaga pekerja.
Biaya Renovasi Rumah
Lingkup pekerjaan renovasi dapat bermacam-macam tergantung kebutuhan pemilik rumah. Semakin besar dan banyak lingkup renovasinya, semakin besar pula biaya yang diperlukan. Oleh karena itu, perencanaan estimasi anggaran renovasi penting dilakukan agar biaya tak membengkak.
Mengutip dari buku Ide Kreatif Renovasi Rumah (2009) oleh Santi hasan dan Anisah Utami, dalam membuat rencana anggaran biaya (RAB) untuk renovasi terdapat empat elemen utama, yaitu biaya pekerjaan persiapan, biaya pekerjaan struktur, biaya arsitektur, dan biaya mekanikal-elektrikal.
Pekerjaan struktur, arsitektur, dan pekerjaan mekanial-elektrikal dapat juga digolongkan ke dalam pekerjaan konstruksi.
Pemilik rumah bisa menyusun RAB sendiri untuk melakukan renovasi skala kecil. Namun, untuk renovasi skala besar, jasa profesional sebaiknya perlu dilibatkan. Sebagai gambaran, berikut kisaran biaya renovasi rumah yang Berita Bisnis rangkum dari berbagai sumber.
1. Biaya Tenaga Kerja
Beberapa tenaga kerja yang biasanya terlibat dalam proyek renovasi rumah adalah tukang borongan, kontraktor, dan arsitek atau desainer interior.
Mereka dapat disewa secara terpisah, tetapi tak jarang juga ditawakan satu paket. Apabila memilih menggunakan jasa kontraktor, kebutuhan akan tukang diserahkan ke mereka.
Cara pembayaran tukang umumnya dapat dilakukan secara harian atau borongan. Atau bisa juga diberikan secara berkala, misalnya, per tiga hari atau seminggu sekali di akhir pekan.
Untuk tukang sistem harian, biaya yang harus dikeluarkan mulai dari dari Rp100 hingga 200 ribu per hari per orang. Sedangkan pada sistem borongan, biaya dapat mencapai Rp1 hingga Rp2 juta per meter persegi.
Baca Juga: Mengenal Biaya IPL, Jenis-jenis, dan Cara Menghitungnya
2. Biaya Bongkar Rumah
Biaya ini termasuk ke dalam biaya pekerjaan persiapan rumah. Pemilik rumah perlu memperhitungkan biaya ini bila ingin melakukan renovasi total yang mengharuskan merombak seluruh bagian rumah.
Adapun total biaya untuk membongkar beberapa bagian penting rumah sebesar Rp155.000 per meter persegi.
3. Biaya Konstruksi
Biaya konstruksi mencakup komponen biaya pekerjaan fondasi, balok, kolom, pekerjaan dinding, pemasangan atap, pemasangan batu-bata, kusen, keramik, hingga pekerjaan finishing seperti pengecatan dinding dan atap.
Selain itu biaya konstruksi juga termasuk pemasangan instalasi listrik, air, telepon, beserta fitur-fitur pendukung seperti sakelar, titik lampu, dan AC.
Berikut estimasi renovasi rumah tipe 36 yang bisa dijadikan referensi.
Dak rumah dengan beton ready mix K225: Rp820.000 hingga Rp845.000 per m³
Struktur kolom 15×15 6D13 (3,8 meter): Rp4.900.000 per m³
Struktur balok 15×20 6D10 (2,6 meter): Rp4.900.000 per m³
Struktur sloof 15×20 6D10 (2,6 meter): Rp4.900.000 per m³
Pasang dinding hebel 10cm: Rp65.000 per m²
Plester dan acian instan: Rp55.000 per m²
Pondasi lantai 2: Rp315.000 per m²
Lantai (keramik, perekat, nat): Rp210.000 per m²
Rangka hollow dan plafon gypsum: Rp135.000 per m²
Rangka baja ringan: Rp150.000 per m²
Cat dinding interior: Rp1.200.000
Cat dinding plafon: Rp300.000
Instalasi plumbing dan sanitasi: Rp1.300.000
Instalasi listrik dan panel: Rp1.500.000
Untuk biaya konstruksi, maka estimasi biaya yang diperlukan dapat mencapai Rp126 hingga Rp144 juta.
(SA)
