Biaya Standar: Pengertian, Rumus, dan Contoh Perhitungannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biaya standar adalah perkiraan biaya untuk memproduksi produk berupa barang atau jasa yang ditetapkan perusahaan. Biaya ini akan dibandingkan dengan biaya aktual perusahaan.
Biaya standar dapat ditentukan dengan mengalkulasikan antara biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan, dan biaya overhead produksi. Melalui biaya ini, perusahaan dapat menentukan harga jual akhir dari suatu produk.
Untuk mengetahui informasi seputar biaya standar lebih lanjut, simak pembahasan selengkapnya di artikel Berita Bisnis berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Biaya Standar
Mengutip wallstreetmojo.com, biaya standar adalah estimasi biaya yang ditentukan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa. Estimasi ini didapatkan dari analisis historis data atau studi lainnya.
Biaya standar yang ditentukan perusahaan akan dibandingkan dengan biaya aktual untuk melihat selisihnya guna melihat variansnya.
Merujuk indeed.com, adanya varians menunjukkan adanya penyimpangan dari apa yang dicatat dalam rencana laba. Jika biaya aktual lebih besar dari biaya standar, manajemen dapat mengantisipasi laba yang lebih rendah dari yang diharapkan.
Namun, jika biaya aktual lebih kecil dari biaya standar, manajemen dapat mengantisipasi laba yang lebih tinggi dari perencanaan sebelumnya.
Dengan menggunakan nilai biaya standar, perusahaan dapat merencanakan anggaran produksi dan menentukan harga jual akhir suatu produk.
Baca Juga: Biaya Investasi Sesuai Instrumennya, Pahami agar Tak Keliru
Rumus Biaya Standar
Merujuk in.indeed.com, berikut rumus untuk menghitung biaya standar perusahaan:
Biaya standar = tenaga kerja langsung + biaya bahan + biaya overhead produksi
Adapun rumus untuk menghitung tiap elemen-elemennya di bawah ini:
Tenaga kerja langsung = tarif per jam karyawan x jumlah jam kerja x jumlah total unit
Biaya bahan = harga pasar per unit x jumlah total unit
Biaya overhead produksi = biaya overhead tetap + (biaya overhead produksi variabel x jumlah total unit)
Contoh Perhitungan Biaya Standar
Berikut contoh perhitungan biaya standar yang dikutip dari laman in.indeed.com:
Perusahaan ABC memproduksi selai buah. Perusahaan ini bersama pihak manajemen mengadakan rapat untuk memproduksi 300 buah selai di tahun mendatang. Mereka mengestimasi biayanya sebagai berikut:
Tenaga kerja langsung: Rp50.000 per jam
Bahan baku: Rp200.000 per buah
Biaya overheade produksi: Rp70.000 per buah
Waktu untuk memproduksi satu buahnya: 5 jam
Biaya overhead tetap: Rp1.000.000.
Dengan nilai-nilai yang ada, perusahaan ABC dapat menghitung biaya standar dengan dua tahap ini:
1. Menghitung Tiap Elemen
Untuk menghitung biaya standar, langkah pertama adalah menghitung tiap elemen. Berikut perhitungannya:
Biaya bahan baku = Rp200.000 (biaya per buah) x 300 (jumlah total buah) = Rp6.000.000.
Tenaga kerja langsung = Rp50.000 (tarif per jam karyawan) x 5 (jumlah jam untuk memproduksi satu buah) x 300 (jumlah total buah) = Rp75.000.000.
Biaya overhead produksi = Rp1.000.000 + Rp70.000 (biaya overhead produksi) x 300 (jumlah buah) = Rp22.000.000.
2. Menghitung Biaya Standar
Setelah menghitung biaya tenaga kerja langsung, bahan, dan overhead, tambahkan tiap elemennya seperti berikut ini:
Biaya standar = Rp6.000.000 (biaya bahan) + Rp75.000.000 (tenaga kerja langsung) + Rp22.00.000 (biaya overhead produksi)
Biaya standar = Rp103.000.000.
Perusahaan dapat memperkirakan biaya pembuatan satu buah selai dengan membagi biaya standar dengan jumlah total buah, yakni:
Biaya pembuatan satu buah selai = Rp103.000.000 : 300
Biaya pembuatan satu buah selai = Rp34.333.
(MQ)
