Biaya Tes Mantoux di Rumah Sakit dan Pusat Layanan Kesehatan Lainnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tes Mantoux atau tuberkulin adalah metode pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan bakteri penyebab penyakit tuberculosis (TB). Caranya dengan menyuntikkan larutan tuberkulin (protein kuman TB) di bawah kulit (intrakutan).
Menurut Dirjen Pelayanan Kesehatan RI, tes Mantoux dilakukan untuk mendeteksi keberadaan bakteri penyebab TBC di dalam tubuh seseorang. TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis.
Penyakit TBC ditularkan lewat dahak (droplets) dan paling sering menyerang paru, namun tetap dapat menyerang hampir semua organ tubuh. Apabila baru saja melakukan kontak langsung dengan penderita TBC, segera lakukan tes Mantoux.
Namun, sebelum mengunjungi rumah sakit atau pusat layanan kesehatan, sebaiknya simak informasi mengenai biaya tes Mantoux terlebih dahulu dalam uraian artikel di bawah ini.
Biaya Tes Mantoux
Berdasarkan informasi yang telah Berita Bisnis rangkum dari berbagai sumber, kisaran biaya tes Mantoux adalah Rp100.000 hingga Rp300.000. Biaya bisa saja bertambah apabila pasien membutuhkan penanganan lanjutan dan menebus obat.
Apabila berniat untuk tes Mantoux di rumah sakit atau pusat layanan kesehatan, sebaiknya Anda menyiapkan dana lebih untuk biaya tambahan yang mungkin diperlukan. Anda bisa siapkan dana lebih sekitar 20-30% dari biaya tes Mantoux yang telah ditetapkan.
Baca juga: Biaya Dokter THT 2023 di Puskesmas dan Rumah Sakit
Prosedur Tes Mantoux
Merujuk Centers for Diseas Control and Prevention, tes Mantoux dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan PPD tuberculin pada kulit lengan. Pasca penyuntikan, biasanya akan muncul benjolan kecil di permukaan kulit.
Dokter kemudian akan memberi tanda batas awal di sekeliling benjolan tersebut menggunakan spidol. Tujuannya agar dapat diketahui apabila terjadi perubahan ukuran benjolan. Dokter akan kembali memeriksa benjolan dalam kurun waktu 48-72 jam.
Jika benjolan tidak membesar, dapat disimpulkan bahwa hasil tes Mantoux negatif atau pasien tidak terpapar kuman TB. Sementara, hasil tes positif ditandai dengan penambahan ukuran benjolan, biasanya sekitar 5–10 mm dan terlihat adanya peradangan.
Hasil tes Mantoux positif artinya seseorang sedang atau sudah pernah terpapar kuman TB. Namun, hasil tes ini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat infeksi TB.
Jika pasien tidak kembali melakukan pemeriksaan setelah 48-72 jam, maka tes Mantoux perlu diulang dalam 1-3 minggu kemudian. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah melakukan tes Mantoux, yakni:
Hindari mengoleskan salep atau krim apa pun di area bekas suntikan.
Hindari menggosok atau menggaruk area bekas suntikan.
Hindari menutup area suntikan dengan plester atau perban.
Kompres dengan air dingin apabila muncul gelembung berisi air pada kulit.
(NDA)
