Konten dari Pengguna

Bisnis Digital: Definisi, Jenis, dan Manfaatnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menjalankan bisnis digital. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menjalankan bisnis digital. Foto: Unsplash

Di era digital saat ini, bisnis digital bisa menjadi peluang usaha yang menarik untuk dicoba. Bisnis digital adalah bentuk usaha yang dijalankan menggunakan teknologi digital.

Proses produksi, pemasaran, hingga penjualan produk atau layanan bisnis digital akan dilakukan menggunakan platform digital seperti situs web, media sosial, aplikasi mobile, atau perangkat lunak lainnya.

Bisnis ini pun tidak terbatas pada satu bidang saja, tetapi mencakup berbagai jenis usaha yang memanfaatkan Internet dan teknologi sebagai bagian utama dari operasionalnya.

Fokus utama dari bisnis digital adalah menjangkau konsumen melalui Internet dan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik, efisien, dan mudah diakses.

Jenis-jenis Bisnis Digital

Ilustrasi menjalankan bisnis digital. Foto: Unsplash

Mengutip buku Pengantar Bisnis Digital karangan Maidiana Astuti Handayani, dkk., berikut beberapa jenis bisnis digital yang populer di era saat ini.

1. E-commerce

E-commerce atau niaga elektronik adalah platform penjualan daring yang memungkinkan konsumen membeli barang atau jasa langsung melalui Internet. Contohnya adalah lokapasar (marketplace) besar seperti Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak.

2. Layanan Jasa Digital

Banyak bisnis digital menawarkan jasa seperti desain grafis, penulisan konten, konsultasi bisnis, atau pengembangan situs web. Layanan ini dapat dilakukan secara freelance atau berbasis proyek, dengan mengandalkan platform seperti Upwork atau Fiverr.

3. Konten Digital

Bisnis konten digital mencakup pembuatan konten seperti video, artikel, hingga siniar (podcast) yang bisa dimonetisasi melalui iklan, sponsorship, atau langganan premium. Contoh platform konten digital adalah YouTube, Spotify, dan Patreon.

4. Software as a Service (SaaS)

SaaS adalah model bisnis yang menyediakan software atau aplikasi berbasis cloud yang bisa diakses pengguna melalui langganan. Contohnya, Google Workspace, Adobe Creative Cloud, atau Zoom.

5. Affiliate Marketing dan Influencer Marketing

Affiliate marketing melibatkan promosi produk atau layanan perusahaan lain dengan imbalan komisi. Influencer marketing melibatkan kolaborasi dengan individu yang memiliki audiens besar di media sosial untuk mempromosikan produk atau jasa.

Baca Juga: Omnichannel: Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya bagi Bisnis

Manfaat Menjalankan Bisnis Digital

Ilustrasi menjalankan bisnis digital. Foto: Unsplash

Menurut Jogiyanto Hartono dalam bukunya yang bertajuk Bisnis Digital E-Commerce dan E-Business, manfaat bisnis digital bisa dirasakan baik dari sisi pengusaha maupun pelanggan. Berikut rinciannya.

Manfaat bagi Pengusaha

  • Bisnis dapat dilakukan dengan modal kecil.

  • Bisnis bisa dijalankan dari rumah saja.

  • Tidak membutuhkan banyak karyawan.

  • Penghematan biaya operasinal karena aktivitas rantai pasokan dapat dibuat efisien dan efektif.

  • Jaringan Internet dapat menjangkau pangsa pasar yang luas bahkan global lintas negara.

  • Pangsa pasar juga dapat ditingkatkan dengan menjual produk unik dan dipersonalisasikan dan dikustomisasikan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

  • Pengusaha mempunyai kesempatan untuk berinovasi menggunakan model bisnis baru.

Manfaat bagi Pelanggan

  • Transaksi bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja (ubiquitous).

  • Pelanggan dapat membandingkan harga dengan mudah dan cepat dari banyak penjual

  • Pelanggan bisa memperoleh rekomendasi dari pembeli sebelumnya secara daring melalui interaksi sosial

  • Pembelian barang dapat dilakukan secara digital.

  • Belanja lebih nyaman tanpa harus keluar rumah.

(NDA)