Konten dari Pengguna

Bullish: Pengertian dan Ciri-cirinya pada Pasar Saham

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bullish dalam saham. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bullish dalam saham. Foto: Pexels

Untuk menentukan keputusan investasi saham yang tepat, seorang investor perlu melakukan analisis tren. Hal ini untuk mengetahui arah pergerakan data dari waktu ke waktu.

Saat melakukan analisis tren saham akan terdapat beberapa kemungkinan, salah satunya terjadi tren naik atau yang dikenal dengan istilah bullish. Untuk mengetahui lebih mendalam seputar apa itu yang dimaksud dengan bullish, simak pembahasan selengkapnya pada uraian berikut ini.

Apa Itu Bullish?

Ilustrasi bullish dalam saham. Foto: Pexels

Bullish merupakan salah satu fase dalam perkembangan harga saham. Mengutip dari buku berjudul Buku Ajar Statistik Ekonomi yang disusun oleh Akka Latifah Jusnidienar, bullish adalah kondisi ketika pasar keuangan dan aset bergerak naik dan terus meningkatkan harga saham atau aset selama periode tertentu.

Fase ini umumnya akan mendorong perusahaan melakukan ekspansi seperti membantu pabrik baru dan memperluas jaringan distribusi, sehingga dapat menciptakan banyak lapangan pekerjaan.

Pada data ekonomi, ini akan menunjukkan perkembangan positif seperti pertumbuhan ekonomi yang meningkat, penurunan angka pengangguran, tingkat inflasi yang terkendali, dan peningkatan daya beli masyarakat.

Selain itu, terjadinya bullish juga memberikan analisis positif untuk prospek investasi. Data-data positif akan mengundang banyak investor untuk masuk ke pasar saham. Banyaknya investor asing yang masuk ke pasar saham dalam negeri dapat turut mendorong kenaikan harga saham.

Kenaikan pasar saham menjadi kondisi yang sangat menyenangkan bagi semua investor. Oleh karena itu, saat pasar tren naik, maka posisi transaksi yang dianjurkan adalah membeli saham.

Baca Juga: Bank Investasi: Pengertian, Fungsi, dan Jenis Layanannya

Ciri-ciri dari Fase Bullish

Ilustrasi bullish dalam saham. Foto: Pexels

Fase bullish dapat terjadi selama berbulan-bulan, bahkan lebih dari satu tahun. Selama kenaikan pasar saham didukung dengan perkembangan data fundamental yang positif, maka fase bullish masih dalam kondisi yang sehat.

Data yang dapat menunjukkan fase bullish dikatakan sehat di antaranya data laporan keuangan perusahaan dan data makro ekonomi.

Sebagai contoh, sebagian besar emiten mulai mencatat peningkatan penjualan dan laba, perekonomian bergerak ke pasar yang positif, sentimen di pasar menguntungkan, dan siklus investasi telah dimulai.

Dalam buku Siklus Pasar Saham karya Raymond Budiman disebutkan bahwa terdapat beberapa ciri dari fase bullish yang bisa dikenali, yakni sebagai berikut.

  • Harapan positif terhadap perekonomian.

  • Kenaikan pasar saham didukung dengan perkembangan data fundamental positif.

  • Semua berita dan analisis yang positif.

  • Terjadi aliran dana masuk yang signifikan (capital inflow)

(SA)