CAGR: Pengertian, Cara Hitung, dan Manfaatnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

CAGR adalah singkatan dari Compound Annual Growth Rate. Jika dalam bahasa Indonesia, CAGR dikenal sebagai Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk.
Mengutip buku Fundamental vs Technical terbitan PT Elex Media Komputindo, CAGR berfungsi untuk mengukur pertumbuhan suatu nilai investasi seolah-olah nilai tersebut mengalami tingkat pertumbuhan yang sama setiap tahunnya.
Meskipun tidak menunjukkan fluktuasi tahunan yang sebenarnya, CAGR memberikan gambaran rata-rata yang lebih stabil dan konsisten untuk mengukur return dalam jangka panjang.
Cara Menghitung CAGR
Berdasarkan informasi yang dituliskan dalam laman Investopedia, cara menghitung CAGR dapat menggunakan rumus berikut:
CAGR = (Nilai Akhir / Nilai Awal)^1/n - 1
Keterangannya:
Nilai Akhir = Nilai investasi pada akhir periode
Nilai Awal = Nilai investasi pada awal periode
n = Jumlah tahun atau periode waktu investasi
Agar semakin memahami cara menghitung CAGR di atas, berikut contoh perhitungannya yang bisa disimak.
Jika Ibu Amalia memiliki investasi awal sebesar Rp10 juta dan nilai akhirnya menjadi Rp20 juta setelah 5 tahun, maka:
CAGR = (Nilai Akhir / Nilai Awal)^1/n - 1
= (20.000.000 / 10.000.000)^1/5 - 1
= (2)^0,2 - 1
= 0,1487 atau 14,87%
Artinya, rata-rata pertumbuhan investasi tersebut adalah 14,87% per tahun.
Baca Juga: Delisting Saham: Pengertian dan Penyebab Terjadinya
Manfaat CAGR dalam Investasi
Dirangkum dari laman Corporate Finance Institute (CFI), CAGR memiliki beberapa kegunaan penting dalam analisis keuangan dan investasi. Berikut di antaranya.
1. Mengukur Pertumbuhan Investasi Secara Rata-Rata
CAGR memberikan gambaran pertumbuhan yang lebih konsisten untuk sebuah aset dalam periode waktu tertentu. Ini sangat berguna dalam mengevaluasi return dari saham, reksa dana, atau investasi jangka panjang lainnya.
2. Membandingkan Kinerja Investasi
CAGR memungkinkan investor untuk membandingkan kinerja antara dua atau lebih investasi yang berbeda. Misalnya, jika seorang investor memiliki dua jenis investasi dengan periode yang sama, ia dapat membandingkan CAGR masing-masing untuk melihat mana yang lebih menguntungkan.
3. Merencanakan Investasi di Masa Depan
CAGR membantu dalam merencanakan target investasi ke depan. Investor dapat menghitung berapa CAGR yang dibutuhkan untuk mencapai nilai investasi yang diinginkan dalam jangka waktu tertentu.
4. Menganalisis Pertumbuhan Bisnis
Selain digunakan dalam investasi, CAGR juga juga dipakai untuk mengevaluasi pertumbuhan bisnis, seperti pertumbuhan pendapatan atau laba perusahaan selama beberapa tahun. Ini membantu manajemen untuk mengevaluasi kinerja dan merencanakan strategi ke depan.
(NDA)
