Konten dari Pengguna

Cara Beli ORI030, Syarat, Timeline, hingga Keuntungannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi memahami cara beli ORI030. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memahami cara beli ORI030. Foto: Pexels

Memahami cara beli ORI030 perlu dilakukan oleh calon investor perseorangan berstatus warga negara Indonesia (WNI). Pasalnya, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi membuka masa penawaran Obilgasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 pada Senin, 6 Juli 2026 pukul 09.00 WIB.

Melansir laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, ORI hadir dalam dua pilihan jangka waktu, yaitu ORI030T3 dan ORI030T6.

Seri ORI kedelapan yang diterbitkan pemerintah ini penjualannya dilakukan secara daring (online) melalui mitra distribusi di pasar perdana.

Timeline ORI030

Ilustrasi memahami timeline ORI030. Foto: Pexels

Adapun rincian linimasa (timeline) penetapan kupon hingga jatuh tempo ORI030 sebagai berikut:

  • Penetapan kupon: 3 Juli 2026.

  • Pembukaan masa penawaran ORI030T3 dan ORI030T6: 6 Juli 2026 pukul 09.00 WIB.

  • Penutupan: 30 Juli 2026 pukul 10.00 WIB.

  • Penetapan hasil penjualan: 3 Agustus 2026.

  • Setelmen/penerbitan: 5 Agustus 2026.

  • Pembayaran kupon pertama: 15 September 2026.

  • Jatuh tempo ORI030T3: 15 Juli 2029.

  • Jatuh tempo ORI030T6: 15 Juli 2032.

Syarat Beli ORI030

ORI030 merupakan obligasi berbentuk tanpa warkat (scripless) yang dapat diperdagangkan antarinvestor domestik.

Instrumen investasi ini diklaim aman, karena pembayaran pokok dan kuponnya dijamin 100 persen oleh negara berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2026 tentang Surat Utang Negara (UU SUN).

Calon investor yang berminat membeli ORI030 harus memenuhi ketentuan berikut:

  • Individu atau perseorangan WNI yang telah memiliki kartu tanda penduduk (KTP) (pembelian di pasar perdana).

  • Investor domestik, baik individu maupun institusi (pembelian di pasar sekunder).

  • Minimal pembelian Rp1 juta.

  • Maksimum pembelian Rp5 miliar untuk ORI030T3 dan Rp10 miliar untuk ORI030T6.

Cara Beli ORI030

Proses pembelian ORI030 dilakukan secara online melalui e-SBN dengan tahapan sebagai berikut:

1. Pilih Mitra Distribusi

  • Akses laman ORI DJPPR Kemenkeu melalui tautan (link) djppr.kemenkeu.go.id/obligasinegararitel.

  • Gulir layar hingga menemukan opsi “Investasi Sekarang”.

  • Pilih salah satu mitra distribusi dengan menekan tombol “Mulai Berinvestasi”.

2. Registrasi

  • Selanjutnya, registrasi melalui sistem elektronik mitra distribusi.

  • Masukkan informasi paling kurang berupa kode nomor tunggal identitas pemodal atau single investor identification (SID), nomor rekening dana, dan nomor rekening surat berharga yang dimiliki.

  • Bagi calon investor ORI030 yang belum mempunyai SID, rekening dana, dan/atau rekening surat berharga, dapat menghubungi mitra distribusi untuk dibantu pembuatannya.

  • Sebelum melakukan registrasi, calon investor harus membaca serta menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku.

3. Pemesanan

  • Setelah registrasi berhasil, investor melakukan pemesanan melalui sistem elektronik mitra distribusi.

  • Pemesanan ORI030 yang telah terverifikasi akan memperoleh kode pembayaran.

4. Pembayaran

  • Pembayaran dapat dilakukan melalui 97 bank, pos, atau lembaga persepsi dengan berbagai saluran, seperti teller bank, mesin anjungan tunai mandiri (ATM), internet banking, mobile banking (m-banking), atau kanal resmi lainnya.

  • Batas waktu pembayaran adalah 3 jam.

  • Selanjutnya, investor memperoleh nomor transaksi penerimaan negara (NTPN) dan notifikasi penyelesaian pemesanan.

5. Konfirmasi

  • Setelah pembayaran berhasil, investor menerima bukti konfirmasi pemesanan SBN ritel ORI030.

  • Bukti pembayaran dapat dilihat di sistem elektronik mitra distribusi atau surel (email) yang terdaftar.

Keuntungan Beli ORI030

Sebagai salah satu instrumen SBN yang diterbitkan pemerintah, investasi di ORI030 menawarkan sejumlah keuntungan, antara lain:

  • Pembayaran kupon dan pokok sampai dengan jatuh tempo dijamin oleh UU SUN serta dananya disediakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahunnya.

  • Pada saat diterbitkan (pasar perdana), kupon ditawarkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

  • Kupon dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sampai pada waktu jatuh tempo.

  • Kupon dibayar setiap bulan.

  • Dapat diperdagangkan di pasar sekunder melalui mekanisme bursa, transaksi di luar bursa (over the counter), dan/atau melalui sistem electronic trading platform (ETP).

  • Tersedianya informasi harga yang wajar atau sedang terjadi di pasar sekunder dari mitra distribusi atau pihak lain yang bekerja sama dengan mitra distribusi.

  • Kemudahan akses untuk melakukan transaksi pembelian melalui sistem elektronik.

  • Berpotensi memperoleh keuntungan apabila ORI030 dijual pada harga yang lebih tinggi daripada harga beli setelah memperhitungkan biaya transaksi di pasar sekunder.

  • Dapat dipinjamkan atau dijaminkan kepada pihak lain, di antaranya jaminan dalam pengajuan pinjaman pada bank umum, lembaga keuangan lainnya, atau jaminan dalam rangka transaksi efek. Kebijakan peminjaman atau penjaminan ORI mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku pada masing-masing pihak.

  • Dengan berinvestasi pada ORI030T3 dan ORI030T6, masyarakat memperoleh kesempatan untuk berkontribusi dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

  • Pajak yang dikenakan atas kupon ORI adalah Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 10 persen, lebih rendah bila dibandingkan dengan pajak atas deposito sebesar 20 persen.

Perlu dipahami bahwa informasi mengenai cara beli ORI030, syarat, timeline, hingga keuntungannya di atas adalah murni untuk edukasi. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Baca Juga: Jadwal SBN Tahun 2026, Ada 8 Surat Utang Negara yang Bisa Dibeli

(MDP)