Konten dari Pengguna

Jadwal SBN Tahun 2026, Ada 8 Surat Utang Negara yang Bisa Dibeli

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi memahami jadwal SBN tahun 2026. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memahami jadwal SBN tahun 2026. Foto: Pexels

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), resmi merilis jadwal SBN tahun 2026. Namun, jadwal tersebut bersifat tentatif atau masih dapat berubah dengan menyesuaikan keputusan terbaru pemerintah.

Total terdapat delapan Surat Berharga Nasional (SBN) ritel yang masa penawarannya telah berlangsung sejak akhir Januari 2026 lalu. Sementara itu, pada awal Juli 2026, pemerintah melalui Kemenkeu akan membuka periode penawaran Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030.

Jadwal SBN Tahun 2026

Ilustrasi memahami jadwal SBN tahun 2026. Foto: Pexels

Mengacu pada unggahan akun Instagram DJPPR Kemenkeu, @djpprkemenkeu, Jumat, 9 Januari 2026, berikut jadwal masa penawaran delapan SBN ritel pada 2026:

  • ORI029: 26 Januari - 19 Februari 2026.

  • SR024: 6 Maret - 15 April 2026.

  • ST016: 8 Mei - 3 Juni 2026.

  • ORI030: 6 - 30 Juli 2026.

  • SR025: 21 Agustus - 16 September 2026.

  • SWR007: 4 September - 21 Oktober 2026.

  • SBR015: 28 September - 22 Oktober 2026.

  • ST07: 6 November - 2 Desember 2026.

Cara Investasi SBN Tahun 2026

Berikut panduan berinvestasi SBN ritel secara mudah:

  • Lakukan registrasi dan buat single investor identification (SID) di mitra distribusi yang terdaftar.

  • Pilih seri SBN ritel sesuai dengan kebutuhan.

  • Catat jadwal penerbitan.

  • Lakukan investasi sesuai dengan jadwal masa penawaran.

Pemerintah Targetkan Raup hingga Rp170 T dari SBN

Adapun Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surat Utang Negara (SUN) DJPPR Kemenkeu Novi Puspita Wardani mengatakan, pemerintah sebenarnya tidak pernah menetapkan angka pasti target penerbitan SBN ritel. Namun, pemerintah biasanya hanya menggunakan rentang acuan.

Pada 2025, target penerbitan berada di kisaran Rp150 triliun hingga Rp170 triliun. Sementara itu, realisasinya mencapai Rp153 triliun.

“Tahun ini berapa (targetnya)? Saya sampaikan sekitar Rp150 triliun hingga Rp170 triliun,” kata Novi dalam Media Briefing di Kantor Kemenkeu, Senin, 26 Januari 2026, seperti dikutip dari kumparanBISNIS.

Lebih lanjut, Novi memastikan bahwa penawaran SBN ritel akan berlangsung hampir sepanjang tahun. Jeda di setiap seri juga relatif singkat, yakni sekitar 1-2 minggu. Dengan pola ini, menurut dia, investor bisa mengatur aktivitas pembelian secara bertahap sesuai kondisi keuangan.

Tak hanya membeli ketika periode penawaran awal, investor juga dapat memperoleh SBN ritel di pasar sekunder untuk seri yang diperdagangkan. Misalnya, ORI dan Sukuk Ritel tetap dapat dibeli walaupun masa penawaran perdananya sudah selesai.

“Jadi, kalau tidak dapat kesempatan pasar perdana, pasar sekunder juga bisa,” ucap Novi.

Terkait jadwal SBN tahun 2026, dia menyebut hal tersebut masih bersifat sementara. Kendati demikian, jadwal itu bisa menjadi gambaran bagi investor untuk menyiapkan dana.

“Jadwalnya masih tentatif. Tapi biasanya, kalaupun bergeser, ya geser satu-dua hari saja,” ujar Novi.

Baca Juga: Jadwal Penawaran SBN ORI030 yang Perlu Dipahami, Cek Informasinya

(MDP)