Konten dari Pengguna

Cara Membuat Laporan Keuangan di Excel dengan Mudah

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membuat laporan keuangan di Excel. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membuat laporan keuangan di Excel. Foto: Pexels

Cara membuat laporan keuangan di Excel adalah salah satu keterampilan yang perlu dikuasai oleh pemilik usaha, akuntan, atau siapa saja yang ingin mengelola keuangan dengan lebih efektif.

Itu karena Excel menyediakan berbagai alat dan fitur yang memudahkan pembuatan laporan keuangan, seperti fungsi matematika, format tabel, dan grafik.

Untuk membuat laporan keuangan di Excel, di bawah ini akan diuraikan langkah-langkahnya mulai dari persiapan data hingga penyajian laporan yang profesional.

Cara Membuat Laporan Keuangan di Excel

Ilustrasi membuat laporan keuangan di Excel. Foto: Pexels

Dikutip dari buku MS Excel untuk Mengatur Keuangan oleh Jubilee Enterprise, berikut cara membuat laporan keuangan di Excel yang bisa Anda jadikan panduan.

1. Persiapan Data

Langkah pertama dalam membuat laporan keuangan di Excel adalah mengumpulkan semua data keuangan yang diperlukan. Data ini bisa berupa catatan pendapatan, pengeluaran, aset, dan kewajiban. Pastikan data yang Anda miliki lengkap dan akurat, karena ini akan menjadi dasar dari laporan keuangan yang akan dibuat.

2. Membuat Sheet Khusus untuk Setiap Komponen Laporan

Dalam Excel, sebaiknya Anda membuat sheet (lembar kerja) terpisah untuk setiap komponen laporan keuangan, seperti:

  • Laporan Laba Rugi: Menampilkan pendapatan dan beban untuk mengetahui laba atau rugi selama periode tertentu.

  • Neraca: Menunjukkan posisi keuangan perusahaan, termasuk aset, kewajiban, dan ekuitas.

  • Arus Kas: Menggambarkan aliran masuk dan keluar kas selama periode tertentu.

Dengan membagi laporan ke dalam sheet yang berbeda, Anda dapat dengan mudah mengorganisasi data dan meminimalkan risiko kesalahan.

3. Memasukkan Data Keuangan ke Excel

Setelah mempersiapkan sheet, langkah berikutnya adalah memasukkan data keuangan. Berikut cara melakukannya.

  1. Laporan Laba Rugi: Buat kolom untuk pendapatan dan beban. Masukkan jumlah total dari setiap sumber pendapatan dan beban yang relevan. Kurangkan total beban dari total pendapatan untuk mendapatkan laba atau rugi.

  2. Neraca: Buat kolom untuk aset, kewajiban, dan ekuitas. Pastikan total aset sama dengan total kewajiban ditambah ekuitas.

  3. Arus Kas: Masukkan aliran kas dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan. Hitung total kas bersih yang dihasilkan atau digunakan.

Baca Juga: 10 Cara Membuat Laporan Keuangan dengan Siklus Akuntansi

4. Menggunakan Fungsi Excel untuk Menghitung Total dan Subtotal

Excel memiliki berbagai fungsi yang bisa Anda gunakan untuk menghitung total dan subtotal, seperti.

  • SUM: Untuk menjumlahkan nilai dalam sebuah range.

  • SUBTOTAL: Untuk menghitung total sementara atau subtotal, terutama jika Anda menggunakan filter.

  • IF: Untuk membuat pernyataan kondisi, misalnya, untuk menghitung laba jika pendapatan lebih besar dari beban.

Misalnya, Anda bisa menggunakan fungsi = SUM(B2) untuk menjumlahkan nilai dari sel B2 hingga B10.

5. Mengatur Format Tabel dan Angka

Setelah semua data dan perhitungan dimasukkan, langkah berikutnya adalah mengatur format tabel dan angka untuk membuat laporan lebih mudah dibaca. Berikut panduannya.

  1. Format Angka: Gunakan format mata uang untuk angka yang mewakili uang, seperti pendapatan atau beban. Pilih sel yang ingin diformat, klik kanan, dan pilih "Format Cells," kemudian pilih "Currency."

  2. Border dan Warna: Tambahkan garis tepi dan warna latar belakang untuk membuat tabel lebih profesional. Ini dapat dilakukan melalui menu "Home" di bagian "Font" dan "Fill Color."

6. Membuat Grafik untuk Visualisasi Data

Untuk membantu visualisasi data keuangan, Anda bisa menambahkan grafik di Excel. Beberapa jenis grafik yang umum digunakan dalam laporan keuangan antara lain.

  • Pie Chart: Untuk menunjukkan proporsi dari total, misalnya, untuk menggambarkan distribusi beban.

  • Bar Chart: Untuk membandingkan nilai antara kategori yang berbeda.

  • Line Chart: Untuk menunjukkan tren dari waktu ke waktu, seperti perubahan pendapatan bulanan.

Pilih data yang ingin Anda visualisasikan, kemudian pilih "Insert" dan pilih jenis grafik yang sesuai.

7. Menyimpan dan Membagikan Laporan

Setelah laporan keuangan selesai dibuat, pastikan untuk menyimpannya dengan format yang tepat. Excel memungkinkan penyimpanan fail dalam format .xlsx atau .xls. Selain itu, penyimpanan juga dapat memudahkan berbagi dengan pihak lain.

(NDA)