Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Aset Pajak Tangguhan pada Perusahaan

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghitung aset pajak tangguhan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghitung aset pajak tangguhan. Foto: Pexels

Aset pajak tangguhan merupakan komponen penting dalam manajemen pajak perusahaan. Menghitung aset pajak tangguhan dapat membantu perusahaan dalam mengelola kewajiban pajak secara lebih efektif.

Adapun yang dimaksud dengan pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan yang dapat dipulihkan pada periode masa depan. Hal ini dapat terjadi karena perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan sisa kompensasi kerugian. Untuk mengetahui cara menghitung pajak tangguhan, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Aset Pajak Tangguhan

Ilustrasi cara menghitung aset pajak tangguhan. Foto: Pexels

Aset pajak tangguhan berkaitan dengan kelebihan pembayaran atau pembayaran pajak di muka. Ini dapat terjadi ketika otoritas pajak mengakui pendapatan atau beban pada waktu yang berbeda dari periode yang diakui perusahaan sebagai standar akuntansi.

Aset pajak tangguhan juga dapat mengurangi penghasilan kena pajak suatu perusahaan di masa depan. Beban pajak ini dapat dibandingkan dengan sewa yang dibayar di muka atau premi asuransi yang dapat dikembalikan.

Mekipun tak lagi memiliki uang tunai, suatu perusahaan mempunyai nilai yang sebanding dan hal ini harus tercemin dalam laporan keuangannya.

Mengutip dari buku dengan judul Manajemen Pajak: Teori, Strategi, dan Implementasi karya Lawe Anasta, dkk, aset pajak tangguhan mengacu pada pajak penghasilan yang dapat dipulihkan pada periode masa depan sebagai akibat adanya:

  • Perbedaan temporer yang boleh dikurangkan.

  • Akumulasi rugi pajak belum dikompensasi.

  • Akumulasi kredit pajak belum dimanfaatkan, dalam hal peraturan perpajakan mengizinkan.

Baca Juga: Biaya Overhead: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Menghitungnya

Cara Menghitung Aset Pajak Tangguhan

Ilustrasi cara menghitung aset pajak tangguhan. Foto: Pexels

Mengutip dari buku yang berjudul Akuntansi Perpajakan oleh Muhammad Hidayat, dkk, berikut cara menghitung aset pajak tangguhan pada perusahaan.

PT Suka pada 2023 memiliki data sebagai berikut:

  • Data penjualan furnitur tahun 2023 sebesar Rp65.000.000.000

  • Laba komersial tahun 2023 sebesar Rp4.500.000.000

  • Koreksi fiskal positif atas biaya penyusutan sebesar Rp500.000.000, karena biaya penyusutan menurut fiskal diakui lebih besar daripada menurut komesial.

Untuk menghitungnya, penting untuk mencari terlebih dahulu besaran laba fiskal dengan menambahkan laba komersial dengan koreksi fiskal atas biaya penyusutan, yaitu Rp4.500.000.000 + Rp500.000.000= Rp5.000.000.000.

Selanjutnya, hitung PPh Badan terutang:

= Rp5.000.000.000 x 22 persen

= Rp1.100.000.000

Jika tidak ada koreksi fiskal atas penyusutan PPh Badan yang terutang, penghitungannya dapat dilakukan dengan cara:

= Rp4.500.000.000 x 22 persen

= Rp999.0000.000

Dengan demikian, aset pajak tangguhan pada perusahaan diketahui dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

= Penyusutan PPh Badan - PPh Badan Terutang

= Rp1.100.000.000 - Rp990.000.000

= Rp110.000.000

Jadi, aset pajak tangguhan PT Suka adalah sebesar Rp110.000.000.

(SA)