Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Biaya Produksi per Unit Produk

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi biaya produksi per unit. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi biaya produksi per unit. Foto: Pexels

Biaya produksi (cost of production) atau biasa disebut juga sebagai biaya manufaktur merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan oleh perusahaan saat melakukan produksi.

Pengusaha perlu menghitung biaya produksi dengan cermat agar dapat mengambil keputusan bisnis dan memperoleh keuntungan yang optimal. Hal ini juga penting untuk membantu menentukan harga jual produk yang tepat.

Supaya bisa memahami cara menghitung biaya produksi dengan baik, simak rumus dan contoh soal penerapannya yang dijabarkan berikut ini.

Apa Itu Biaya Produksi?

Ilustrasi biaya produksi per unit. Foto: Pexels

Biaya produksi merupakan semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk memproduksi barang maupun jasa.

Menghitung biaya produksi menjadi hal yang wajib dilakukan oleh seorang pebisnis karena berkaitan dengan seluruh kegiatan produksinya. Tujuan melakukan penghitungan ini adalah untuk membantu perusahaan dalam memutuskan harga jual produk.

Dengan begitu, produk yang akan dipasarkan memiliki harga jual yang tepat dan perusahaan juga bisa mendapatkan keuntungan. Mengutip dari buku berjudul Penganggaran Perusahaan karya M.A Alfian Pamungkas, dkk, berikut komponen dalam biaya produksi.

  • Biaya bahan baku adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan selama proses produksi untuk mendapatkan bahan utama untuk mengolah sebuah produk.

  • Biaya tenaga kerja langsung adalah anggaran yang diperlukan oleh perusahaan untuk membayar gaji karyawan pada bagian produksi.

  • Biaya overhead pabrik adalah biaya yang terjadi pada departemen produksi selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya ini sering muncul karena adanya biaya bahan tambahan, pengawasan produksi, dan pajak.

Baca Juga: Cara Menghitung Biaya Ekspor Berdasarkan Komponennya

Cara Menghitung Biaya Produksi per Unit

Ilustrasi biaya produksi per unit. Foto: Pexels

Rumus biaya produksi penting untuk diketahui oleh pengusaha dan manajer produksi agar dapat menghitung biaya produksi dengan akurat dan efektif.

Berikut rumus untuk menghitung biaya produksi yang perlu diketahui.

Biaya produksi = Biaya Material Langsung + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung + Biaya Overhead Pabrik

Contoh soal:

Sebuah perusahaan manufaktor memproduksi saus sambal dan tomat dengan output barang jadi sebesar 4 ribu pak selama setahun. Berikut adalah rincian biaya produksi saus dalam periode produksi tersebut.

  • Biaya pembelian bahan baku: Rp8 juta

  • Biaya gaji karyawan langsung: Rp4 juta

  • Biaya upah sekuriti: Rp2 juta

  • Biaya sewa pabrik: Rp2 juta

Cara menghitung biaya produksi dilakukan dengan menjumlahkan seluruh biaya yang dibutuhkan dalam melakukan produksi. Dengan demikian, total biaya produksi adalah Rp16 juta untuk 4 ribu pak saus.

Sementara itu, untuk mengetahui biaya produksi per unit penghitungannya bisa dengan cara membagi total biaya ke total jumlah produksi yaitu Rp16 juta: 4.000= Rp4.000.

(SA)