Cara Menghitung IRR untuk Analisis Proyek Investasi

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Internal rate of return (IRR) adalah suatu metode yang dapat membantu investor atau pengelola bisnis mengevaluasi apakah sebuah proyek investasi layak dijalankan berdasarkan tingkat keuntungan yang dihasilkan.
Mengutip buku Prinsip Prinsip Manajemen Keuangan 2 (ed. 12) oleh Van Horne, IRR adalah tingkat diskonto (discount rate) yang membuat nilai sekarang bersih (Net Present Value/NPV) dari arus kas suatu proyek sama dengan nol.
Dengan kata lain, IRR menunjukkan tingkat keuntungan saat investasi tak menghasilkan untung atau rugi. Untuk mengetahui hal ini, investor perlu menghitung IRR terlebih dahulu.
Cara Menghitung IRR
Dr. Wastam Wahyu Hidayat, SE., MM. menerangkan dalam bukunya yang berjudul Konsep Dasar Investasi dan Pasar Modal, cara menghitung IRR bisa menggunakan rumus-rumus berikut ini.
IRR = i1 + (NPV1 : NPV1 + NPV2) x (i2 - i1)
Keterangan:
i1: tingkat diskonto yang menghasilkan NPV positif
i2: tingkat diskonto yang menghasilkan NPV negatif
NPV1: Net Present Value positif
NPV2: Net Present Value negatif
Baca Juga: Cara Menghitung Bunga Deposito dan Contohnya
Contoh Perhitungan IRR
Agar memahami cara menghitung IRR di atas, simak contoh kasus berikut yang dikutip dari buku Konsep Dasar Investasi dan Pasar Modal karya Dr. Wastam Wahyu Hidayat, SE., MM.
Sebuah perusahaan mengusulkan nilai investasi sebesar Rp150 juta dengan asumsi akan menghasilkan arus kas sebesar Rp30 juta selama lima tahun.
Perusahaan mengasumsikan IRR sebesar 15 persen dengan nilai NPV1 sebesar Rp720 ribu dengan diskonto sebesar 10 persen dan NPV2 sebesar Rp8 juta dengan diskonto sebesar 12 persen.
Ditanya:
Apakah IRR tersebut sesuai dan usaha layak mendapat investasi?
Jawab:
IRR = i1 + (NPV1 : NPV1 + NPV2) x (i2 - i1)
= 10% + (Rp720 ribu : (Rp720 ribu + Rp8 juta) x (12% - 10%)
= 10% + (0,08%) x (2%)
= 10% + 0,16%
= 10,16%
Jadi, hasil perhitungan IRR sebesar 10,16% lebih kecil dari asumsi IRR dari perusahaan sebesar 15%. Artinya, usaha tersebut tidak layak mendapatkan investasi.
(NDA)
