Cara Menghitung Modal Awal Usaha Sebelum Berbisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelum memulai suatu usaha, seorang pebisnis membutuhkan perencanaan yang matang, terutama dalam hal keuangan. Salah satu komponen terpenting yang perlu diperhatikan adalah menghitung modal awal usaha.
Pasalnya, usaha bisa bangkrut jika pengusaha tak memperhitungkan jumlah modal awal dengan tepat sehingga menganggu kelancaran kegiatan operasional saat menjalankan bisnis. Lantas, bagaimana cara menghitung modal awal usaha yang tepat?
Cara Menghitung Modal Awal Usaha
Modal merupakan unsur penting dalam membuka usaha. Modal awal tidak lain adalah simpanan yang dikeluarkan di awal dan biasanya dipakai dalam jangka panjang untuk menjalankan usaha.
Bentuk modal awal usaha tergantung dari jenis usaha yang akan dijalankan. Contohnya, jika ingin mendirikan usaha kursus bimbingan belajar, modal awalnya berupa tempat, peralatan kantor dan belajar, hingga komputer yang dipakai untuk jangka panjang.
Lain halnya apabila usaha yang dibangun merupakan tempat pencetakan foto digital, modal investasi awalnya adalah bangunan, alat-alat cetak foto digital, dan peralatan lain yang dibutuhkan seperti komputer, meja, kursi, dan rak.
Sementara itu, untuk menghitung modal awal dapat menggunakan beberapa metode, antara lain sebagai berikut.
1. Berdasarkan Modal Kerja, Modal Investasi, dan Modal Operasional.
Salah satu cara untuk menghitung modal awal usaha, yaitu dengan menjumlahkan komponen modal seperti modal kerja, modal investasi, dan modal operasional.
Modal kerja merupakan dana yang dibutuhkan untuk membeli atau membuat barang dan bahan baku. Sementara, modal investasi adalah dana yang dikeluarkan untuk membeli alat usaha bernilai tinggi guna mendukung kegiatan bisnis. Adapun modal operasional merupakan uang yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasi sehari-hari.
Dengan demikian, rumus menghitung modal awal usaha ialah sebagai berikut.
Modal Awal= Modal Kerja + Modal Investasi + Modal Operasional
Baca Juga: Biaya Overhead: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Menghitungnya
2. Berdasarkan Biaya Belanja Operasional dan Belanja Modal
Metode kedua untuk menghitung awal usaha adalah menjumlahkan biaya belanja operasional dan modal operasional. Adapun yang dimaksud dengan biaya belanja operasional, yaitu modal yang dikeluarkan untuk kebutuhan operasional bisnis.
Sementara itu, belanja modal diartikan sebagai uang yang dibutuhkan untuk keberlangsungan bisnis. Rumus untuk menghitung dengan cara ini antara lain.
Modal Awal= Belanja Operasi + Belanja Modal
3. Berdasarkan Laba, Prive dan Modal Akhir
Cara selanjutnya untuk menghitung modal awal usaha, yaitu menggunakan komponen laba, prive, dan modal akhir. Laba merupakan keuntungan bersih dari kegiatan bisnis, sedangkan prive diartikan sebagai penarikan uang yang dilakukan untuk kebutuhan bisnis maupun pribadi pemilik bisnis. Berikut rumus untuk menghitungnya.
Modal Awal = Modal Akhir - (Laba+Prive)
4. Berdasarkan Modal Akhir, Pendapatan, Beban, Pajak, dan Prive
Metode menghitung modal awal usaha bisa dilakukan dengan menjumlahkan seluruh pendapatan, beban, pajak dan prive, kemudian menguranginya dengan modal akhir.
Berikut rumus perhitungannya:
Modal Awal= Modal Akhir - Seluruh Pendapatan + Beban + Pajak + Prive
(SA)
