Cara Menghitung Rasio Keuangan pada Perusahaan

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasio keuangan merupakan salah satu metode analisis keuangan yang digunakan sebagai indikator penilaian perkembangan perusahaan. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan data dari laporan keuangan untuk membuat perbandingan.
Analisis rasio keuangan umumnya dimanfaatkan untuk menentukan strategi perencanaan perusahaan atau bisnis di masa mendatang. Selain itu, analisis ini juga berguna menunjukkan performa suatu perusahaan atau bisnis pada investor.
Adapun cara menghitung rasio keuangan dapat ditentukan dari jenis rasio, antara lain, rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio probabilitas, dan rasio aktivitas. Setiap rasio keuangan tersebut memiliki rumus yang beragam.
Cara Menghitung Rasio Keuangan
Rasio keuangan memiliki rumus perhitungan yang berbeda berdasarkan jenisnya. Mengutip buku Manajemen Keuangan: Teori dan Praktik karya Silvia Hendrayanti, dkk., berikut cara menghitung tiap rasio keuangan.
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya. Perusahaan yang mampu membayar utangnya dalam jangka pendek disebut perusahaan likuid. Pun begitu sebaliknya.
Perhitungan rasio ini dilakukan dengan memperhatikan aktiva lancar dan utang lancar yang dimiliki perusahaan. Berikut jenis rasio likuiditas dan cara menghitungnya.
Rasio Lancar= (Aktiva Lancar : Utang Lancar) x 100 %
Rasio Kas= ((Kas + Aktiva Setara Kas) : Utang Lancar) x 100%
Rasio Cepat= ((Aktiva Lancar-Persedian) : Utang Lancar) x 100%
Baca Juga: Bagaimana Konsep Akuntansi Kerugian Produksi dalam Proses Costing?
2. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas berfungsi untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan yang dibiayai oleh utang. Rasio jenis ini juga mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya untuk jangka pendek ataupun jangka panjang.
Cara menganalisis rasio keuangan dengan jenis sebagai berikut.
Rasio Utang= (Jumlah Utang : Jumlah Aktiva) x 100%
Rasio Utang dengan Pendekatan Modal= (Jumlah Utang : Jumlah Modal) x 100%
3. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber daya yang dimiliki, seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan.
Perhitungan rasio ini dapat digunakan dalam beberapa jenis berikut:
Rasio Margin Laba Kotor= Laca Kotor : Penjualan
Rasio Margin Laba Bersih= Laba Bersih yang sudah Dipotong Pajak : Penjualan
Rasio Margin Laba Operasi= Laba Sebelum Pajak dan Bunga : Penjualan
Rasio Return on Investment (ROI)= Laba Setelah Dipotong Pajak : Investasi
Rasio Return on Assets (ROA) = Laba Sebelum Pajak dan Bunga : Jumlah Aset
4. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas berguna untuk mengukur efektivitas dan efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan harta yang dimiliki atau perputaran dari aktiva-aktiva tersebut. Adapun beberapa jenis rasio aktivitas, yaitu:
Rasio Perputaran Persediaan= Harga Pokok Penjualan : Persediaan
Rasio Perputaran Piutang= Jumlah Piutang : Rata-rata Piutang
Rasio Perputaran Aktiva Tetap= Penjualan : Aktiva Tetap
Rasio Perputaran Total Aktiva= Penjualan : Jumlah Aktiva
(SA)
