Cara Menghitung Simulasi Manfaat JHT dan Contohnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung simulasi manfaat JHT (Jaminan Hari Tua) dibutuhkan oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan menghitung JHT, peserta bisa mendapatkan gambaran mengenai banyaknya manfaat yang akan diterima ketika memasuki masa pensiun.
JHT sendiri adalah salah satu program dari BPJS Ketenagakerjaan yang ditujukan untuk memberikan manfaat berupa uang tunai ke peserta ketika memasuki masa pensiun, mengalami cacat total, atau meninggal dunia.
Program ini hadir berbentuk tabungan yang iurannya dibayarkan oleh perusahaan sebesar 3,7 persen dan karyawan sebesar 2 persen setiap bulan. Peserta yang ingin mengetahui berapa besar manfaat JHT yang akan diterima, simak cara menghitungnya di bawah ini.
Cara Menghitung Simulasi Manfaat JHT
Untuk menghitung simulasi manfaat JHT, peserta perlu mengetahui beberapa data berikut:
Gaji bulanan.
Lama kepesertaan dalam program JHT.
Estimasi hasil pengembangan dana (rata-rata 5% per tahun, tergantung kebijakan BPJS).
Setelah itu, berikut langkah-langkah perhitungannya yang bisa langsung diterapkan:
1. Hitung Iuran Bulanan
Gunakan formula berikut untuk menghitung iuran JHT bulanan:
Iuran JHT = Gaji Bulanan × 5,7%
Contoh:
Jika gaji peserta Rp6.000.000 per bulan, dengan begitu:
Iuran bulanan = Rp6.000.000 × 5,7% = Rp342.000
Dari jumlah tersebut, Rp222.000 dibayar oleh perusahaan (3,7%), dan Rp120.000 dibayar oleh karyawan (2%).
2. Hitung Total Iuran Selama Kepesertaan
Kalikan iuran bulanan dengan jumlah bulan kepesertaan.
Contoh:
Jika peserta bekerja selama 10 tahun (120 bulan), dengan demikian:
Total iuran = Rp342.000 × 120 bulan = Rp41.040.000
3. Tambahkan Hasil Pengembangan Dana
Hasil pengembangan dihitung berdasarkan persentase tahunan yang diterapkan pada saldo JHT peserta. Asumsikan rata-rata hasil pengembangan adalah 5% per tahun.
Misalnya:
Saldo akhir tahun pertama: Rp342.000 × 12 = Rp4.104.000
Pengembangan tahun pertama: Rp4.104.000 × 5% = Rp205.200
Saldo tahun berikutnya akan bertambah dari hasil pengembangan tersebut, sehingga penghitungan dilakukan secara akumulatif setiap tahun.
4. Gunakan Kalkulator Simulasi Online
BPJS Ketenagakerjaan menyediakan kalkulator simulasi manfaat JHT di situs resminya. Peserta hanya perlu memasukkan data seperti gaji bulanan, lama bekerja, dan saldo awal untuk mendapatkan estimasi saldo JHT secara otomatis.
Baca Juga: Apakah JHT Bisa Dicairkan Semua? Ini Penjelasannya
Contoh Simulasi Perhitungan Manfaat JHT
Agar semakin jelas, simak contoh simulasi perhitungan manfaat JHT berikut ini.
Kondisi:
Gaji bulanan: Rp6.000.000
Lama bekerja: 10 tahun
Hasil pengembangan dana: 7% per tahun
Langkah Perhitungan:
Iuran Bulanan: Rp342.000
Total Iuran Selama 10 Tahun: Rp342.000 × 120 bulan = Rp41.040.000
Estimasi Hasil Pengembangan: Dengan asumsi 5% per tahun, hasil pengembangan akumulatif dapat mencapai sekitar Rp16.000.000.
Saldo Total JHT:
Rp41.040.000 + Rp16.000.000 = Rp57.040.000
(NDA)
