Contoh Perusahaan Jasa, Dagang, dan Manufaktur di Indonesia

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berdasarkan jenis usahanya, perusahaan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur. Ada banyak contoh perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur di Indonesia yang membuktikan adanya bermacam-macam kegiatan bisnis.
Namun, sebelum Anda mengetahui contoh ketiga jenis perusahaan tersebut, ada baiknya Anda mengetahui pengertian perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur.
Pengertian Perusahaan Jasa, Dagang, dan Manufaktur
Berikut adalah pengertian perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur yang bisa dipahami.
Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa merupakan perusahaan yang menyediakan produk jasa kepada konsumen untuk mendapatkan laba. Contoh perusahaan yang menyediakan jasa adalah perusahaan transportasi, komunikasi, pengiriman, infrastruktur, dan lain sebagainya.
Karakteristik dari perusahaan jasa adalah dalam kegiatan usahanya mereka menjual jasa sehingga tidak menyediakan produk dalam bentuk fisik. Jasa yang diberikan juga tidak sama sehingga setiap konsumen bisa mendapatkan jenis layanan yang berbeda tergantung kebutuhan
Jadi, perusahaan jasa merupakan perusahaan yang memiliki kegiatan memproduksi dan menyediakan berbagai macam layanan seperti keamanan, kenyamanan dan semacamnya kepada konsumen yang membutuhkan pelayanan jasa.
Perusahaan Manufaktur
Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang bergerak dalam perakitan bahan baku untuk dijadikan produk tertentu. Setelah itu, produk akan dipasarkan kepada masyarakat.
Di Indonesia sendiri, Anda mungkin sering mendengar kata “pabrik” atau dalam bahasa inggris disebut “factory”. Pabrik merupakan istilah penyebutan tempat yang digunakan untuk proses manufacturing atau fabrikasi.
Karakteristik dari perusahaan manufaktur adalah adanya proses produksi atau proses pengolahan dari bahan baku mentah hingga menghasilkan produk setengah jadi maupun produk siap pakai.
Selain itu, perusahaan manufaktur juga memiliki persediaan berupa persediaan bahan mentah, bahan pembantu, barang dalam proses produksi, dan persediaan barang jadi
Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang membeli barang untuk kemudian dijual kembali dengan tujuan mendapatkan laba.
Perlu diingat bahwa perusahaan dagang tidak menjual barang yang diproduksi sendiri melainkan barang yang didapatkan dengan cara membeli produk dari supplier. Contoh perusahaan dagang adalah toko, swalayan, distributor, dan lain-lain.
Perusahaan dagang memiliki beberapa karakteristik, yaitu dalam kegiatannya perusahaan ini melakukan pembelian dan penjualan barang dagangan.
Selain itu, barang yang dijual tidak melalui proses apa pun sehingga perusahaan dagang tidak melakukan proses produksi. Jadi, beban operasionalnya terdiri atas beban penjualan dan beban administrasi
Contoh Perusahaan Jasa, Dagang, dan Manufaktur
Perusahaan Dagang
Berikut beberapa contoh perusahaan dagang yang ada di Indonesia:
PT. Bestoolindo
PT Indomarco Prismatama (Indomaret)
PT Matahari Putra Prima Tbk (Hypermart)
PT Hero Supermarket Tbk (Hero Supermarket)
PT Alfaria Trijaya (Alfamart)
PT Transmart
Giant
Perusahaan Jasa
Adapun contoh perusahaan jasa yang bisa ditemui di Indonesia adalah sebagai berikut:
Indosat Tbk
PT Telekomunikasi Indonesia (Telkomsel)
Garuda Indonesia Tbk
Jasa marga Tbk
Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, dan lain-lain
Prudential, AXA, dan lain-lain
Perusahaan Listrik Negara (PLN)
Gojek dan Grab
Perusahaan Manufaktur
Contoh perusahaan manufaktur yang dapat ditemukan di Indonesia adalah sebagai berikut:
Bidang Tekstil dan Garmen ada PT Sri Rejeki Isman
Bidang Otomotif ada Astra Group
Bidang Elektronik ada PT Maspion Electronics
Bidang Makanan dan Minuman ada PT Mayora Grup dan PT Indofood
Bidang Rokok ada PT Sampoerna
Jenis Perusahaan Dagang
Dikutip dari Akuntansi Keuangan Dasar Jilid 1 oleh Ferdila, dkk., (2021: 79), perusahaan dagang dibagi menjadi dua jenis, yaitu perusahaan dagang berdasarkan produk yang diberdayakan dan berdasarkan macam konsumen yang terlibat. Berikut penjelasannya:
1. Berdasarkan Produk yang Diberdayakan
Perusahaan dagang berdasarkan produk yang diberdayakan merupakan perusahaan dagang yang berfokus pada produk yang dijualnya. Perusahaan dagang jenis ini dibagi menjadi dua macam, yaitu:
Perusahaan Dagang Barang Produksi
Perusahaan dagang barang produksi adalah perusahaan dagang yang menjual bahan baku. Bahan baku ini nantinya akan menjadi bahan dasar pembuatan produk atau alat-alat produksi yang menghasilkan produk lain.
Contohnya adalah perusahaan dagang yang menjual benang dan kain. Ketika sudah terjual, pembeli kedua produk itu bisa mengolahnya menjadi bentuk lain seperti baju.
Perusahaan Dagang Barang Jadi
Perusahaan dagang barang jadi adalah perusahaan dagang yang menjual produk dalam bentuk akhir yang siap digunakan oleh para pembelinya. Contohnya, yaitu perusahaan dagang yang menjual buku, kalkulator, atau ponsel.
2. Berdasarkan Macam Konsumen yang Terlibat
Perusahaan dagang berdasarkan macam konsumen yang terlibat adalah perusahaan dagang yang menjual produk berdasarkan konsumennya. Karena konsumen ada beragam tipenya, perusahaan dagang jenis ini dibagi lagi menjadi tiga macam, yaitu:
Perusahaan Dagang Besar (Wholesaler)
Perusahaan dagang besar adalah perusahaan yang secara langsung membeli produk dari pabrik dalam jumlah besar untuk kemudian dijual lagi dalam jumlah besar juga. Contohnya adalah pedagang grosir.
Perusahaan Dagang Perantara (Middleman)
Perusahaan dagang perantara adalah perusahaan yang membeli produk dalam partai besar untuk kemudian dijual lagi kepada pengecer dalam jumlah sedang. Contohnya adalah pedagang subgrosir.
Perusahaan Dagang Pengecer (Retailer)
Perusahaan dagang pengecer adalah perusahaan yang langsung berhubungan dengan konsumen. Sesuai namanya, konsumen perusahaan jenis ini dapat membeli barang dagangannya dengan cara eceran. Contohnya, yaitu warung, kios, minimarket, dan swalayan.
Baca Juga: Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang dan Unsurnya
Perbedaan Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang
Meskipun perusahaan jasa dan perusahaan dagang adalah entitas bisnis yang mencari keuntungan, ada perbedaan di antara keduanya. Berikut adalah perbedaan perusahaan jasa dan perusahaan dagang secara umum.
1. Produk yang Ditawarkan
Salah satu perbedaan utama antara perusahaan jasa dan perusahaan dagang adalah jenis produk atau layanan yang ditawarkan. Perusahaan jasa biasanya menawarkan layanan, seperti konsultasi, pelayanan profesional, atau perawatan.
Sementara itu, perusahaan dagang berfokus pada penjualan barang fisik, seperti produk elektronik, pakaian, makanan, dan sebagainya.
2. Perhitungan Profit atau Keuntungan
Perusahaan jasa dan perusahaan dagang juga memiliki cara yang berbeda dalam menghitung profit atau keuntungan mereka. Perusahaan jasa umumnya menghitung keuntungan berdasarkan jasa yang diberikan kepada pelanggan.
Perusahaan jasa mungkin menggunakan tarif per jam, biaya proyek, atau kesepakatan kontrak sebagai dasar untuk menentukan pendapatan mereka.
Mengutip buku Akuntansi Keuangan Daerah (Ed. 3) oleh Abdul Halim (2007: 262), pendapatan atas jasa yang diberikan disebut pendapatan jasa. Nantinya, beban operasi yang terjadi dalam penyediaan jasa dikurangkan dari pendapatan jasa untuk mendapatkan laba bersih.
Di sisi lain, dalam kegiatan usahanya untuk mendapatkan keuntungan, perusahaan dagang melakukan pembelian barang dagangan dan menjual kembali barang tersebut dengan harga jual yang lebih besar dari harga beli.
Dengan begitu, perusahaan akan mendapatkan keuntungan dari selisih antara biaya pembelian dan harga jual barang dagangan.
3. Aktivitas Utama
Perusahaan jasa merupakan perusahaan yang aktivitas utamanya menjual jasa atau dapat dikatakan menjual 'barang' yang tidak terlihat (tidak berwujud). Misalnya, penjahit, perawat, dan usaha perhotelan.
Sementara itu, aktivitas utama perusahaan dagang adalah melakukan pembelian barang dagangan untuk dijual kembali tanpa mengubah barang tersebut. Jadi, perusahaan dagang harus terlebih dahulu membeli barang dagang untuk dijual kepada pelanggan.
4. Persediaan Stok
Perbedaan lainnya terletak pada persediaan stok. Perusahaan jasa umumnya tidak memiliki persediaan fisik. Mereka mungkin memiliki aset pendukung operasional perusahaan, seperti peralatan, tetapi tidak memerlukan persediaan fisik yang harus disimpan.
Di sisi lain, perusahaan dagang biasanya memiliki persediaan stok barang yang dijual kepada pelanggan. Mereka harus membeli, menyimpan, dan mengelola persediaan barang untuk memenuhi permintaan pelanggan.
5. Kepemilikan Barang
Perusahaan jasa tidak memiliki kepemilikan barang. Mereka menyediakan layanan kepada pelanggan tetapi tidak memiliki barang secara langsung.
Sementara itu, perusahaan dagang memiliki kepemilikan langsung terhadap barang dagangan yang dijual. Mereka membeli barang dari produsen dan memiliki hak penuh atas barang tersebut sampai dijual kepada pelanggan.
Sebagai pemilik barang, perusahaan dagang bertanggung jawab atas kualitas, kondisi, dan segala risiko yang terkait dengan barang tersebut.
(AAG & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan perusahaan dagang?

Apa yang dimaksud dengan perusahaan dagang?
Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang membeli barang untuk kemudian dijual kembali dengan tujuan mendapatkan laba.
Apa saja karakteristik perusahaan dagang?

Apa saja karakteristik perusahaan dagang?
Perusahaan dagang memiliki beberapa karakteristik, yaitu dalam kegiatannya perusahaan ini melakukan pembelian dan penjualan barang dagangan.
Apa saja contoh perusahaan jasa?

Apa saja contoh perusahaan jasa?
Contoh perusahaan yang menyediakan jasa adalah perusahaan transportasi, komunikasi, pengiriman, infrastruktur, dan lain sebagainya.
