Contoh Surat Pernyataan Salah Transfer yang Perlu Diketahui dan Cara Mengurusnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mempelajari contoh surat pernyataan salah transfer perlu dilakukan oleh nasabah. Pasalnya, dokumen resmi ini berfungsi sebagai bukti tertulis yang sah untuk memproses pembatalan atau pengembalian dana ke rekening asal melalui pihak perbankan.
Dengan memahami format dan struktur penulisannya yang benar, nasabah dapat menyusun surat pernyataan salah transfer secara terstruktur. Tujuannya agar mempercepat proses verifikasi oleh petugas bank.
Cara Mengurus Salah Transfer
Mengacu pada jurnal Jaminan Pengembalian Dana yang Salah Transfer Ditinjau dari UU Nomor 3 Tahun 2011 (Studi Kasus Nomor 40/PDT.P/2021/PN BKS) karya Ernest Fisichela Adriano Andries dkk., kesalahan transfer dapat disebabkan oleh kelalaian nasabah, kurangnya ketelitian dalam memasukkan data rekening, maupun gangguan sistem perbankan.
Kondisi ini mengakibatkan persoalan hukum terkait hak kepemilikan dana, kewajiban pengembalian dana, dan tanggung jawab bank sebagai penyelenggara layanan transfer.
Guna memberikan kepastian hukum terhadap masalah tersebut, Indonesia telah memberlakukan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana.
“Setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya Dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah),” bunyi Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011.
Adapun ketentuan penanganan salah transfer dana bisa berbeda-beda di setiap lembaga perbankan. Oleh karena itu, nasabah harus segera menghubungi pihak bank untuk meminta bantuan.
Melansir laman PT Bank OCBC NISP Tbk, berikut langkah-langkah mengurus salah transfer dana:
1. Hubungi Layanan Pelanggan Bank
Langkah awal yang harus dilakukan adalah segera menghubungi layanan customer service (CS) bank melalui saluran resmi atau call center.
Sampaikan aduan mengenai kekeliruan transaksi tersebut dan mintalah petugas untuk memproses pembatalan atau penanganan lebih lanjut.
2. Jelaskan Kronologi Transaksi secara Detail
Saat terhubung dengan petugas, nasabah wajib memaparkan kronologi kejadian secara lengkap dan jelas.
Informasi penting seperti waktu transfer, metode transaksi yang digunakan, nomor rekening tujuan, dan nominal uang tidak boleh terlewatkan.
3. Kirimkan Dokumen Bukti yang Diminta
Pihak bank biasanya memerlukan bukti pendukung berupa kartu identitas diri dan nota atau mutasi rekening yang memuat detail transaksi salah transfer tersebut.
Jika pelaporan dilakukan via telepon, maka petugas akan memandu prosedur pengiriman berkas, yang umumnya dikirim melalui surel (email) dengan menyertakan nomor laporan.
4. Tunggu Proses Verifikasi Internal Bank
Setelah semua berkas aduan diterima, bank akan melakukan proses verifikasi sesuai prosedur yang berlaku.
Proses pemeriksaan ini dapat memakan waktu beberapa hari kerja, tetapi nasabah tetap bisa memantau perkembangannya secara berkala menggunakan nomor pelaporan.
5. Komunikasi Bank dengan Penerima Dana dan Pengembalian
Apabila hasil verifikasi terbukti valid, maka pihak bank akan segera menghubungi nasabah penerima dana untuk meminta konfirmasi pengembalian uang.
Setelah penerima menyetujui, uang akan diproses kembali ke rekening asal dengan estimasi waktu sekitar dua minggu atau sesuai kebijakan masing-masing bank.
Format Surat Pernyataan Salah Transfer
Beberapa bank umumnya hanya meminta bukti yang memuat detail kesalahan transfer, identitas diri, dan kepemilikan rekening. Namun, bank terkadang juga mensyaratkan surat pernyataan yang ditandatangani oleh nasabah.
Sebagai contoh, berikut struktur surat pernyataan salah transfer PT Bank Seabank Indonesia:
Identitas diri nasabah, terdiri dari nama, nomor induk kependudukan (NIK), nomor rekening, nomor ponsel, dan alamat.
Pernyataan kesalahan transfer, mencakup tanggal dan jam, nominal, nomor dan nama rekening sumber dana, hingga nomor dan nama rekening tujuan dana seharusnya.
Permintaan pengembalian dana.
Pernyataan persetujuan atas kewenangan yang ditetapkan bank.
Tanda tangan di atas meterai Rp10.000 dan nama terang sesuai dengan kartu tanda penduduk (KTP).
Contoh Surat Pernyataan Salah Transfer
Sebagai referensi, berikut contoh surat penyataan salah transfer dana:
SURAT PERNYATAAN
PERNYATAAN PENGEMBALIAN DANA SALAH TRANSFER/ TOP UP
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: Budi Santoso
NIK: 3171012345670001
No Rekening: 90123456789
No HP: 081234567890
Alamat: Jalan Merdeka No. 45, RT 002/RW 003, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat
Dengan ini menyatakan dengan sebenar-benarnya
1. Bahwa benar saya telah melakukan kesalahan transfer pada
a. Tanggal dan jam: 2 Juli 2026 pukul 09.15 WIB
b. Nominal: Rp1.500.000
c. Nomor rekening sumber dana: 90123456789
d. Nama rekening sumber dana: Budi Santoso
e. Nomor rekening tujuan dana: 88776655443
f. Nomor rekening seharusnya: 88776655999
g. Nama penerima dana seharusnya: Andi Wijaya
h. Nama bank penerima seharusnya: PT. Bank Seabank Indonesia
i. Nominal yang seharusnya: Rp1.500.000
2. Bahwa saya benar mengajukan proses permintaan pengembalian dana melalui PT. Bank Seabank Indonesia pada tanggal 2 Juli 2026
3. Saya memberikan persetujuan dan kewenangan kepada PT. Bank Seabank Indonesia menindaklanjuti permintaan saya tanpa ada batas waktu penyelesaian karena diperlukan pihak ketiga selain PT. Bank Seabank Indonesia baik penerima dana maupun bank lain
4. Saya bersedia membebaskan perusahaan dan bertanggungjawab jika di kemudian hari terdapat tuntutan dan kerugian yang timbul akibat permintaan pengembalian dana ini
5. Seluruh data, informasi dan atau dokumen pendukung yang disampaikan kepada PT. Bank Seabank Indonesia adalah data, informasi, dan dokumen yang sebenar-benarnya dan sehubungan dengan hal tersebut membebaskan Seabank dari segala resiko maupun tuntutan hukum yang mungkin timbul atas ketidakbenaran data, informasi, dan/atau dokumen yang disampaikan oleh saya
Demikian surat pernyataan ini dibuat dan ditandatangani dengan sebenarnya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani tanpa paksaan dan/atau tekanan dari pihak manapun juga untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Jakarta, 2 Juli 2026
Meterai Rp10.000
(Budi Santoso)
Dengan memahami contoh surat pernyataan salah transfer, nasabah dapat mempersiapkan dokumen pelaporan yang valid sesuai standar perbankan. Surat pernyataan yang disusun berdasarkan format resmi tersebut akan mempercepat proses verifikasi oleh pihak bank.
Baca Juga: Cara Melacak Uang Salah Transfer agar Bisa Kembali
(MDP)
