Konten dari Pengguna

Contoh Tes Pauli, Salah Satu Syarat Psikotes Masuk Kerja

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengerjakan tes Pauli, Foto: unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengerjakan tes Pauli, Foto: unsplash

Bagi seorang pencari kerja, mengetahui contoh tes Pauli sebelum melakukan wawancara kerja ialah hal yang penting. Sebab, tes Pauli sendiri merupakan salah satu jenis tes psikotes yang mungkin diberikan para perekrut kepada pelamar di suatu perusahaan.

Perlu diketahui, tes psikotes yang diadakan perekrut kerja bertujuan untuk memilih dan memastikan bahwa para calon kandidat pegawai, memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar perusahaan.

Tes Pauli sendiri ialah salah satu jenis tes psikotes yang cukup populer dan sering digunakan perusahaan dalam merekrut pada calon pegawainya. Meski menjadi tes yang umum diketahui, bukan berarti tes ini memiliki tingkat kesulitan yang rendah.

Mengenal Tes Pauli untuk Wawancara Kerja

Tes Pauli merupakan salah satu jenis tes psikotes yang umum digunakan perusahaan dalam merekrut karyawannya. Adapun tes ini sudah ada sejak lama, yakni sekitar awal abad ke-20.

Tercatat Ricard Pauli pada tahun 1938 melakukan pembaharuan terhadap tes Kraepelin yang dikemukakan oleh psikiater terkenal, yaitu Emil Kraepelin. Dalam pembaruannya, Ricard Pauli menyempurnakan tes Kraepelin dengan menggabungkan metode eksperimental dan karakterologi modern.

Ilustrasi mengerjakan tes Pauli, Foto: unsplash

Dengan penggabungan tersebut, tes Pauli dipercaya mampu mengetahui sikap kerja seorang pegawai dengan mengukur kemauan melalui serangkaian tes yang diberikan. Selain itu, tes ini juga mampu memahami kepribadian seseorang.

Sebagai contoh, tes ini mengajukan soal hitung, lebih dari 2000 yang setiap kolomnya berisi 50 buah angka. Untuk bisa mengerjakannya, Anda perlu menghitung atau melakukan penambahan angka demi angka dari atas sampai ke bawah. Kira-kira, begini cara mengerjakan tes Pauli:

  • Hitung dua angka yang berdekatan

  • Lalu tuliskan hasilnya di sebelah kanan, di antara dua angka yang dihitung

  • Tulisan angka terakhir, apabila hasil yang didapat berjumlah dua digit

  • Jika ada hasil yang salah, Anda cukup mencoretnya dan tulis hasil yang benar di sebelahnya

  • Apabila ada jalur yang terlewat, jangan dihiraukan dan terus ke jalur selanjutnya

  • Geris bawahi angka yang terakhir dijumlahkan

Penilaian Tes Pauli

Setelah mengetahui cara mengerjakannya, perlu kiranya untuk mengetahui proses penilaian terhadap hasil tes tersebut. sebenarnya, untuk bisa menilai tes Pauli cukup sulit dan membingungkan. Diperlukan fokus dan konsentrasi yang lebih. Berikut ini 5 kategori utama dalam menilai tes Pauli:

  • Jumlah jawaban yang benar

  • Jumlah jawaban yang salah

  • Hitung total perhitungan yang dilakukan

  • Kolom terlewat

  • Jawaban yang diubah

  • Grafik

Dari enam kategori penilaian di atas, hasil tes Pauli akan memberikan penafsiran mengenai kepribadian diri Anda. Adapun hasil umum yang mungkin didapat ialah sebagai berikut:

  • Penyesuaian dapat dilihat dari hasil penjumlahan dan grafik

  • Stabilitas emosi dilihat dari rata-rata skor penjumlahan rendah dan tinggi

  • Daya tahan dilihat dari skor penjumlahan keseluruhan

  • Akurasi/konsentrasi dilihat dari jumlah kesalahan

  • Motivasi dilihat dari skor penjumlahan dan grafik

(NNR)