Ekonomi Hijau: Pengertian, Konsep, Prinsip, dan Bidang Utamanya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ekonomi hijau adalah jenis perekonomian yang tidak merugikan lingkungan hidup. Jenis ekonomi ini hadir dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan.
Menurut United Nations Evironment Programme (UNEP) yang dikutip dalam buku Pengantar Teknik Industri karya Jualinus Hutabarat, ekonomi hijau diartikan sebagai perekonomian yang rendah karbon, hemat sumber daya, dan berkeadilan sosial.
Sementara itu, menurut United Nations Conference for Trading and Development (UNCTAD) yang dihimpun dari buku Praktik Ekonomi Hijau di Indonesia, ekonomi hijau merupakan aktivitas ekonomi berkelanjutan yang memberikan kualitas hidup lebih baik bagi semua orang.
Konsep Ekonomi Hijau
Menurut Jualinus Hutabarat dalam bukunya yang bertajuk Pengantar Teknik Industri, konsep ekonomi hijau merupakan motor utama bagi pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan. Dalam hal ini, dibutuhkan pertumbuhan hijau (green growth) sebagai landasan awal.
Pertumbuhan hijau sendiri mengacu pada pertumbuhan ekonomi yang menggunakan modal alam secara bertanggung jawab guna mencegah dan mengurangi polusi, serta menciptakan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan sosial secara menyeluruh.
Lebih lanjut, konsep ini muncul sebagai respons atas kebutuhan untuk mengadopsi pendekatan yang lebih terintegrasi serta komprehensif, dalam menggabungkan faktor sosial dan lingkungan dalam proses ekonomi, dengan tujuan mencapai pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Pengertian Green Marketing, Peran, Manfaat, dan Praktiknya dalam Bisnis
Prinsip Ekonomi Hijau
Mengutip dari buku Pengantar Teknik Industri karya Julianus Hutabarat, berikut beberapa prinsip umum yang biasa diterapkan dalam ekonomi hijau:
Low impact material: Memanfaatkan bahan non-toxic dan diproduksi secara ramah lingkungan.
Efisiensi energi: Menggunakan atau membuat produk yang hanya membutuhkan sedikit energi.
Kualitas dan daya tahan: Produk yang berfungsi baik (memiliki umur pakai) secara lama guna mengurangi perawatan atau penggantian.
Reuse and recycle: Rancangan produk harus mempertimbangkan pemanfaatan secara berkelanjutan hingga setelah masa pakai berakhir (afterlife).
Renewability: Bahan berasal dari wilayah terdekat, diproduksi dari sumberdaya terbarukan, serta (bila memungkinkan) bisa diolah menjadi kompos.
Sehat: Produk tidak berbahaya bagi pengguna/penghuni dan lingkungan sekitarnya, bahkan bisa menunjang aspek kesehatan secara luas.
Bidang Utama Ekonomi Hijau
Berikut bidang utama ekonomi hijau, berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi United Nations Evironment Programme (UNEP):
Advokasi pendekatan ekonomi makro terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui forum regional, sub-regional dan nasional.
Demonstrasi pendekatan ekonomi hijau dengan fokus utama pada akses terhadap keuangan, teknologi, dan investasi ramah lingkungan.
Dukungan kepada negara-negara dalam hal pembangunan dan pengarusutamaan kebijakan makroekonomi untuk mendukung transisi menuju ekonomi hijau.
(NDA)
