Konten dari Pengguna

Fiskal: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya di Indonesia

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kebijakan fiskal. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kebijakan fiskal. Foto: Unsplash

Fiskal adalah kebijakan pemerintah dalam mengelola keuangan negara untuk menunjang perekonomian nasional. Fokus kebijakan ini mengarah pada pendapatan dan pengeluaran dana suatu negara.

Mengutip buku Public Policy Analysis karya Peter Knoepfel, fiskal merupakan kebijakan yang diambil pemerintah demi menjaga pemasukan dan pengeluaran negara tetap stabil, sehingga perekonomian negara bisa bertumbuh baik.

Lebih spesifik lagi, menurut lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK), fiskal adalah kebijakan tentang perpajakan, penerimaan, utang piutang, dan belanja pemerintah dengan tujuan ekonomi tertentu.

Fungsi Kebijakan Fiskal dalam Perekonomian

Ilustrasi kebijakan fiskal. Foto: Unsplash

Di Indonesia, kebijakan fiskal memiliki beberapa fungsi yang harus terpenuhi dalam pelaksanaannya. Merujuk buku Pembangunan dan Kebijakan Ekonomi Indonesia Menghadapi Tantangan Globalisasi karya Tim Dewan Guru Besar IPB, peranan yang dimaksud, yaitu.

1. Menurunkan Tingkat Inflasi

Penurunan inflasi dilakukan lewat penundaan atau pembatalan proyek pemerintah yang sedang berlangsung. Hal ini bertujuan untuk mengurangi peredaran mata uang.

2. Meningkatkan Produk Domestik Bruto

Hal ini dicapai dengan mendorong produksi masyarakat atas barang dan jasa dengan cara memperbesar pengeluaran ataupun meningkatkan transfer pemerintah.

3. Mengurangi Tingkat Pengangguran

Peranan ini dilakukan dalam bentuk proyek pembangunan negara, sehingga pemerintah dapat menciptakan lapangan kerja baru guna mengurangi pengangguran.

4. Meningkatkan Pendapatan Masyarakat

Peningkatan dapat dilakukan dengan menciptakan lowongan baru dari pembangunan proyek dan merekrut masyarakat sebagai pekerjanya.

5. Meningkatkan Stabilitas Perekonomian

Peningkatan kestabilan di tengah ketidakstabilan dapat dilakukan untuk mengurangi dampak fluktuasi siklis dalam skala internasional.

6. Menyejahterakan Masyarakat

Peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan lewat pengaturan pengeluaran pajak, perbelanjaan, dan pengaturan utang, sehingga masyarakat lebih sejahtera.

Baca Juga: Kebijakan Fiskal Dilaksanakan oleh Siapa? Ini Jawabannya

Contoh Penerapan Kebijakan Fiskal di Indonesia

Ilustrasi kebijakan fiskal. Foto: Unsplash

Saat pandemi COVID-19, pemerintah menyusun kebijakan fiskal dalam rangka meringankan perekonomian. Ini berupa penghapusan sejumlah pajak bagi korporasi (insentif pajak).

Penerapan kebijakan ini memengaruhi kinerja pendapatan pemerintah dari pajak yang secara persentase porsinya dalam APBN negara cukup tinggi.

Ketika insentif pajak diberlakukan, berarti pemerintah merelakan sedikit nilai pendapatan pajak yang akan diterima. Namun, di sisi lain, langkah ini diambil sebagai upaya dalam menjaga perekonomian negara tetap stabil.

Selain itu, ada beberapa contoh lain kebijakan fiskal yang telah diterapkan oleh Indonesia. Merangkum situs resmi Kementerian Keuangan, berikut contoh penerapan kebijakan fiskal di Indonesia.

  • Kebijakan pemerintah dengan cara menaikkan pajak, agar memperoleh tambahan pendapatan negara.

  • Kebijakan fiskal berupa mengeluarkan obligasi, agar Indonesia dapat meminjam uang dari negara asing, sehingga bisa menutupi pembiayaan defisit yang dialami Indonesia.

  • Kebijakan fiskal yang diterapkan oleh pemerintah mengenai kewajiban masyarakat untuk memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP.

  • Kebijakan fiskal untuk mengelola dan mengatur anggaran dengan cara mengurangi pembelanjaan negara, sekaligus menaikkan nominal pajak. Kebijakan ini bertujuan untuk menstabilkan perekonomian Indonesia.

(NDA)