Gaji Gross: Pengertian dan Komponen Perhitungannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gaji merupakan hak setiap karyawan yang diterima dalam bentuk uang atas suatu pekerjaan yang telah dilakukan. Besarnya gaji ditentukan berdasarkan perjanjian atau kesepakatan. Sementara itu, dalam pemberian gaji ke karyawan, terdapat satu istilah yang umum digunakan, yaitu gaji gross.
Pekerja yang baru memasuki dunia kerja perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan gaji gross sebab hal ini akan memengaruhi jumlah penghasilan yang akan diterima. Simak pembahasannya dalam artikel berikut mengenai definisi gaji gross dan komponen-komponen perhitungannya.
Pengertian Gaji Gross
Gaji gross kerap disebut juga sebagai gaji kotor. Mengutip dari buku Akuntansi Perpajakan karya Hery S.E., M.Si, gaji gross adalah besarnya gaji pokok ditambah dengan tunjangan-tunjangan, sebelum dikurangi dengan potongan-potongannya.
Sementara itu, jumlah gaji kotor setelah dikurangi dengan potongan-potongan dinamakan dengan gaji bersih. Ini adalah jumlah yang akan diterima karyawan dari pemberi kerja. Gaji bersih ini juga diartikan sebagai jumlah gaji yang akan dibawa pulang oleh karyawan sehingga disebut take homepay.
Adapun potongan-potongan yang mengurangi jumlah gaji yang diterima oleh karyawan biasanya terdiri atas potongan untuk pajak penghasilan dan jaminan sosial tenaga kerja.
Jika karyawan memperoleh pinjaman dari pemberi kerja, setiap bulan gaji karyawan akan dipotong angsuran pinjaman untuk melunasi pinjamannya.
Sementara itu di luar angsuran pinjaman, potongan terbesar umumnya berupa potongan untuk pajak penghasilan yang terlebih dahulu dipungut oleh pemberi kerja untuk dilaporkan dan disetorkan ke negara.
Baca Juga: Retensi Karyawan: Definisi, Tujuan, dan Faktor yang Memengaruhi
Komponen-komponen Gaji Gross
Gaji gross dapat diperoleh dari banyak sumber, misalnya, dari gaji pokok, tunjangan, bonus, insentif, dan segala bentuk penghasilan lainnya yang diterima sebagai imbalan dari pekerjaan.
Untuk menghitung gaji gross cukup mudah, karyawan hanya perlu menjumlahkan semua komponen penghasilan yang termasuk dalam gaji tersebut.
Berikut beberapa komponen perhitungan gaji gross:
Gaji pokok: penghasilan utama yang didapatkan karyawan sesuai dengan perjanjian.
Tunjangan: jenis tunjangan yang didapatkan dari perusahaan termasuk tunjanganhari raya (THR), tunjangan jabatan, tunjangan transportasi, tunjangan pendidikan, dan tunjangan lainnya.
Honorarium: imbalan atas jasa, jabatan, atau kegiatan yang dilakukan.
Premi asuransi: iuran asuransi yang dibayarkan pemberi kerja ke karyawan, misalnya, premi asuransi kesehatan, premi asuransi jiwa, premi asuransi kecelakan, dan masih banyak lagi.
Bonus tahunan: penghasilan tidak tetap yang diterima dalam satu tahun pajak yang bersangkutan.
(SA)
