Ini yang Dimaksud dengan Tarif Progresif dalam Penetapan Tarif Pajak

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tarif progresif dalam penetapan tarif pajak dimaksudkan sebagai persentase pajak yang saling berhubungan lurus dengan pendapatan masyarakat atau objek pajak terkait.
Tarif ini diberlakukan pemerintah untuk mewujudkan distribusi yang adil antara golongan masyarakat berpenghasilan rendah, menengah, dan masyarakat dengan penghasilan tinggi.
Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan tarif progresif dalam penetapan tarif pajak lebih lanjut, simak pembahasan beserta manfaatnya di artikel Berita Bisnis berikut ini.
Apakah yang Dimaksud dengan Tarif Progresif dalam Penetapan Tarif Pajak?
Tarif progresif dalam penetapan tarif pajak dimaksudkan sebagai tarif pajak dengan persentase yang akan semakin besar bila jumlah objek pajak yang dikenai semakin besar. Pun jika terjadi sebaliknya.
Menurut kenaikan persentase tarifnya, tarif progresif dibagi menjadi tiga kriteria. Dikutip dari jurnal Analisis Pengenaan Tarif Pajak Progresif pada Pajak Kendaraan Bermotor berdasarkan "The Four Maxims" oleh Fajariani berikut di antaranya:
Tarif progresif progresif: kenaikan persentase semakin besar.
Tarif progresif tetap: kenaikan persentase tetap.
Tarif progresif degresif: kenaikan persentase semakin kecil.
Contoh tarif progresif adalah pada pajak penghasilan (PPh). Pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan untuk Wajib Pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam satu tahun pajak.
Sederhananya, seseorang akan dikenakan pajak lebih tinggi ketika mereka mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi pula. Inilah yang dimaksud dengan tarif progresif. Semakin tinggi jumlah objek pajak, semakin tinggi pajak yang dikenakan.
Baca Juga: Anggaran Penerimaan yang Paling Besar Bersumber dari Sektor Ini
Manfaat Tarif Progresif
Merujuk indeed.com, berikut manfaat utama adanya tarif progresif dalam sistem perpajakan suatu negara:
1. Distribusi yang Adil
Salah satu keuntungan terbesar dari tarif progresif adalah bahwa pajak ini mendistribusikan jumlah pajak secara adil ke setiap individu tergantung pada kekayaan mereka.
Ini berarti pemerintah secara tepat mengalihkan beban pajak dari mereka yang berpenghasilan lebih rendah ke mereka yang berpenghasilan lebih tinggi.
Dengan begitu, masyarakat yang berpenghasilan lebih rendah dapat membelanjakan lebih banyak uang untuk kebutuhan pokok, seperti makanan dan pakaian.
2. Peningkatan Uang Pajak
Model tarif progresif dapat membantu pemerintah mendapatkan lebih banyak pendapatan negara. Ketika seseorang menghasilkan lebih banyak uang dan naik ke kelompok pajak yang lebih tinggi, mereka berkontribusi dalam persentase yang lebih tinggi.
3. Program yang Didanai Menjadi Lebih Baik
Dengan uang pajak tambahan yang diterima dari adanya tarif progresif, masyarakat berpenghasilan tinggi dapat berkontribusi untuk mendanai program dan layanan pemerintah.
Program ini dapat mencakup rencana yang berhubungan dengan infrastruktur, seperti membangun atau memperbaiki jalan dan jembatan atau program sosial.
Hal ini dapat membantu meningkatkan kondisi kehidupan secara keseluruhan dan memberikan kesempatan pada individu berpenghasilan rendah untuk mendapatkan lebih banyak uang atau meningkatkan kesejahteraan mereka.
(MQ)
