Jadi CEO Perusahaan Judi Online, Wanita Ini Digaji Rp 9,4 Triliun Setahun

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
Konten dari Pengguna
6 April 2021 17:59
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Jadi CEO Perusahaan Judi Online, Wanita Ini Digaji Rp 9,4 Triliun Setahun (682670)
searchPerbesar
Jersey Stoke City yang disponsori perusahaan judi online asal Inggris, Bet365. (Foto: Instagram/@stokecity).
Apakah di antara netizen sekalian ada penggemar klub sepak bola Stoke City? Bagi penggemar klub berjuluk "The Potters" tersebut, pasti tidak asing dengan sponsor Bet365 di jerseynya. Bet365 sendiri merupakan salah satu perusahaan judi online asal Inggris yang dipimpin oleh Denise Coates.
ADVERTISEMENT
Wanita kelahiran 26 September 1967 tersebut merupakan salah satu orang terkaya di Inggris. Ia merupakan putri dari Peter Coates, Presiden Stoke City dan direktur Bet365 di fase awal. Denise sendiri bekerja di perusahaan judi milik ayahnya ini.
Saat itu, Bet365 belum sebesar saat ini dan masih berupa toko judi kecil berbasis offline. Barulah setelah Denise lulus kuliah dan terlatih sebagai akuntan, jaringan Bet365 diambil alih olehnya dan disulap menjadi bisnis judi online pada tahun 2000.
Bermodal uang pinjaman sebesar 15 juta poundsterling, Denise memulai bisnis tersebut di sebuah bangunan sementara. Pada 2005, bangunan tersebut dijual sebesar 40 juta pounsterling dan seluruh hasilnya dialokasikan untuk perusahaan.
Seiring waktu dan semakin berkembangnya internet, Bet365 berhasil menjadi salah satu jaringan judi online terbesar di dunia. di Tahun 2019, tepatnya sebelum pandemi Covid-19, omzet Bet365 mencapai 2.981 miliar poundsterling atau setara Rp 59,5 triliun (kurs Rp 20.050,6).
ADVERTISEMENT
Sebagai Chief Executive Officer (CEO) Bet365, Denise berhasil mengantongi gaji sebesar Rp9,4 triliun pada 2021. Angka tersebut terbagi atas Rp 8,4 triliun dalam bentuk gaji, serta Rp 964 miliar dalam bentuk dividen.
Hal tersebut menjadikan Denise memperoleh julukan ratu judi di Inggris. Ia juga mengukuhkan dirinya sebagai direktur dengan bayaran tertinggi di Inggris. Pada 2019, ia memperoleh gaji senilai 277 juta poundsterling, yang jika dikonversikan per harinya ia memperoleh 1,2 juta poundsterling.
Jika ditarik lebih jauh, pada 2017 Denise berhasil meraup gaji 217 juta poundsterling, yang kemudian meningkat 48 juta poundsterling lebih tinggi pada 2018. Total gaji 265 juta poundsterling pada 2018 tersebut bahkan disebut-sebut mengalahkan gaji ex-Perdana Menteri Inggris Theresa May.
ADVERTISEMENT
Bahkan menurut High Pay Centre, nilai gaji Denise melebihi total penggabungan gaji yang diterima oleh bos dari setiap perusahaan dalam The Financial Times Stock Exchange 100 Index (FTSE 100). Hal ini menjadi kontroversi sebab dianggap sangat tidak efisien bagi individu untuk menimbun kekayaan dengan cara ini.
Namun, pihak Bet365 membantah hal tersebut dan mengatakan bahwa pengaturan tersebut sudah dilakukan secara adil dan sesuai, terlepas dari produktivitas perusahaan yang menurun pada tahun lalu akibat pandemi Covid-19.
Hal ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, Bet365 tidak memotong sama sekali gaji karyawannya meskipun produktivitas perusahaan turun 8 persen menjadi 2,8 miliar poundsterling akibat dibatalkannya acara olahraga larena pandemi sehingga keuntungan merosot 74 persen menjadi 194,9 juta poundsterling.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Bet365 juga tidak memberlakukan skema cuti sementara bagi karyawan karena ada kebutuhan khusus dari perusahaan atau semacamnya yang mungkin disebabkan oleh kondisi ekonomi perusahaan atau masyarakat secara keseluruhan.
Dengan memimpin perusahaan judi yang ia bangun 20 tahun lalu ini, Denise meraup kekayaan hingga Rp 147,9 triliun pada tahun ini. Denise masuk ke dalam jajaran orang terkaya versi majalah forbes pada urutan ke 404 pada 2021.
Meski begitu, Denise terkenal cukup dermawan. Ia memiliki sebuah yayasan amal bernama Denise Coates Foundation dan sudah pernah menyumbangkan jutaan poundsterling di berbagai momentum. Bet365 sendiri diketahui rutin membayar 85 juta poundsterling setiap tahunnya kepada yayasan amal tersebut.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020