Konten dari Pengguna

Karakteristik Sistem Ekonomi Tradisional dan Kekurangannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Beberapa Karakteristik Sistem Ekonomi Tradisional. Foto: Unsplash.com/Irgi Nur Fadil
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Beberapa Karakteristik Sistem Ekonomi Tradisional. Foto: Unsplash.com/Irgi Nur Fadil

Karakteristik sistem ekonomi tradisional salah satunya terdapat pada kegiatan ekonomi yang dilakukan. Aktivitas ekonomi pada sistem ekonomi ini mencakup berburu, memancing, beternak, dan lainnya.

Dilihat dari salah satu karakteristik tersebut, jika sistem ekonomi tradisional memanfaatkan sumber daya alam secara berlebihan, hal itu dapat berpotensi merugikan lingkungan.

Untuk mengetahui karakteristik sistem ekonomi tradisional lebih lanjut, simak informasi selengkapnya di artikel Berita Bisnis berikut ini.

Daftar isi

Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional

Ilustrasi Beberapa Karakteristik Sistem Ekonomi Tradisional. Foto: Unsplash.com/Mahendra Putra

Mengutip wallstreetmojo.com, sistem ekonomi tradisional adalah sistem dengan produksi dan distribusi barang yang didorong oleh kepercayaan, adat istiadat, budaya, dan tradisi yang telah ada sejak lama.

Negara-negara yang menerapkannya sebagian besar bergantung pada pertanian, perikanan, dan perburuan. Sistem barter merupakan ciri khas ekonomi tradisional.

Setiap negara berkembang dari suatu sistem ekonomi tradisional. Namun, pada masa kini, sebagian besar negara tradisional telah bertransformasi menjadi ekonomi campuran.

Negara-negara yang menganut sitem tradisional cenderung kehilangan hubungan perdagangan, pertukaran budaya, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Baca Juga: Perbedaan Sistem Ekonomi Pasar dengan Sistem Ekonomi Campuran

Beberapa Karakteristik Sistem Ekonomi Tradisional

Ilustrasi Beberapa Karakteristik Sistem Ekonomi Tradisional. Foto: Unsplash.com/Mahendra Putra

Merujuk www.carboncollective.com, berikut beberapa karakteristik dari sistem ekonomi tradisional:

  1. Berpusat pada keluarga atau suku.

  2. Sebagian besar waktu dihabiskan untuk pekerjaan primitif seperti bertani, berburu, atau memancing.

  3. Komunitas ini menjalankan kegiatan ekonominya melalui penangkapan ikan, berburu, dan bertani.

  4. Sistem ekonomi tradisional tak berdagang. Para pelaku ekonomi mengonsumsi produk yang dihasilkan atau dikumpulkan dan mengandalkan barter untuk mendapatkan produk yang mereka inginkan.

Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Ilustrasi Beberapa Karakteristik Sistem Ekonomi Tradisional. Foto: Unsplash.com/Mahendra Putra

Merujuk connectusfund.org, berikut beberapa kekurangan sistem ekonomi tradisional bagi negara penganutnya:

1. Bergantung pada Alam

Setiap gangguan cuaca yang ada dapat menyebabkan hilangnya hasil panen yang kemudian mengakibatkan hilangnya pendapatan. Oleh karena itu tak ada keuntungan yang akan diperoleh selama musim tersebut.

Satu atau dua musim yang buruk memiliki dampak yang merugikan bagi perekonomian tradisional karena kegiatan berburu dan meramu akan terpengaruh.

Lebih buruk lagi, kemungkinan besar masyarakat dengan ekonomi ini tak memiliki program sosial yang dapat membantu mereka melewati musim berikutnya.

2. Merugikan Lingkungan

Mengandalkan lingkungan dapat menjadi berkah sekaligus kutukan bagi masyarakat yang berada dalam ekonomi tradisional.

Sebagai contoh, di Haiti, dua pertiga penduduknya bergantung pada pertanian subsisten sebagai mata pencaharian. Mereka bergantung pada kayu sebagai sumber bahan bakar utama.

Akibatnya, jika hutan ditebang habis dan ketika tak ada banyak pohon, masyarakat dan hutan itu sendiri menjadi rentan terhadap bencana alam.

3. Tak Tunduk pada Perubahan

Tradisi memainkan peran besar dalam ekonomi tradisional dan karena itu masyarakat yang tinggal di komunitas semacam ini enggan untuk berubah.

Mereka mengakar pada tradisi sehingga menolak segala bentuk perubahan atau pertumbuhan. Akibatnya, pertumbuhan akan terhambat.

4. Dapat Dikalahkan oleh Ekonomi yang Lebih Besar

Ekonomi tradisional adalah operasi berskala kecil dan selalu berisiko kehilangan sumber daya alam yang diandalkan untuk ekonomi yang lebih besar.

Salah satu contoh adalah tambang berlian di Afrika. Tambang-tambang tersebut telah ditambang secara berlebihan sehingga menimbulkan polusi dan membawa kekacauan bagi negara-negara Afrika.

Karena terlalu fokus pada keuntungan, masyarakat dengan ekonomi berskala besar mengabaikan fakta bahwa mereka telah mengganggu cara hidup masyarakat dengan ekonomi tradisional.

5. Tak Mempromosikan Cara Hidup Sehat

Masyarakat yang hidup dalam ekonomi tradisional tak memiliki akses ke layanan kesehatan yang kemudian berakibat pada terbatasnya harapan hidup mereka.

Sebagai contoh, seorang bayi yang tak mendapatkan perawatan yang dibutuhkan akhirnya menambah angka kematian yang relatif tinggi. Akibatnya, terdapat kekurangan dalam pertumbuhan populasi dibanding ekonomi lainnya.

(MQ)