Konten dari Pengguna

Kategori Aktiva Lancar Dapat Meliputi Apa Saja? Ini Penjelasannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi aktiva lancar. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aktiva lancar. Foto: Pixabay

Aktiva lancar (current assets) adalah aset milik perusahaan yang mudah dicairkan dalam bentuk uang, dan jangka waktu pencairannya tidak lebih dari satu tahun. Kategori aktiva lancar dapat meliputi kas, piutang, investasi jangka pendek, persediaan, dan beban dibayar di muka.

Merujuk buku Akuntansi Pajak oleh Uswatun Khasanah, dkk, aktiva lancar adalah kas dan aktiva lainnya yang diharapkan akan dapat dikonversi menjadi kas, dijual atau dikonsumsi dalam satu tahun atau dalam satu siklus operasi, tergantung mana yang paling lama.

Dalam neraca, pencatatan aktiva lancar harus dipisahkan dengan aktiva tidak lancar (fixed asset). Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar aktiva lancar, simak penjelasannya dalam uraian di bawah ini.

Kategori Aktiva Lancar

Ilustrasi aktiva lancar. Foto: Pixabay

Dirangkum dari buku Panduan Praktis Dasar Analisa Laporan Keuangan terbitan Grasindo, ada lima jenis aset perusahaan yang bisa dikategorikan sebagai aktiva lancar, di antaranya sebagai berikut:

1. Kas dan Bank

Kas adalah uang tunai yang siap dan bebas digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan. Aset yang termasuk dalam kas adalah uang kertas, uang logam, dan saldo rekening giro di bank. Namun, ada beberapa jenis aset yang tidak termasuk dalam kas aktiva lancar, yaitu:

  • Deposito.

  • Perangko dan materai.

  • Bon kas atau uang muka.

  • Cek mundur atau cek kosong.

2. Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek umumnya meliputi surat-surat berharga, kepemilikan saham atau obligasi yang bersifat sementara serta dapat dijual sewaktu-waktu.

Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia, berikut beberapa syarat bagi surat berharga untuk dianggap sebagai investasi jangka pendek:

  1. Mempunyai pasaran dan dapat diperjualbelikan dengan segera.

  2. Tidak dimaksudkan untuk menguasai perusahaan lain.

  3. Dimaksudkan untuk dijual dalam jangka waktu dekat jika terdapat kebutuhan dana untuk kegiatan umum perusahaan.

Adapun investasi jangka pendek dapat terbagi lagi menjadi lima kategori, di antaranya sebagai berikut:

  • Saham biasa dan saham preferen, penghasilan dari saham seperti dividen tidak dikenakan pajak;

  • Obligasi, bunga obligasi dihitung sebagai PPh tidak boleh dikapitalisasi namun harus dicatat sebagai pajak dibayar di muka (PPh 23);

  • Sekuritas yang lain seperti commercial paper, promissory notes, bill of exchange, bankers, acceptance, sertifikat deposito, repurchase agreement. Penghasilan dari pemegang saham itu didapat dari selisih nilai beli dan nilai jual;

  • Deposito, bunga deposito dikenakan pajak 20% dan final, serta merupakan penghasilan kena pajak pada SPT sehingga pajaknya tidak dapat dikreditkan;

  • Wesel tagih, timbul dari utang-piutang penyerahan barang atau jasa. Bunga yang diterima saat pelunasan merupakan penghasilan pemegang wesel dan merupakan objek pemotongan PPh 23 atau PPh 26.

Ilustrasi aktiva lancar. Foto: Pixabay

3. Account Receivable atau Piutang

Account receivable atau piutang merupakan tagihan uang perusahaan pada para pelanggan yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu paling lama satu tahun sejak tanggal keluarnya tagihan. Dalam aktiva lancar, piutang terbagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Piutang dagang: Tagihan perusahaan kepada pihak lain atau debitur karena penjualan barang atau jasa secara kredit.

  • Piutang wesel: Surat perintah penagihan pada seseorang atau badan untuk membayar sejumlah uang di tanggal yang telah ditentukan sebelumnya.

  • Piutang pendapatan: Pendapatan yang sudah menjadi hak namun pembayarannya belum diterima.

4. Beban Dibayar di Muka

Beban dibayar di muka atau pembayaran diterima di muka merupakan pengeluaran untuk memperoleh jasa dari pihak lain, tetapi pengeluaran itu belum jadi biaya atau jasa tersebut belum dinikmati oleh perusahaan pada saat pembayaran dilakukan.

5. Persediaan

Persediaan adalah aset yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, untuk proses produksi dan/atau dalam perjalanan, serta bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.

Dalam akuntansi perpajakan, penyerahan barang kena pajak ke pedagang perantara dianggap sebagai penyerahan penjualan sehingga dikenakan PPN. Namun jika merupakan konsinyasi, barang tersebut tidak termasuk dalam persediaan consignor.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa itu aktiva lancar?
chevron-down

Aktiva lancar (current assets) adalah aset milik perusahaan yang mudah dicairkan dalam bentuk uang, dan jangka waktu pencairannya tidak lebih dari satu tahun.

Kas masuk aset apa?
chevron-down

Kas merupakan salah satu jenis aset aktiva lancar.

Apa yang dimaksud dengan kas?
chevron-down

Kas adalah uang tunai yang siap dan bebas digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan.