Konten dari Pengguna

Kerja Mawas: Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kerja mawas. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kerja mawas. Foto: Pexels

Seseorang dituntut untuk selalu bersikap mawas diri ketika bekerja. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mawas diri berarti melihat, memeriksa, atau mengoreksi diri sendiri secara jujur. Atau singkatnya, mawas diri merupakan persamaan dari introspeksi diri.

Dalam lingkup pekerjaan, mawas diri termasuk dalam sikap yang berkaitan dengan emosi seseorang. Merujuk buku Manajemen Sumber Daya Manusia: Membangun Daya Saing oleh Dr. H. Masram dan Dr. Hj. Mu’ah, kerja mawas adalah bekerja tanpa terpengaruh oleh perasaan.

Itu berarti bahwa seseorang ketika bekerja harus dapat memisahkan urusan pribadi dengan pekerjaannya. Jangan sampai urusan pribadi tersebut mengganggu bahkan menghambat pekerjaannya, sehingga berakibat tidak baik bagi perusahaan.

Contoh Kerja Mawas

Ilustrasi kerja mawas. Foto: Pexels

Suzanne C. De Janasz dkk menjelaskan dalam bukunya yang bertajuk Interpersona/Skills in Organizations, mawas diri berarti mengetahui apa motivasi, preferensi, kepribadian yang dimiliki, serta memahami bagaimana faktor-faktor diri tersebut memengaruhi penilaian, keputusan, dan interaksi dengan orang lain.

Dengan mawas diri, seseorang mencoba mengenali kekuatan-kekuatan dan kelemahan diri, apa yang disukai dan tidak disukai, tujuan hidup yang dimiliki. Hal ini tentunya dapat membuat seseorang dapat bertindak secara tepat dalam berbagai situasi.

Agar semakin paham dengan penjelasan di atas, berikut beberapa contoh dari perilaku kerja mawas yang dikutip dari buku Strategi Retensi Talenta dengan Mengelola People Equity oleh Dr. Tatin Wahyanto dan Dr. Sondang Sidabutar.

  • Seorang pedagang sedang memiliki masalah dengan istrinya yang membuat ia marah. Namun, pedagang tersebut tetap melayani konsumen dengan baik dan ramah.

  • Seorang pemilik perusahaan tengah mempunyai masalah keluarga. Lalu, di perusahaannya ada seorang pegawai yang melakukan kesalahan. Kendati begitu, ia tetap berpikir secara rasional dan memberikan arahan dengan baik kepada pegawai tersebut.

Baca juga: Pengertian Profesionalisme, Ciri-ciri, dan Prinsip Dasarnya

Manfaat Bekerja dengan Mawas Diri

Ilustrasi kerja mawas. Foto: Pexels

Bekerja dengan mawas diri dapat memberikan ketenangan dan kedamaian dalam jiwa seseorang. Berikut manfaat lain dari bekerja dengan mawas diri sebagaimana dihimpun dari buku Membangun Hubungan Antar Manusia oleh Dra. M. M. Nilam Widyarini, M:

  • Dapat memahami diri sendiri dalam relasi.

  • Dapat menyusun dan melaksanakan program untuk pengembangan diri.

  • Dapat menetapkan tujuan hidup dan karier yang lebih tepat.

  • Dapat mengembangkan hubungan dengan orang lain.

  • Dapat memahami nilai dari keberagaman.

  • Dapat mengelola orang lain secara efektif.

  • Dapat meningkatkan produktivitas.

  • Dapat memberikan kontribusi terhadap organisasi, komunitas, maupun keluarga.

(NDA)