Konten dari Pengguna

Kesenjangan Inflasi: Pengertian, Cara Hitung dan Mengatasinya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kesenjangan inflasi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kesenjangan inflasi. Foto: Pixabay

Kesenjangan inflasi adalah kondisi di mana terdapat perbedaan tingkatan antara produk domestik bruto (PDB) saat ini dan PDB potensial, jika perekonomian beroperasi pada lapangan kerja penuh.

Mengutip laman Corporate Finance Institute, kondisi ini terjadi ketika penawaran agregat jangka pendek memotong permintaan agregat di sebelah kanan penawaran agregat jangka panjang.

Konsep kesenjangan inflasi diciptakan oleh John Maynard Keynes untuk membantu mengidentifikasi posisi perekonomian dalam siklus bisnis. Simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Kesenjangan Inflasi

Ilustrasi kesenjangan inflasi. Foto: Pixabay

Dikutip dari laman Investopedia, kesenjangan inflasi terjadi ketika permintaan barang dan jasa melebihi produksi karena tingginya tingkat lapangan kerja, peningkatan aktivitas perdagangan, atau peningkatan pengeluaran pemerintah.

Kesenjangan inflasi mewakili titik dalam siklus bisnis ketika perekonomian berkembang seiring konsumen membeli lebih banyak barang dan jasa. Ketika permintaan meningkat, namun produksi melambat, harga akan naik untuk memulihkan keseimbangan pasar.

PDB riil harus lebih tinggi daripada PDB potensial agar kesenjangan tersebut dapat dianggap bersifat inflasi. Ketika PDB potensial lebih tinggi dari PDB riil, kondisinya akan disebut sebagai kesenjangan deflasi.

Baca juga: Pengertian Demand Pull Inflation, Penyebab, dan Contohnya

Cara Hitung Tingkat Kesenjangan Inflasi

Tingkat kesenjangan inflasi suatu negara dapat dihitung dengan mengurangi PDB riil dengan PDB potensial yang diantisipasi pada lapangan kerja penuh.

Berikut rumus menghitung tingkat kesenjangan inflasi yang bisa diterapkan oleh suatu negara, sebagaimana dituliskan dalam laman ClearTax:

Kesenjangan Inflasi = PDB riil - PDB potensial yang diantisipasi

Cara Mengatasi Kesenjangan Inflasi

Ilustrasi kesenjangan inflasi. Foto: Pexels

Menurut The Balance Economy, pemerintah dapat menggunakan kebijakan fiskal untuk membantu mengurangi kesenjangan inflasi. Caranya dengan mengurangi jumlah dana yang beredar dalam perekonomian.

Hal ini dicapai melalui pengurangan belanja pemerintah, kenaikan pajak, penerbitan obligasi dan surat berharga, dan pengurangan pembayaran transfer. Penyesuaian terhadap kondisi fiskal dalam perekonomian ini dapat memulihkan keseimbangan perekonomian.

Ketika jumlah uang yang beredar berkurang, permintaan barang dan jasa secara keseluruhan menurun, sehingga mengurangi inflasi. Bank sentral juga bisa memerangi inflasi dengan menaikkan suku bunga, sehingga dana pinjaman menjadi lebih mahal.

Selain dengan kebijakan fiskal, kesenjangan inflasi juga dapat diatasi dengan kebijakan moneter. Kebijakan moneter yang ketat dapat menurunkan jumlah uang yang beredar, sehingga memicu berkurangnya permintaan dan penurunan inflasi. Ketika keseimbangan tercapai, bank sentral dan dapat mengubah suku bunganya.

(NDA)