Mata Rantai Distribusi: Pengertian, Jenis, dan Faktor yang Berpengaruh

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Distribusi menjadi salah satu aspek yang memengaruhi keberhasilan suatu bisnis. Proses ini memastikan barang atau jasa yang dihasilkan produsen dapat sampai ke tangan konsumen akhir.
Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mendistribusikan produk ke pembeli sesuai kebutuhan perusahaan. Serangkaian proses atau langkah yang terlibat di dalamnya dikenal sebagai mata rantai distribusi.
Apabila satu mata rantai dalam sistem ini terputus, proses distribusi dapat terganggu sehingga dapat memengaruhi kepuasan pelanggan maupun kelangsungan bisnis. Dengan memahami mata rantai distribusi, perusahaan dapat menentukan saluran distribusi yang tepat.
Apa Itu Mata Rantai Distribusi?
Mata rantai distribusi adalah saluran atau jalur yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang ke konsumen. Proses menyalurkan produk dapat panjang ataupun pendek sesuai saluran distribusi yang digunakan oleh suatu perusahaan.
Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu menentukan mata rantai yang tepat karena mata rantai untuk suatu perusahaan belum tentu sesuai untuk perusahaan yang lain.
Mata rantai jalur distribusi akan menjadi panjang jika sebelum jatuh ke tangan konsumen, produk yang bersangkutan harus melalui berbagai macam perantara.
Sebaliknya, mata rantai jalur distribusi dapat menjadi pendek apabila produsen secara langsung menghubungi pembeli akhir untuk menawarkan produk mereka.
Baca Juga: Value Chain: Pengertian, Komponen, Cara Analisis, dan Manfaatnya
Jenis Mata Rantai Distribusi
Penyaluran produk sampai ke tangan konsumen akhir dapat menggunakan saluran panjang atau pendek sesuai kebijakan perusahaan.
Dalam buku Manajemen Pemasaran: Kajian Pengantar di Era Bisnis Modern karya Erina Alimin, dkk, disebutkan bahwa mata rantai distribusi dapat dibagi ke dalam dua bentuk, yaitu:
1. Saluran Distribusi Langsung
Bentuk penyaluran barang atau jasa dilakukan langsung dari produsen ke konsumen tanpa melalui perantara. Contoh saluran distribusi langsung, misalnya, penjualan langsung di tempat produksi, penjualan di tempat pengecer, dan penjualan yang dilakukan perusahaan dengan menggunakan pos.
2. Saluran Distribusi Tidak Langsung
Saluran distribusi tidak langsug adalah bentuk saluran distribusi yang menggunakan jasa perantara dan agen untuk menyalurkan barang atau jasa ke para konsumen.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Mata Rantai Distribusi
Dalam memilih saluran distribusi, produsen harus memperhatikan beberapa faktor penting. Adapun faktor yang memengaruhi mata rantai distribusi, antara lain:
1. Faktor Pasar
Dalam faktor pasar, beberapa aspek yang menjadi pertimbangan meliputi konsumen atau pasar indsutri, jumlah pembeli potensial, konsentrasi pasar secara geografis, jumlah pesanan produk, dan kebiasaan dalam pembelian produk.
2. Faktor Barang
Produsen juga harus memperhatikan faktor barang dalam memilih saluran distribusi yang tepat. Aspek yang berkaitan dengan faktor barang di antaranya nilai unit, ukuran dan berat barang, mudah rusaknya barang, sifat teknis, barang standar dan pesanan, luasnya product line.
3. Faktor Perusahaan
Dalam faktor perusahaan, akan ada pertimbangan yang berkenaan dengan sumber dana, pengalaman dan kemampuan manajemen, pengawasan, serta pelayanan yang diberikan.
4. Faktor Perantara
Faktor perantara yang harus diperhatikan, yaitu pelayanan, kegunaan, dan sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen, volume penjualan, dan ongkos.
(SA)
