Konten dari Pengguna

Mengapa Indonesia Bisa Masuk dalam G20? Ini 7 Alasannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasana ruangan yang akan digunakan untuk Pertemuan Tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (G20 FMCBG) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (16/2/2022). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
zoom-in-whitePerbesar
Suasana ruangan yang akan digunakan untuk Pertemuan Tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (G20 FMCBG) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (16/2/2022). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia didaulat menjadi tuan rumah Group of Twenty tahun 2022. Nah, pernah nggak sih berpikir mengapa Indonesia bisa masuk dalam G20 yang merupakan forum bergengsi internasional? Yuk, ketahui sejarah dan alasannya pada artikel berikut.

Forum G20 diadakan sejak Desember 2021 hingga 30 November 2022 mendatang pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Tentunya sebagai tuan rumah, Indonesia akan mengerahkan segala usaha untuk membuktikan persepsi yang baik atas resiliensi ekonomi Indonesia terhadap krisis selama pandemi.

Dalam proses dan sistem kerjanya, G20 tidak memiliki Sekretariat permanen G20. Dengan kondisi itu, tuan rumah (Presidensi) yang ditetapkan pada KTT G20 berdasarkan sistem rotasi kawasan dan berganti setiap tahunnya.

Indonesia merupakan negara Asia ke-5 yang menjadi Presidensi G20 setelah Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Indonesia mengusung tema “Recover Together Recover Stronger”. Melalui tema ini, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia saling bahu-membahu untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Lantas, apa alasan bergabungnya Indonesia sebagai salah satu anggota G20? Dan sejak kapan Indonesia bergabung menjadi anggotanya?

Sejarah Bergabungnya Indonesia dalam G20

Forum ini dibentuk sebagai salah satu upaya menemukan solusi atas kondisi ekonomi global yang dilanda krisis keuangan global pada 1997-1999 dengan melibatkan negara-negara berpendapatan menengah dan memiliki pengaruh ekonomi secara sistemik, termasuk Indonesia.

Mengutip laman Kementerian Keuangan, Indonesia menjadi anggota G20 sejak forum internasional tersebut dibentuk pada tahun 1999.

Pada saat itu, Indonesia ada dalam tahap pemulihan setelah krisis ekonomi 1997-1998 dan dinilai sebagai emerging economy yang mempunyai ukuran dan potensi ekonomi sangat besar di kawasan Asia. Karena itu, Indonesia hadir dalam G20 mewakili kelompok negara berkembang, kawasan Asia Tenggara, dan dunia Islam.

Sebagai anggota forum G20, Indonesia bisa mendapatkan manfaat dari informasi dan pengetahuan lebih awal tentang perkembangan ekonomi global, potensi risiko yang dihadapi, serta kebijakan ekonomi yang diterapkan negara lain terutama negara maju. Dengan demikian, Indonesia mampu menyiapkan kebijakan ekonomi yang tepat dan terbaik.

Selain itu, Indonesia juga dapat memperjuangkan kepentingan nasionalnya dengan dukungan internasional lewat forum ini. Nama dan prestasi Indonesia juga semakin dikenal dan diakui oleh berbagai organisasi dan forum internasional.

Menkeu RI Sri Mulyani Indrawati (kiri) berbincang dengan Menkeu Australia Josh Frydenberg saat melakukan bilateral di sela pertemuan tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Presidensi G20 Indonesia di JCC, Jakarta, Kamis (17/2/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Mengapa Indonesia Masuk dalam G20?

Seperti keterangan dalam buku Indonesia Incorporated karya Zaynur Ridwan, Group of Twenty adalah kelompok 20 negara di dunia dengan pertumbuhan ekonomi yang besar ditambah dengan Uni Eropa.

G20 berisikan negara-negara dengan ekonomi yang besar. Pada tahun 2008, para pemimpin negara juga diikutsertakan dalam forum ini. Sehingga tiap anggota diwakili oleh kepala negara, menteri, dan gubernur bank sentralnya.

Selain itu, G20 juga merupakan representasi dari 60 persen populasi dunia, 75 persen perdagangan internasional, dan 85 persen Produk Domestik Bruto dunia, dan 80 persen dari investasi global.

Pada dasarnya tidak ada syarat dan kriteria tertentu untuk menjadi anggota G20. Namun, hal yang perlu dipahami adalah negara yang menjadi bagian dalam forum G20 harus bisa berkontribusi terhadap perekonomian. Tak hanya itu, negara-negara yang ingin menjadi anggota G20 juga dapat menjaga stabilitas keuangan dunia.

Ajang G20 ialah salah satu pertemuan bergengsi di dunia yang didominasi dengan negara-negara kaya yang menguasai perekonomian dunia lebih dari 80%.

Alasan lainnya karena Indonesia termasuk negara terbesar dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia. Karena potensi pasar yang besar itu, sangat berpeluang tinggi untuk perekonomian.

Indonesia juga dinilai sebagai negara yang kaya akan perbedaan, suku, agama, sumber daya alam, dan sumber daya manusia. Sehingga diharapkan dapat menyumbangkan keterampilan SDM dalam mengelola SDA yang tersedia.

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa alasan Indonesia berhasil masuk ke forum G20 ialah sebagai berikut.

  1. Indonesia dinilai sebagai emerging economy yang mempunyai ukuran dan potensi ekonomi sangat besar di kawasan Asia.

  2. Indonesia menguasai perekonomian dunia lebih dari 80 persen karena memiliki potensi pasar yang besar.

  3. Indonesia termasuk negara terbesar dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia setelah China, Amerika Serikat, dan India. Indonesia memiliki jumlah penduduk sebanyak 273 juta.

  4. Sebagai jembatan peradaban, Indonesia sebagai negara mayoritas islam bersama Arab Saudi dan Turki dapat menjalankan perannya dan menunjukkan kepada peradaban barat bahwa Islam itu compatible dengan demokrasi.

  5. Indonesia kaya akan perbedaan seperti suku, agama, dan adat istiadat namun tetap hidup rukun dan berdampingan.

  6. Indonesia kaya akan sumber daya alam hayati dan letak demografis yang sangat strategis.

  7. Memiliki banyak tenaga SDM usia produktif untuk mengelola SDA yang tersedia.

(SRS)