Mengapa Indonesia Bisa Masuk dalam G20? Ini Jawabannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia diamanatkan menjadi Presidensi Group of Twenty tahun 2022. Lantas, mengapa Indonesia bisa masuk dalam G20 yang merupakan forum bergengsi internasional? Yuk, ketahui sejarah bergabung dan alasannya pada artikel berikut.
Forum G20 diadakan sejak Desember 2021 hingga 30 November 2022 mendatang pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Sebagai tuan rumah, Indonesia akan mengerahkan segala usaha untuk membuktikan persepsi yang baik atas resiliensi ekonomi Indonesia terhadap krisis selama pandemi.
Dalam proses dan sistem kerjanya, G20 tidak memiliki Sekretariat permanen G20. Dengan kondisi itu, tuan rumah (Presidensi) yang ditetapkan pada KTT G20 berdasarkan sistem rotasi kawasan dan berganti setiap tahunnya.
Indonesia mengusung tema “Recover Together Recover Stronger”. Dengan tema ini, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia saling bahu-membahu untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
Lalu, apa alasan bergabungnya Indonesia sebagai salah satu anggota G20? Dan sejak kapan Indonesia bergabung menjadi anggotanya?
Sejarah Bergabungnya Indonesia dalam G20
Forum ini dibentuk sebagai salah satu upaya menemukan solusi atas kondisi ekonomi global yang dilanda krisis keuangan global pada 1997-1999. Forum ini melibatkan negara-negara berpendapatan menengah dan memiliki pengaruh ekonomi secara sistemik, termasuk Indonesia.
Mengutip laman Kementerian Keuangan, Indonesia menjadi anggota G20 sejak forum internasional tersebut dibentuk pada tahun 1999.
Pada saat itu, Indonesia ada dalam tahap pemulihan setelah krisis ekonomi 1997-1998 dan dinilai sebagai emerging economy yang mempunyai ukuran dan potensi ekonomi sangat besar di kawasan Asia. Karena itu, Indonesia hadir dalam G20 mewakili kelompok negara berkembang, kawasan Asia Tenggara, dan negara dengan mayoritas penduduk beragam Islam.
Sebagai anggota forum G20, Indonesia bisa mendapatkan manfaat dari informasi dan pengetahuan lebih awal tentang perkembangan ekonomi global, potensi risiko yang dihadapi, serta kebijakan ekonomi yang diterapkan negara lain terutama negara maju. Dengan demikian, Indonesia mampu menyiapkan kebijakan ekonomi yang tepat dan terbaik.
Selain itu, Indonesia juga dapat memperjuangkan kepentingan nasionalnya dengan dukungan internasional lewat forum ini. Nama dan prestasi Indonesia juga semakin dikenal dan diakui oleh berbagai organisasi dan forum internasional.
Mengapa Indonesia Masuk dalam G20?
Melansir laman g20.org, G20 merupakan sebuah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU) yang berisikan negara-negara dengan ekonomi yang besar.
Selain itu, G20 juga merupakan representasi dari 60 persen populasi dunia, 75 persen perdagangan internasional, dan 85 persen produk domestik bruto dunia, dan 80 persen dari investasi global.
Negara yang menjadi bagian dalam forum G20 harus bisa berkontribusi terhadap perekonomian. Tak hanya itu, negara-negara yang ingin menjadi anggota G20 juga dapat menjaga stabilitas keuangan dunia.
Ajang G20 ialah salah satu pertemuan bergengsi di dunia yang didominasi dengan negara-negara kaya yang menguasai perekonomian dunia lebih dari 80 persen.
Berikut penjabaran mengenai alasan Indonesia berhasil masuk ke forum G20 dari beberapa faktor.
Indonesia dinilai sebagai emerging economy yang mempunyai ukuran dan potensi ekonomi sangat besar di kawasan Asia.
Indonesia menguasai perekonomian dunia lebih dari 80 persen karena memiliki potensi pasar yang besar sehingga sangat berpeluang tinggi untuk perekonomian.
Indonesia termasuk negara terbesar dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia setelah China, Amerika Serikat, dan India. Indonesia memiliki jumlah penduduk sebanyak 273 juta.
Sebagai jembatan peradaban, Indonesia sebagai negara mayoritas islam bersama Arab Saudi dan Turki dapat menjalankan perannya dan menunjukkan kepada peradaban barat bahwa Islam itu compatible dengan demokrasi.
Indonesia kaya akan perbedaan seperti suku, agama, dan adat istiadat namun tetap hidup rukun dan berdampingan.
Indonesia kaya akan sumber daya alam hayati dan letak demografi yang sangat strategis.
Memiliki banyak tenaga SDM usia produktif untuk mengelola SDA yang tersedia.
Negara yang menjadi bagian dalam forum G20 harus bisa berkontribusi terhadap perekonomian. Tak hanya itu, negara-negara yang ingin menjadi anggota G20 juga dapat menjaga stabilitas keuangan dunia.
Negara G20 tersebut mempunyai kelas pendapatan yang beragam, mulai dari menengah hingga tinggi, yaitu Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Prancis, Rusia, Turki, Tiongkok, dan Uni Eropa
(SRS)
