Mengenal Akun Riil dalam Akuntansi dan Jenis-jenisnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Akun riil dalam akuntansi merupakan kumpulan akun yang akan dilaporkan ke dalam neraca saldo. Oleh karena itu, akun riil disebut juga sebagai akun neraca.
Merujuk buku Akuntansi Dasar 1 Ringasan Teori Dan Soal terbitan Grasindo, akun riil adalah akun yang berkesinambungan, sehingga selalu dibawa dari suatu periode ke periode berikutnya.
Akun-akun tersebut mencakup aktiva (aset), kewajiban (utang), dan ekuitas (modal). Simak penjelasan lebih lengkap seputar akun riil dalam akuntansi di bawah ini.
Jenis-jenis Akun Riil dalam Akuntansi
Yenni Ramadhani Harahap, dkk, menerangkan dalam bukunya yang bertajuk Pengantar Akuntansi Dasar, akun riil dalam akuntansi adalah kelompok akun yang nilai saldonya selalu tersedia dan tidak pernah ditutup selama perusahaan beroperasi.
Akun riil didasarkan pada konsep akuntansi going concern (berkesinambungan). Nilai saldo kelompok akun ini terus bertambah atau dilanjutkan di periode-periode berikutnya. Sehingga, saldo akhir di suatu periode akan menjadi saldo awal di periode berikutnya.
Jenis-jenis akun riil terdiri dari akun aktiva (aset), kewajiban (utang), dan ekuitas (modal). Berikut masing-masing penjelasannya seperti dikutip dari buku Akuntansi Dasar Buku Pintar Untuk Pemula oleh Bachtiar dan Nurfadila.
Baca juga: Jenis Akun Bersaldo Normal Kredit dan Debit dalam Jurnal Umum serta Cara Buatnya
1. Akun Aset (Harta)
Aset (harta) atau aktiva adalah sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan untuk melaksanakan kegiatan usaha sekarang dan yang akan datang. Harta dibedakan menjadi:
Harta lancar: Harta yang tingkat likuiditasnya tinggi dan usia pemakaiannya kurang dari satu tahun. Contohnya adalah kas, piutang usaha/dagang, dan persediaan.
Harta tetap: Harta yang memiliki wujud dan usia ekonomisnya lebih dari satu tahun. Contohnya adalah tanah, gedung, dan mesin.
Harta tidak berwujud: Harta yang tidak bisa dilihat, tetapi memiliki nilai ekonomi. Contohnya adalah hak paten, hak cipta, dan merek.
Investasi jangka panjang: Harta perusahaan yang berwujud surat berharga. Contohnya adalah saham dan deposito.
2. Akun Kewajiban (Utang)
Akunnya terdiri dari berbagai utang perusahaan yang harus dibayarkan ke pihak lain dalam jangka waktu tertentu atau tuntutan individu atau kelompok terhadap kekayaan perusahaan. Kewajiban terdiri dari:
Utang lancar: Kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan dalam waktu kurang dari setahun. Contohnya seperti utang usaha, utang dagang, utang bunga, utang gaji, pendapatan yang diterima di muka, dan wesel bayar.
Utang jangka panjang: Kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan dalam waktu lebih dari setahun. Contohnya seperti utang bank, utang hipotik, dan pinjaman obligasi.
Kewajiban/utang lain-lain: Kewajiban/utang yang tidak bisa digolongkan sebagai utang lancar atau utang jangka panjang.
3. Akun Ekuitas (Modal)
Kekayaan pemilik atas sebagian harta perusahaan, yakni selisih antara total aset dengan utang perusahaan. Contohnya adalah modal pribadi.
(NDA)
