Konten dari Pengguna

Mengenal Laporan Keuangan yang Berisi Harta, Utang, dan Modal

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi laporan keuangan yang berisi harta, utang, dan modal. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi laporan keuangan yang berisi harta, utang, dan modal. Foto: Pexels

Laporan keuangan yang berisi harta, utang, dan modal disebut juga sebagai neraca saldo. Neraca saldo digunakan untuk mengetahui keseimbangan antara jumlah debit dan kredit yang terdapat dalam buku besar.

Jumlah debet dan kredit pada neraca saldo haruslah seimbang atau sama. Apabila tidak, hal itu mengindikasikan adanya kesalahan dalam pencatatan rekening-rekening buku besar atau salah dalam menempatkan rekening.

Neraca saldo juga mempunyai fungsi sebagai alat kontrol untuk mengecek kebenaran, ketelitian pencatatan dan pembuktian. Oleh karena itu, neraca saldo sering juga disebut neraca percobaan atau trial balance.

Jenis-jenis Neraca Saldo atau Laporan Keuangan yang Berisi Harta, Utang, dan Modal

Ilustrasi menyusun neraca saldo. Foto: Pexels

Neraca ini disusun secara sistematis sesuai kode akun yang bersumber dari buku besar perusahaan pada periode tertentu. Secara umum, neraca saldo dapat dibedakan menjadi tiga jenis, di antaranya:

  1. Neraca saldo belum disesuaikan, yakni neraca yang berisi informasi saldo untuk setiap akun yang terdapat dalam buku besar.

  2. Neraca saldo setelah penyesuaian, ialah neraca yang memuat saldo setiap akun dan telah disesuaikan kembali dengan jurnal penyesuaian. Penyesuaian tersebut didasarkan pada standar akuntansi aktual yang memungkinkan beberapa akun perlu disesuaikan.

  3. Neraca saldo tutup, yaitu neraca yang dibuat setelah pembukuan selesai. Umumnya, jenis neraca ini disusun setiap akhir periode.

Baca juga: 5 Contoh Neraca Saldo Berdasarkan Jenis-jenisnya

Cara Menyusun Neraca Saldo

Ilustrasi menyusun neraca saldo. Foto: Pexels

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sumber penyusunan neraca saldo berasal dari saldo-saldo akhir yang terdapat di buku besar. Berbagai saldo tersebut digolongkan berdasarkan kode akun yang tersedia.

Mengutip jurnal berjudul Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Secara Sederhana pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sorong oleh Wisang Candra Bintari, dkk., berikut cara membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo:

1. Susun jurnal

Penyusunan jurnal penyesuaian dapat dimulai ketika semua jurnal telah dibukukan ke dalam tiap-tiap rekening di buku besar. Sebelum hal tersebut dilakukan, informasi yang ada dapat digunakan untuk mengecek keseimbangan antara debit dengan kredit dari seluruh rekening yang ada dalam buku besar.

2. Kumpulkan data

Selanjutnya data yang diperlukan dikumpulkan untuk membuat jurnal penyesuaian. Umumnya, terdapat beberapa transaksi yang kemungkinan belum tercatat dan belum sesuai dengan kondisi di akhir periode. Dengan demikian, data tersebut dikumpulkan dalam menyusun jurnal penyesuaian.

3. Susun neraca lajur

Fungsi penyusunan neraca ini untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan yang dimulai dari neraca saldo lalu disesuaikan dengan data yang ada pada jurnal penyesuaian. Lalu, saldo yang telah mengalami penyesuaian akan tampak pada neraca saldo.

4. Susun laporan

Setelah itu, laporan-laporan tersebut dapat disusun secara langsung pada neraca lajur.

5. Susun jurnal penutupan

Bila rekening pada buku besar telah disesuaikan, jurnal penutupan dapat disusun.

6. Susun neraca saldo

Guna mengecek keseimbangan antara debit dan kredit pada rekening yang masih terbuka, neraca saldo disusun setelah penutupan.

Pada langkah ini akan dicantumkan rekening riil saja dan tak termasuk nominal yang sudah ditutup. Sumber data keuangan untuk menyusun neraca saldo setelah penutupan berasal dari buku besar setelah posting penutupan.

7. Sesuaikan dengan laporan keuangan

Setelah itu, sesuaikan kembali pada laporan keuangan dengan mengembalikannya pada rekening normal. Kemudian hitung keseimbangan antara jumlah saldo debit dengan jumlah saldo kredit. Apabila keduanya terdapat perbedaan, dapat dipastikan bahwa data di dalamnya terjadi kesalahan.

(NDA)