Mengenal Perbedaan Toko Kelontong dan Toko Sembako

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat Indonesia umumnya sudah tidak asing dengan istilah "toko kelontong" dan "toko sembako." Keduanya merupakan jenis toko kecil yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar rumah atau pasar.
Walaupun terlihat serupa, toko kelontong dan toko sembako memiliki perbedaan yang memengaruhi jenis produk yang dijual serta fungsi toko tersebut.
Artikel ini akan membahas secara rinci perbedaan toko kelontong dan toko sembako agar Anda lebih memahami dan dapat memilih sesuai kebutuhan.
Pengertian Toko Kelontong
Mengutip buku Sukses Buka Toko Kelontong Modal 2,5 Juta oleh Ana S. Rini, toko kelontong adalah jenis toko yang menjual berbagai kebutuhan harian yang bervariasi. Berikut ciri-ciri toko kelontong:
1. Barang beragam
Toko kelontong menjual beragam produk, mulai dari makanan ringan, minuman, peralatan rumah tangga, hingga barang-barang kecil lainnya.
2. Lokasi mudah dijangkau
Toko kelontong biasanya mudah ditemukan di area permukiman atau pinggir jalan.
3. Harga bervariasi
Produk yang dijual di toko kelontong sering kali dijual dalam kemasan kecil dan memiliki harga yang bervariasi tergantung pada jenis barang.
4. Buka dari pagi hingga malam
Sebagian besar toko kelontong melayani pembeli sepanjang hari sehingga memudahkan masyarakat yang ingin berbelanja kebutuhan harian tanpa harus pergi jauh.
Baca Juga: Perbedaan Gaji Nett dan Gross yang Diterima Karyawan
Pengertian Toko Sembako
Berbeda dari toko kelontong, toko sembako lebih fokus pada penjualan bahan-bahan pokok yang termasuk dalam sembilan bahan pokok (sembako).
Bahan pokok yang dijual di toko sembako umumnya mencakup beras, gula, minyak goreng, telur, garam, dan bahan makanan utama lainnya yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Berikut ciri-ciri lain dari toko sembako yang dikutip dari buku Peluang Usaha Rumahan yang Menguntungkan karangan Ajen Dianawati.
1. Produk lebih terfokus pada bahan pokok
Toko sembako umumnya menjual bahan makanan pokok yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Ini termasuk beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan utama dapur lainnya.
2. Kemasan dalam jumlah besar
Berbeda dengan toko kelontong yang menyediakan barang-barang dalam ukuran kecil, toko sembako sering menyediakan barang dalam kemasan besar atau jumlah besar.
3. Harga stabil dan terjangkau
Karena menjual bahan pokok, harga produk di toko sembako umumnya stabil dan lebih murah, sehingga dapat dijangkau oleh semua kalangan.
4. Fokus pada bahan makanan
Barang yang dijual biasanya mencakup bahan yang akan digunakan untuk memasak atau konsumsi sehari-hari.
Perbedaan Toko Kelontong dan Toko Sembako
Berdasarkan penjabaran di atas, perbedaan toko kelontong dan toko sembako dapat dilihat dari beberapa hal berikut.
1. Jenis Barang yang Dijual
Toko kelontong: Menjual berbagai macam kebutuhan harian seperti makanan ringan, minuman, alat tulis, hingga barang keperluan sehari-hari lainnya.
Toko sembako: Fokus pada penjualan sembilan bahan pokok seperti beras, minyak, gula, telur, dan bahan makanan utama lainnya.
2. Fungsi
Toko kelontong: Lebih mengakomodasi kebutuhan tambahan atau pelengkap yang sering dibutuhkan secara mendadak, seperti peralatan mandi atau makanan ringan.
Toko sembako: Lebih mengutamakan kebutuhan dasar atau bahan pokok yang digunakan untuk konsumsi sehari-hari.
3. Sistem Harga dan Ukuran Kemasan
Toko kelontong: Barang-barang yang dijual biasanya dalam ukuran kecil dan harga yang bervariasi sesuai dengan jenis produk.
Toko sembako: Banyak produk dijual dalam ukuran besar atau harga grosir untuk kebutuhan dapur, sehingga biasanya lebih ekonomis.
4. Fokus Pasar
Toko kelontong: Menyasar konsumen dengan kebutuhan sehari-hari yang lebih beragam.
Toko sembako: Menyasar konsumen yang ingin membeli bahan makanan pokok untuk kebutuhan dapur dalam jumlah tertentu.
(NDA)
