Mengenal Staff Compliance, Tugas, dan Kualifikasinya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Staff compliance adalah karyawan yang berperan penting dalam suatu perusahan. Mereka memastikan bahwa organisasi dan bisnis tak hanya mematuhi peraturan pemerintah tetapi juga standar internal.
Tugas mereka beragam mulai dari menilai risiko hingga memberi nasihat ke manajemen. Jika terjadi pelanggaran peraturan, penting bagi staff compliance untuk menerapkan tindakan disipliner yang sesuai untuk menghindari terulangnya hal serupa di masa mendatang.
​Untuk mengetahui secara lebih jelas pengertian, tugas, dan kualifikasi seorang staff compliance, simak uraian selengkapnya berikut ini.
Apa itu Staff Compliance?
Staff compliance adalah karyawan yang membantu perusahaan mengelola risiko dan menghindari tuntutan hukum dengan memastikan operasi bisnis dilakukan sesuai undang-undang negara yang berlaku.
Mengutip dari laman Investopedia, staff compliance mempunyai kewajiban ke atasannya untuk bekerja dengan manajemen dan staf untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko peraturan.
Tujuannya untuk memastikan bahwa organisasi memiliki pengendalian internal yang mampu mengukur dan mengelola risiko yang dihadapinya secara memadai.
Staff compliance memberi layanan internal yang secara efektif mendukung area bisnis untuk mematuhi undang-undang dan peraturan serta prosedur internal yang relevan. Mereka biasanya merupakan penasihat umum perusahaan, tetapi tak selalu.
Baca Juga: Jobdesk General Affairs dalam Suatu Perusahaan
Tugas Staff Compliance
Staff compliance membantu perusahaan menjaga kebijakan dan prosedur agar tetap berada dalam kerangka peraturan industri. Adapun tugas mereka antara lain adalah sebagai berikut:
Meneliti, melaksanakan, dan mendokumentasikan tinjauan kepatuhan.
Mengomunikasikan secara efektif prinsip-prinsip etika utama dan peraturan kepatuhan perusahaan.
Merancang atau memperbarui kebijakan internal untuk memitigasi risiko pelanggaran hukum dan peraturan oleh perusahaan dan memimpin audit internal terhadap prosedur.
Menanggapi potensi masalah dan pelanggaran kepatuhan yang serius, atau berkerja sama dengan manajemen mengenai cara merespons kemungkinan pelanggaran kepatuhan yang tepat.
Mengatur sesi pelatihan rutin bagi karyawan untuk mengomunikasikan perubahan dan pembaruan peraturan utama. Hal ini penting dalam lingkungan peraturan yang semakin ketat saat perubahan bersifat konstan.
Kualifikasi Staff Compliance
Untuk menjadi staf ini biasanya pelamar diharuskan memiliki gelar sarjana di bidang Hukum, Administrasi Bisnis, atau Keuangan.
Mereka juga diutamakan untuk memiliki sertifikat kepatuhan atau etika. Namun yang terpenting, mereka harus memiliki kemampuan seperti perhatian terhadap detail, kemampuan berpikir analitis, dan kemampuan untuk menafsirkan kebijakan dan dokumen peraturan yang kompleks.
Dikutip dari laman Glassdoor, berikut kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang staff compliance:
Berpengalaman dalam manajemen risiko atau peran kepatuhan.
Harus memiliki, atau bersedia memperoleh, sertifikasi kepatuhan.
Perhatian terhadap detail untuk mengidentifikasi dan memperbaiki praktik berisiko.
Memiliki keterampilan komunikasi yang kuat dan mampu mengekspresikan diri dengan jelas baik secara lisan maupun tulisan.
Memiliki kepribadian kolaboratif dan terbuka terhadap saran dari anggota tim.
Keahlian analitis yang sangat baik dan kemampuan untuk menafsirkan dokumen dan kebijakan yang kompleks secara akurat.
Manajemen waktu dan keterampilan organisasi yang kuat dan mampu memenuhi tenggat waktu.
(SA)
