Mengenal Suku Bunga Floating, Kelebihan dan Kekurangannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suku bunga floating adalah salah satu bunga yang digunakan bank dalam produk pinjaman. Suku bunga floating disebut juga suku bunga mengambang (floating rate).
Dalam sistem bunga ini berarti bunga dapat berubah sewaktu-waktu bergantung kondisi pasar. Dengan menggunakan metode ini nasabah peminjam akan dibebankan suku yang berubah, baik ketika suku bunga naik maupun suku bunga turun selama masa kredit.
Pengertian Suku Bunga Floating
Dalam buku Bank & Lembaga Keuangan Modern Lainnya (2020) oleh Syafril, S.E., M.M. dijelaskan bahwa pergerakan suku bunga bank dipengaruhi oleh pergerakan bunga di tingkat pasar uang.
Sistem bunga floating berjalan fleksibel mengikuti pergerakan suku bunga di pasar itu. Akibatnya, besaran cicilan tiap bulan tidak sama karena pasar uang senantiasa berubah dari waktu ke waktu.
Seperti contoh suku bunga yang disepakati pada awal perjanjian sebesar 12 persen, maka selama jangka waktu kredit suku bunga dapat turun menjadi 10 persen, atau bahkan naik menjadi 15 persen.
Jumlah bunga yang dibayarkan dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari bunga yang bersangkutan. Hal ini berdampak pula pada jumlah angsuran yang turut berubah menjadi lebih besar atau lebih kecil dari jumlah angsuran sebelumnya.
Sistem bunga mengambang biasanya digunakan untuk pembiayaan jangka panjang seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Misalnya suatu bank akan memberikan bunga tetap selama tiga tahun, selanjutnya bunga dapat berubah sesuai keputusan bank.
Jika suku bunga saat itu naik, maka kemungkinan suku bunga pinjaman juga akan dinaikan oleh bank.
Akan tetapi jika suku bunga sedang turun, maka ada dua kemungkinan yang dilakukan bank. Pertama, suku pinjaman akan tetap sama dengan periode yang lalu, kedua suku bunga pinjaman akan diturunkan sesuai suku bunga di pasar uang.
Baca Juga: Bunga Anuitas: Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitung
Kelebihan dan Kekurangan Suku Bunga Floating
Setiap suku bunga memiliki keuntungan dan kerugian bagi debitur, termasuk bagi produk pinjaman yang menerapkan sistem bunga floating.
Mengutip dari buku Direktori Produk Kredit & Tabungan Perbankan se-Kalimantan Tengah (2014) oleh Akmaluddin Suangkupon, dkk berikut ini adalah keuntungan dan kerugian suku bunga floating.
Kelebihan Suku Bunga Floating
Pada saat terjadi penurunan suku bunga pasar maka tingkat suku bunga kredit yang harus dibayarkan pada periode tersebut ikut turun.
Cocok untuk peminjam yang berani mengambil risiko untuk mengambil keuntungan.
Kekurangan Suku Bunga Floating
Apabila bunga pasar mengalami kenaikan maka maka suku bunga kredit akan ikut naik sehingga besaran bunga yang harus dibayar menjadi lebih tinggi dari periode sebelumnya.
Untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari dalam pemenuhan kewajiban pembayaran pokok dan bunga kredit dari bank, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni :
1. Mencari informasi dan meminta penjelasan terlebih dahulu mengenai hal-hal berikut dari pihak bank sebelum menandatangani perjanjian kredit seperti cara perhitungan bunga (flat, sliding atau anuitas) dan penetapan bunga (fixed atau floating).
2. Membaca dan memahami isi perjanjian kredit.
(SA)
