Mengenal Tiga Pilar Utama Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bank Indonesia (BI) merupakan bank sentral di Indonesia yang diberi mandat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang berdampak luas bagi masyarakat dan pelaku ekonomi.
Dalam melaksanakan tugasnya, Bank Indonesia mengandalkan tiga pilar utama yang mencakup stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran yang efisien.
Ketiga pilar ini menjadi landasan kuat bagi Bank Indonesia dalam menjaga ekonomi nasional agar tetap stabil dan tumbuh secara berkelanjutan. Di bawah ini akan dijelaskan lebih rinci mengenai tiga pilar utama Bank Indonesia.
Tiga Pilar Utama Bank Indonesia
Berdasarkan informasi yang dirangkum dari laman resmi bi.go.id, berikut tiga pilar utama Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
1. Stabilitas Moneter
Stabilitas moneter merupakan salah satu pilar utama Bank Indonesia yang bertujuan untuk menjaga agar tingkat inflasi tetap terkendali. Inflasi yang stabil akan menciptakan kondisi ekonomi yang sehat, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan dengan baik.
Bank Indonesia menetapkan target inflasi tahunan yang menjadi acuan bagi kebijakan moneter. Untuk mencapai target tersebut, BI memiliki beberapa instrumen utama, antara lain:
Suku Bunga Acuan (BI Rate): Suku bunga acuan adalah salah satu alat yang digunakan BI untuk mengendalikan inflasi. Ketika inflasi tinggi, BI cenderung menaikkan suku bunga acuan untuk menurunkan permintaan. Sebaliknya, jika inflasi rendah, BI bisa menurunkan suku bunga untuk mendorong konsumsi dan investasi.
Operasi Pasar Terbuka (OPT): BI melakukan OPT untuk menyerap atau menambah likuiditas di pasar. Melalui mekanisme ini, BI dapat mengatur jumlah uang beredar di masyarakat sehingga inflasi dapat terkendali.
Dengan menjaga stabilitas moneter, Bank Indonesia membantu menciptakan lingkungan ekonomi yang stabil, sehingga akan mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Apa Itu BI Rate? Ini Pengertian, Fungsi, dan Cara Ceknya
2. Stabilitas Sistem Keuangan
Pilar kedua Bank Indonesia adalah menjaga stabilitas sistem keuangan. Sistem keuangan yang stabil sangat penting agar bank dan lembaga keuangan lainnya bisa beroperasi dengan baik dan tidak rentan terhadap risiko krisis.
Dalam menjaga stabilitas ini, Bank Indonesia berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Beberapa langkah yang dilakukan BI dalam menjaga stabilitas sistem keuangan meliputi:
Pengawasan dan Regulasi Bank: BI mengawasi perbankan dan mengeluarkan regulasi yang bertujuan untuk mencegah risiko yang bisa memicu krisis. Regulasi ini mencakup rasio kecukupan modal, manajemen risiko, dan kebijakan kredit yang sehat.
Manajemen Likuiditas: Bank Indonesia mengatur likuiditas di pasar melalui berbagai instrumen kebijakan, seperti fasilitas pinjaman darurat bagi bank yang mengalami kesulitan likuiditas. Dengan cara ini, BI bisa membantu bank agar tetap stabil dan terhindar dari krisis likuiditas.
Dengan menjaga stabilitas sistem keuangan, Bank Indonesia berupaya mencegah terjadinya krisis keuangan yang dapat mengganggu perekonomian nasional.
Sistem keuangan yang stabil juga menciptakan kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan dan akhirnya menjaga kelancaran transaksi ekonomi.
3. Efisiensi dan Keamanan Sistem Pembayaran
Pilar ketiga dari Bank Indonesia adalah memastikan efisiensi dan keamanan dalam sistem pembayaran. Sistem pembayaran yang efisien dan aman sangat penting untuk mendukung kelancaran transaksi di masyarakat.
Bank Indonesia bertanggung jawab mengatur, mengawasi, dan memfasilitasi sistem pembayaran agar berjalan lancar, terutama di era digital yang penuh inovasi ini. Beberapa langkah yang diambil oleh BI untuk mencapai efisiensi dan keamanan dalam sistem pembayaran adalah:
Pengembangan Infrastruktur Pembayaran Digital: BI mendorong penggunaan pembayaran digital dan infrastruktur pembayaran yang efisien. Contohnya, QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang memungkinkan pembayaran non-tunai lebih praktis dan cepat di berbagai merchant.
Pengawasan Keamanan Transaksi: Di tengah maraknya transaksi digital, BI berperan dalam mengawasi keamanan transaksi agar masyarakat merasa aman dalam bertransaksi. Bank Indonesia bekerja sama dengan lembaga lain untuk memastikan perlindungan data dan mencegah kejahatan siber di sektor keuangan.
Dengan sistem pembayaran yang efisien dan aman, Bank Indonesia mendukung kemudahan bertransaksi di seluruh lapisan masyarakat, yang pada akhirnya juga akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi.
(NDA)
