Metode Garis Lurus Artinya Apa? Ini Pengertian dan Cara Menghitungnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu metode garis lurus dan bagaimana cara perhitungannya? Dalam akuntansi, metode garis lurus merupakan salah satu metode atau cara yang bisa digunakan dalam menghitung penyusutan suatu nilai.
Mengutip buku Ekonomi Teknin Teori dan Aplikasi karya Endah Rahayu dkk, mengatakan bahwa metode garis lurus atau straight line method adalah metode perhitungan yang sering digunakan dalam menghitung depresiasi atau penyusutan. Adapun hal tersebut karena metode garis lurus memiliki perhitungan yang sederhana.
Perlu diketahui bahwa metode garis lurus merupakan salah satu dari tiga metode lain untuk menghitung penyusutan suatu nilai. Dua yang lainnya, yakni metode saldo menurun atau declining balance method, dan metode unit aktivitas atau units of activity.
Sedangkan menurut buku Akuntansi Pajak dengan Microsoft Excel, metode garis lurus ialah metode adalah metode yang digunakan untuk menghitung aset tetap tidak berwujud (tangible asset) pada depresiasi, dan aset tetap berwujud (intangible asset) pada amortisasi.
Jika membahas metode garis lurus, perlulah juga untuk mengetahui perihal pengertian depresiasi atau penyusutan.
Pengertian Depresiasi
Mengutip buku Teori Akuntansi Pendekatan Konsep dan Aplikasi karya Hery, depresiasi atau penyusutan merupakan alokasi secara periodik dan sistematis dari harga perolehan aktiva selama periode-periode berbeda yang memperoleh manfaat dari penggunaan aktiva bersangkutan.
Atau secara sederhana, penyusutan ialah perpindahan biaya yang berasal dari beban berkala selama masa penggunaannya. Seperti yang disebutkan di atas, penyusutan berfungsi menghitung aset yang berwujud, sedangkan amortisasi berfungsi menghitung aset tidak berwujud.
Dalam menghitung penyusutan suatu nilai, ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal tersebut adalah harga perolehan (acquisition cost), usia ekonomis aktiva tetap (estimated economic life), dan nilai sisa atau residu (residual value). Berikut penjelasannya:
1. Harga Perolehan
Sederhananya, harga perolehan ialah uang yang digunakan untuk memperoleh aktiva tetap sampai aset tersebut bisa digunakan. Harga perolehan sendiri menjadi dasar dari berapa besar jumlah uang yang perlu dialokasikan dalam satu periode akuntansi.
2. Usia Ekonomis
Usia ekonomis lebih mengarah pada usia fungsional dari suatu aktiva yang dimiliki perusahaan. Usia fungsional sendiri mengarah kepada seberapa lama kontribusi yang mampu diberikan suatu aset bagi perusahaan.
3. Nilai Residu
Nilai residu memiliki arti sebagai nilai suatu aktiva yang telah digunakan atau habis pakai yang akan dijual kembali. Perlu diingat, tidak semua aktiva memiliki nilai residu, sebab ada sejumlah aktiva yang tidak bisa dijual kembali jika dilihat dari sisi ekonominya.
Cara Menggunakan Metode Garis Lurus
Dalam menggunakan metode garis lurus atau staight line method, ketiga faktor sebelumnya diperlukan untuk menghitungnya. Di bawah ini merupakan rumus dalam metode garis lurus.
Metode garis lurus = (Harga perolehan – Nilai residu) : Usia Ekonomis
Untuk bisa mengetahuinya, perlu contoh untuk menghitung penyusutan menggunakan metode garis lurus.
Pada awal 2001 diperoleh peralatan dengan harga perolehan sebesar Rp10.100.000, dan diperkirakan dapat digunakan selama 5 tahun, dengan nilai sisa Rp100.000. Berikut perhitungannya:
= (Rp10.100.000-Rp100.000) : 5
= Rp10.000.000 : 5
= Rp2.000.000
Begitulah cara menghitung penyusutan suatu aktiva melalui metode garis lurus. Semoga informasi ini bisa berguna dan bermanfaat.
Frequently Asked Question Section
Bagaimana cara menghitung metode garis lurus?

Bagaimana cara menghitung metode garis lurus?
Metode garis lurus = (Harga perolehan – Nilai residu) : Usia Ekonomis
Apa yang dimaksud dengan metode garis lurus?

Apa yang dimaksud dengan metode garis lurus?
Dalam akuntansi, metode garis lurus merupakan salah satu metode atau cara yang bisa digunakan dalam menghitung penyusutan suatu nilai.
Kapan metode garis lurus digunakan?

Kapan metode garis lurus digunakan?
Dalam menghitung penyusutan suatu nilai, ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal tersebut adalah harga perolehan (acquisition cost), usia ekonomis aktiva tetap (estimated economic life), dan nilai sisa atau residu (residual value).
(NNR)
