Metode Pengujian Produk yang Sering Digunakan untuk Menekan Biaya Disebut Ini

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengujian produk merupakan kegiatan yang penting dilakukan untuk menjamin kualitas produk sebelum dipasarkan. Terdapat beberapa metode pengujian yang digunakan, termasuk metode pengujian produk yang sering digunakan untuk menekan biaya pengujian produk.
Adapun metode pengujian produk yang sering digunakan untuk menekan biaya adalah sequential monodic designs. Untuk lebih memahami mengenai metode tersebut, simak penjelasannya berikut ini.
Metode Pengujian Produk yang Sering Digunakan untuk Menekan Biaya Pengujian Produk adalah Ini
Metode pengujian produk yang sering digunakan untuk menekan biaya disebut sequential monodic designs. Pengujian produk dengan metode ini dilakukan dengan memaparkan setidaknya dua konsep berbeda keresponden yang ditampilkan secara acak.
Responden atau audiens akan menerima serangkaian pertanyaan lanjutan yang sama untuk setiap konsep. Untuk menemukan konsep pemenang, penguji produk perlu membandingkan setiap hasilnya.
Dikutip dari BrandSpeak, pendekatan ini akan menghasilkan evaluasi yang relatif, bukan absolut terhadap setiap konsep, sehingga memungkinkan penguji menentukan konsep mana yang lebih disukai.
Karena pengujian monadik sekuensial biasanya melibatkan ukuran sampel yang lebih kecil, hal itu dapat membuat pengujian ini lebih hemat biaya dan lebih cepat.
Karena akan ditampilkan lebih dari satu konsep, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Salah satunya risiko bias pesanan. Oleh karena itu, penguji disarankan untuk mengubah urutan atau urutan penyajian konsep secara acak setiap saat.
Dikutip dari Ask Your Market, dalam pengujian sequential monodic designs, penguji akan menyaksikan apa yang dikenal sebagai “efek penekanan” yang mana semua skornya lebih rendah dibanding tes monadik murni.
Artinya, hasil pengujian sequential monodic designs tak dapat dibandingkan dengan hasil pengujian monadik. Selain itu, “efek interaksi” bekerja dalam desain monadik yang berurutan.
Jika salah satu dari dua atau lebih produk tersebut sangat bagus, nilai tes produk lainnya akan jauh lebih rendah, dan sebaliknya.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Kualitas Produk? Ini Penjelasannya
Kelebihan Sequential Monodic Designs
1. Ukuran Sampel Kecil
Dikutip dari Voxco, Desain survei monadik berurutan dapat menguji ukuran sampel yang kecil. Responden diperlihatkan beberapa konsep yang memungkinkan mereka merespons berbagai konsep.
2. Hemat biaya
Ukuran sampel yang lebih kecil membuat pengujian lebih terjangkau. Dengan jumlah responden yang lebih sedikit, pengumpulan tanggapan akan lebih mudah sehingga mengurangi investasi dalam survei.
3. Lebih Sedikit Waktu yang Dibutuhkan
Ini juga membantu karena waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas lebih sedikit. Respons dikumpulkan dalam waktu lebih singkat dengan ukuran sampel yang kecil.
Kekurangan Sequential Monodic Designs
Selain memiliki kelebihan, Sequential Monodic Designs juga memiliki kekurangan. Berikut dua di antaranya:
1. Penyelesaian Rendah
Mengajukan pertanyaan yang sama tentang produk yang berbeda ke audiens yang sama dapat membuat mereka frustrasi. Hal ini dapat mengakibatkan tingkat penyelesaian yang rendah.
2. Pengujian menjadi Lama
Menguji beberapa konsep secara bersamaan dapat menghasilkan survei yang panjang. Selain itu, responden dapat enggan untuk menjawab pertanyaan yang sama berkali-kali.
(SA)
