Modal Kerja adalah Apa? Berikut Pengertian dan Komponennya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Modal kerja adalah ukuran efisiensi operasional perusahaan yang digunakan untuk mengukur kesehatan keuangan jangka pendek suatu perusahaan.
Untuk mengetahui informasi seputar modal kerja lebih lanjut, simak juga pengertian dan komponennya di artikel Berita Bisnis berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Modal Kerja
Mengutip investopedia.com, modal kerja atau working capital adalah selisih antara aset lancar perusahaan dan liabilitas (kewajiban) lancarnya.
Modal kerja adalah pengukuran yang umum digunakan untuk mengukur kesehatan jangka pendek suatu perusahaan dan ukuran efisiensi operasional perusahaan.
Jika sebuah perusahaan memiliki modal kerja positif yang besar, perusahaan tersebut berpotensi untuk berinvestasi dalam ekspansi dan mengembangkan perusahaan.
Namun, jika modal kerja perusahaan tak melebihi kewajiban lancarnya, perusahaan tersebut mungkin akan kesulitan untuk berkembang atau membayar kembali para kreditur. Bahkan bisa jadi perusahaan tersebut akan bangkrut.
Umumnya, perusahaan ritel yang berinteraksi dengan ribuan pelanggan setiap hari cenderung lebih cepat mengumpulkan dana jangka pendek dan membutuhkan modal kerja lebih rendah dibanding industri dengan siklus produksi lebih panjang.
Komponen Modal Kerja
Komponen modal kerja mencakup dua hal, yakni aset lancar dan liabilitas lancar atau kewajiban lancar. Merujuk laman yang sama, berikut penjelasan singkat mengenai keduanya:
1. Aset Lancar
Aset lancar adalah manfaat ekonomi yang diharapkan akan diterima perusahaan dalam waktu 12 bulan ke depan. Perusahaan memiliki klaim atau hak untuk menerima manfaat keuangannya.
Adapun yang termasuk aset lancar adalah sebagai berikut:
Kas dan Setara Kas: semua uang yang dimiliki perusahaan, termasuk mata uang asing dan jenis investasi tertentu.
Persediaan: semua barang yang belum terjual dan disimpan, seperti bahan baku yang dibeli untuk diproduksi, persediaan yang dirakit sebagian yang sedang dalam proses, dan barang jadi yang belum terjual.
Piutang Usaha: semua klaim atas uang tunai untuk barang persediaan yang dijual secara kredit.
Wesel Tagih: semua klaim atas kas untuk perjanjian lain yang sering kali disetujui melalui perjanjian yang ditandatangani secara fisik.
Biaya Dibayar di Muka: semua nilai biaya yang dibayarkan di muka.
2. Liabilitas Lancar
Kewajiban atau liabilitas lancar adalah semua utang yang dimiliki atau akan dimiliki perusahaan dalam waktu 12 bulan ke depan. Adapun yang termasuk liabilitas lancar adalah:
Utang Usaha: semua faktur yang belum dibayar ke vendor untuk persediaan, bahan baku, utilitas, pajak properti, sewa, atau biaya operasional lainnya yang terutang pada pihak ketiga.
Utang Gaji: semua gaji dan upah yang masih harus dibayar untuk anggota perusahaan.
Utang Dividen: semua pembayaran resmi untuk pemegang saham.
Pendapatan Diterima di Muka: semua modal yang diterima sebelum pekerjaan selesai. Jika perusahaan gagal menyelesaikan pekerjaan, perusahaan terpaksa mengembalikan modal ke pemodal.
(MQ)
Frequently Asked Question Section
Bagaimana jika modal kerja perusahaan melebihi liabilitasnya?

Bagaimana jika modal kerja perusahaan melebihi liabilitasnya?
Perusahaan berpotensi untuk berinvestasi dan mengembangkan perusahaan.
Bagaimana jika modal kerja kurang dari liabilitas?

Bagaimana jika modal kerja kurang dari liabilitas?
Perusahaan akan kesulitan untuk berkembang dan buruknya, perusahaan akan bangkrut.
Apa itu aset lancar?

Apa itu aset lancar?
Aset lancar adalah manfaat ekonomi yang diharapkan akan diterima perusahaan dalam waktu 12 bulan ke depan.
