Monkey Bisnis: Pengertian, Ciri-ciri, dan Latar Belakangnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Monkey bisnis adalah istilah untuk pelaku bisnis yang mendapatkan banyak keuntungan dengan menggunakan segala macam cara yang merugikan pihak lain.
Dalam kamus Merriam Webster, istilah ini pertama kali digunakan pada 1835 yang mengandung arti mischievous or deceitful behavior atau perilaku yang tak jujur atau curang.
Untuk mengetahui informasi seputar monkey business lebih lanjut, simak penjelasan, ciri, dan latar belakangnya di artikel Berita Bisnis berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Monkey Bisnis
Mengutip jurnal Monkey Business Practices on The Selling of “Janda Bolong” Plants in Indonesia: A Review of Islamic Economic Philosophy oleh Wahdati, Adinugraha, dan Murshid, monkey bisnis adalah salah satu strategis bisnis untuk meningkatkan keuntungan pribadi dengan berbagai cara, salah satunya dengan menipu.
Dalam praktiknya, menurut Pardiansyah dalam jurnal yang sama, tak ada alasan jelas yang menyebabkan monkey business dilarang, seperti adanya riba, maisir, gharar, dan ghabn.
Ini terjadi karena monkey business sekilas terlihat seperti bisnis riil pada umumnya, yakni objek yang diperjualbelkan jelas, pertukaran harga dan objek terjadi secara riil, serta kemutlakan harga dan barang juga riil.
Padahal, praktik ini merupakan bisnis jangka panjang yang mengambil keuntungan atas kerugian orang lain, walaupun barang yang digunakan halal dan bermanfaat.
Merujuk ifii.ppatk.go.id, monkey business kerap terjadi karena ada tren peminatan sekelompok orang tertentu yang menggiring opini masyarakat untuk membeli produk tersebut karena harganya akan terus naik. Contoh dari monkey business adalah jual-beli batu akik.
Baca Juga: Mengenal Analisis Usaha SWOT dan Perannya dalam Bisnis
Ciri-ciri Monkey Bisnis
Mengutip komputerisasi-akuntansi-d4.stekom.ac.id, berikut ciri-ciri dari praktik monkey bisnis:
Pelaku menjanjikan keuntungan besar dengan usaha kecil.
Bisnis melibatkan perputaran uang dalam jumlah besar, seperti penipuan berkedok tabungan travel, asuransi, investasi, dan sebagainya
Korban biasanya akan mendapat keuntungan abnormal di awal, sehingga tergiur menaruh dana lebih banyak.
Obyek bisnis memiliki harga yang tak wajar dan meningkat pada kondisi tertentu.
Latar Belakang terjadinya Monkey Business
Berdasarkan skripsi Analisis Praktik Monkey Business Perspektif Fikih Muamalah (Studi Kasus Pada Perdagangan Produk Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19) oleh Bahari, terdapat beberapa aspek yang menjadi landasan terjadinya praktik monkey bisnis, yakni:
Kondisi masyarakat yang menjadikan suatu barang menjadi kebutuhan primer. Contohnya pada masa pandemi Covid-19, masker, obat-obatan, dan tabung oksigen menjadi barang kebutuhan primer.
Adanya penimbunan barang yang dilakukan pengusaha maupun pedagang pada masa-masa kristis. Hal ini dimanfaatkan pelaku untuk menimbun barang, sehingga pasokan di pasar menjadi sedikit.
Monopoli harga, ini berarti barang yang sedikit di pasaran, membuat para pelaku dapat dengan mudah menaikkan harga barang tersebut.
(MQ)
